Wednesday, March 29, 2017

BUAH DARI MENGENDALIKAN DIRI

Rabu, 29 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Amsal 16:1-33

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 24:36-53; Mazmur 143-145

AYAT HAFALAN
Amsal 16:32, Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota

RENUNGAN INSPIRASI
Apakah Anda pecinta olahraga golf? Anda mungkin kenal seorang yang bernama Bobby Jones. Jones adalah legenda golf yang sangat terkenal sepanjang sejarah. Dialah orang pertama yang meraih gelar Grand Slam, termasuk memenangkan 4 turnamen mayor, baik itu turnamen terbuka atau amatir di Amerika Serikat atau Inggris Raya. Dan uniknya, semua itu diraihnya dalam satu tahun kalender yang sama, yaitu di tahun 1930. Saat berusia 14 tahun, Jones pernah mengikuti kualifikasi kejuaraan golf amatir Amerika Serikat dan tidak berhasil menang. Ini terjadi karena dia sering kehilangan kendali atas emosinya. Seorang pegolf senior, Grandpa Bart, memberinya nasihat, “Kau takkan pernah menang kalau kau tidak dapat mengendalikan emosimu.” Jones menerima nasihat ini dan mulai belajar mengontrol emosinya. Pada usia 21tahun, Jones mulai berkembang dan selanjutnya menjadi pemain golf terbesar dalam sejarah. Ia pensiun dari golf pada usia 28 tahun setelah meraih Grand Slam. Emosi dapat menentukan kesuksesan seseorang. Itulah pelajaran yang dapat kita pelajari dari kisah Jones.
Dalam Alkitab, Salomo dengan hikmat Tuhan pernah menyatakan hal yang sama. “Orang yang menguasai diri lebih hebat dari seorang pahlawan yang merebut kota.” Artinya pengendalian diri jauh lebih penting dari semua kemampuan yang luar biasa. Banyak orang dalam perjalanan hidup akhirnya tersandung hanya karena gagal mengendalikan dirinya sendiri. Mari kita belajar untuk mengendalikan diri, karena pengendalian diri bisa membuka pintu kesempatan dan promosi di dalam hidup Anda. Pengendalian diri juga akan membawa dampak yang positif bagi orang lain (Bdg. Gal. 5:23). Berdoalah memohon kekuatan dari Tuhan agar Anda dapat belajar untuk mengendalikan diri Anda, dan taatlah pada tuntunan Roh Kudus.

REFLEKSI DIRI
1. Mengapa kita perlu belajar untuk mengendalikan diri?
2. Kapan terakhir Anda belajar untuk mengendalikan diri?

YANG HARUS DILAKUKAN
Buatlah daftar area mana yang sulit dikendalikan, doakan dan mulailah melakukannya.

POKOK DOA
Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini belum mampu untuk mengendalikan diriku. Berikan aku kekuatan dan kesabaran agar aku dapat mengendalikan diriku. Aku mau taat pada tuntunan Roh Kudus dan aku percaya akan ada terobosan demi terobosan dalam hidupku saat aku berhasil melakukannya

Tuesday, March 28, 2017

JANGAN MENGHAKIMI

Selasa, 28 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Matius 7:1-5

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 24:1-35; Mazmur 140-142

AYAT HAFALAN
Matius 7:2, Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

RENUNGAN INSPIRASI
Sir Percival Lowell adalah seorang astronom ternama yang hidup pada akhir abad ke-19. Ketika melihat planet Mars dari teleskop raksasa di Arizona, ia melihat ada garis-garis di planet itu. Menurutnya, itu adalah kanal-kanal buatan makhluk planet Mars. Lowell mengabdikan seluruh hidupnya untuk memetakan garis-garis itu. Namun, foto satelit kini membuktikan tidak ada kanal di Mars. Lantas apa yang dilihat Lowell? Ternyata ia melihat pembuluh-pembuluh darah di matanya sendiri saat melihat teleskop! Ia menderita penyakit langka yang kini disebut "Sindrom Lowell." Banyak orang kemudian mencibir dengan menyebut penemuannya sebagai “penemuan yang paling terkenal dan terkenal salah.” Sama seperti Lowell, kita pun bisa salah memandang orang lain. Sifat-sifat buruk orang lain tampak begitu besar dan nyata, sehingga kita terdorong untuk menegur dan menghakiminya. Padahal tanpa sadar kita pun punya sifat buruk itu, bahkan mungkin lebih parah! (kutipan berita: Aestronesia.co.id/2012).

Dalam Alkitab, Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan bahwa kita tidak boleh menghakimi orang lain (ay. 1). Alasannya:  Pertama, istilah menghakimi merupakan suatu kewenangan dari penguasa, dan kita bukanlah penguasa hidup seseorang. Tuhanlah sang penguasa kehidupan. Kedua, kita sendiri akan dihakimi. Kita harus ingat, suatusaat nanti diri kita sendiri akan dihakimi oleh Tuhan. Kita perlu menyadari bahwa belum tentu kita sudah lebih baik dari orang lain. Seharusnya jika orang-orang di sekitar kita melakukan kesalahan, kita perlu menolong mereka, bukan menghakimi. Karena bukankah Anda sendiri ingin diperlakukan demikian ketika kita tergelincir masuk ke dalam kesalahan?

REFLEKSI DIRI
1. Pernahkah Anda tanpa disadari telah memberikan pendapat yang menghakimi orang lain?
2. Mengapa Tuhan Yesus berkata kita tidak boleh menghakimi?

POKOK DOA
Tuhan, ampuni aku yang pernah menghakimi seseorang tanpa aku tahu kebenaran yang sesungguhnya. Tuhan, ajar aku untuk dapat rendah hati menolong dan memberikan kata-kata penghiburan dan yang membangkitkan iman.

YANG HARUS DILAKUKAN
Jangan lagi menghakimi orang lain tapi serahkan segala yang terjadi kepada Tuhan.

Monday, March 27, 2017

SIAPAKAH YESUS?

Senin, 27 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Matius 16:1-28

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 23:39-56; Mazmur 137-139

AYAT HAFALAN
Matius 16:15, Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

RENUNGAN INSPIRASI
Bila Anda mengetik pertanyaan, “Siapakah Yesus?” di kolom mesin pencari (Search Engine) seperti Google atau Yahoo, Anda mungkin akan menemukan ribuan situs yang berusaha untuk menjelaskan tentang siapakah Yesus itu menurut sudut pandang dan cara mereka masing-masing. Apakah penjelasan mereka itu benar semua? Tentu saja tidak seratus persen informasi tentang Yesus ini dapat dipegang kebenarannya. Pencarian akan kebenaran tentang siapakah Yesus ini tak jarang akhirnya menimbulkan perdebatan di antara mereka yang mencarinya di luar kasih karunia Tuhan. Ada yang menyangkal keilahian-Nya karena Dia berasal dari keluarga tukang kayu. Ada juga yang menerima dan percaya dengan iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Pada jaman Yesus sendiri, situasi yang sama pernah terjadi. Waktu itu Tuhan Yesus bertanya kepada para murid, “Siapakah Aku menurut orang banyak?” Para murid pun menyebut nama beberapa nabi dan tokoh besar. Ia pun melanjutkan pertanyaannya, “Tapi menurut kalian, siapakah Aku ini?” Meski para murid sempat bingung untuk memberi jawab, Petrus akhirnya berkata, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Pernyataan ini benar tapi itu bukan karena Petrus sudah mempelajari siapa Yesus. Pernyataan ini diwahyukan kepada Petrus oleh Roh Kudus.

Hari ini tidak sedikit orang Kristen yang gagal paham tentang siapa Yesus. Mereka tahu Yesus tapi tidak sungguh-sungguh mengenal-Nya dengan benar. Penilaian tentang ke-Tuhan-Nya sering diukur hanya dari pengalaman hidup seseorang saja. Misalnya: Saat seseorang disembuhkan, atau diberkati berlimpah, kita mungkin berkata: “Sungguh Yesus adalah Tuhanku.” Memang ini tidak salah, tapi bagaimana bila tak disembuhkan atau tidak mengalami diberkati? Apakah Dia bukan Tuhan?Tentu Dia tetapTuhan. Kitalah yang terbatas mengenal Dia. Sebab itu, kenali Dia dari dekat melalui firman-Nya dan bangunlah hubungan pribadi dengan-Nya. Jadilah murid Kristus dan Roh Kudus akan menuntun Anda. Pertanyaannya saat ini, siapakah Yesus menurut Anda? Apakah arti kehadiran Yesus dalam hidup Anda?

REFLEKSI DIRI
1. Bagaimana caranya agar kita bisa mengenal Tuhan secara utuh dan benar?
2. Setelah membaca renungan ini, maukah Anda mengenal Tuhan dengan benar?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, kerinduan terbesarku adalah mengenal Engkau seumur hidupku. Engkau adalah segalanya bagiku. Bukalah hati dan pikiranku agar aku dapat mengerti kehendak-Mu dalam hidupku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Bangunlah pengenalan Tuhan dari membaca Firman dan berjalanlah dalam perintah-Nya.

Sunday, March 26, 2017

FIRMAN TUHAN SEBAGAI PRINSIP HIDUP

Minggu, 26 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Mazmur 119:1-176

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 23:27-38; Mazmur 134-136

AYAT HAFALAN
Mazmur 119:105, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

RENUNGAN INSPIRASI
Apakah kita pernah merasa bingung atau tidak mantap saat harus membuat keputusan atau pilihan? Ini adalah pertanyaan yang akan kita renungkan pada hari ini. Hidup ini adalah tentang pilihan. Pilihan- pilihan yang kita harus ambil kadangkala hanya pilihan sederhana saja, namun tidak jarang pilihan itu adalah sebuah pilihan yang sulit dan menentukan hasil akhir yang akan Anda peroleh. Bahkan bukan tidak mungkin pilihan yang harus kita ambil itu juga bisa begitu kontroversial. Semakin besar tugas dan tanggung jawab yang Anda miliki, semakin sering pula Anda akan diperhadapkan pada pilihan-pilihan besar. Ada orang yang bergumul dengan hebat ketika diperhadapkan pada pilihan yang sulit, namun ada pula yang tahu dengan pasti keputusan apa yang harus mereka ambil ketika diperhadapkan pada pilihan yang sedemikian. Kesulitan seseorang dalam mengambil keputusan dan pilihan disebabkan karena tidak memiliki landasan yang kokoh dalam kehidupan. Landasan ini dinamakan “prinsip.” Prinsip adalah kompas kehidupan yang tidak boleh berubah.

Dalam Alkitab, pemazmur mengatakan firman Tuhan adalah terang yang menuntun langkah hidupnya (ay. 105). Dahulu kala, semua orang sangat bergantung pada terang pelita di malam hari, karena tanpa cahaya pelita mereka akan kesulitan untuk berjalan menuju arah yang tepat. Kita harus menjadikan Firman Tuhan sebagai prinsip utama yang menjadi penuntun arah kehidupan kita. Saat kita kehilangan arah hidup atau diperhadapkan pada pilihan yang sulit, firman Tuhan adalah hikmat terbaik. Prinsip hidup dari orang- orang hebat mungkin bisa berguna, tapi percayalah hanya firman Tuhan yang bisa memberi jaminan yang pasti dan tak pernah salah.

REFLEKSI DIRI
1. Mengapa Firman Tuhan begitu penting dijadikan sebagai prinsip hidup kita?
2. Kapan terakhir Anda menggunakan Firman Tuhan sebagai prinsip di dalam hidup?

POKOK DOA
Terima kasih Tuhan atas tuntunan-Mu di dalamhidupku melalui nasehat Firman-Mu. Aku yakin untuk melangkah di dalamterang Firman-Mu. Tuntunlah hidupku agar aku bisa menggenapi rencana-Mu dalam hidupku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Mulailah dengan membaca Firman Tuhan tiap hari dan lakukan apa yang diarahkan-Nya.

Saturday, March 25, 2017

SIAPAKAH YANG LAYAK MASUK SURGA?

Sabtu, 25 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Roma 3:21-28

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 23:1-26; Mazmur 128-133

AYAT HAFALAN
Roma 3:28, Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

RENUNGAN INSPIRASI
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan untuk U.S News & World Report menanyakan pendapat dari 1.000 orang dewasa mengenai siapa yang sekiranya layak masuk surga. Pada urutan teratas, tidak mengejutkan lagi adalah sosok mereka yang religius dan beberapa selebriti. Namun yang cukup unik dari jajak pendapat ini adalah sekitar 87% responden menyatakan bahwa mereka sendiri juga layak masuk surga. Tentu hasil ini tidaklah mengherankan, karena tidak banyak orang yang mau disebut tidak layak masuk surga. Banyak orang Kristen saat ini memiliki gagasan yang keliru tentang syarat untuk masuk surga. Banyak orang berpikir karena dia kegereja dan terlibat dalam berbagai aktivitas gerejawi maka dia layak masuk surga. Atau, karena dia sangat dermawan dan banyak mendukung pekerjaan Tuhan dalam dana, maka dia telah layak untuk masuk surga. Terlibat aktif dalam kegiatan dan pelayanan gerejawi, serta mendukung pekerjaan Tuhan dalam hal dana tentu saja hal yang baik. Tapi benarkah itu yang membuat kita bisa masuk surga? Mari kita lihat kriteria seperti apa yang Alkitab maksudkan agar seseorang disebut layak untuk masuk surga.

Tuhan dengan jelas mengatakan syarat untuk masuk surga, yakni komitmen pribadi kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan(Bdg. Yoh. 1:12; 1Tim. 2:5). Meskipun iman kepada Yesus akan jelas tercermin dalam perbuatan seseorang (Bdg. Yak. 2:14-20), kemurahan hati atau aktivitas rohani tidak dapat menggantikan karya pengorbanan Yesus Kristus. Kita tetap butuh pembenaran-Nya untuk mendamaikan kita dengan Allah. Ini adalah kebenaran yang harus kita mengerti dan terima. Jika kita telah dilayakkan untuk masuk dalam kerajaan-Nya, itu semua hanya karena kasih karunia dan kebaikan-Nya kepada kita. Hari ini maukah kita mengakuinya dalam seluruh aspek kehidupan kita dan selalu berkata, “Semua hanya anugerah- Nya”.

REFLEKSI DIRI
1. Kriteria apa yang harus dipenuhi agar Anda disebut layak masuk kerajaan sorga?
2. Kapan terakhir Anda meninggikan dan mengakui semua karena Yesus dalamhidup Anda?

YANG HARUS DILAKUKAN
Tinggikanlah nama Yesus senantiasa dengan menjadikan Dia satu-satunya alasan Anda untuk hidup.

POKOK DOA
Tuhan Yesus, terima kasih telah memilih dan memberiku anugerah agar memperoleh hidup yang kekal bersama dengan-Mu. Aku rindu untuk meninggikan nama-Mu selalu di hidupku dan mengingat anugerah-Mu yang begitu besar bagiku. Semua hanya karena anugerah-Mu, Yesus.

Friday, March 24, 2017

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN

Jumat, 24 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Kejadian 18:1-16

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 22:54-71; Mazmur 120-127

AYAT HAFALAN
Kejadian 18:14, Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.

RENUNGAN INSPIRASI
Masih percayakah Anda dengan mujizat Tuhan? Mungkin ada yang menjawab, “Ya, saya percaya!” Tetapi ada juga yang mungkin berkata, “Saya tidak yakin ada mujizat di jaman modern ini.” Sesung- guhnya hal itu tidaklah terlalu penting untuk diperdebatkan, karena bergantung keyakinan mereka terhadap Tuhan dalam hidup mereka. Dalam Alkitab, ada sebuah cerita tentang sepasang suami isteri yang rindu ingin mendapatkan keturunan meskipun keduanya sudah lanjut usia dan hal itu sepertinya mustahil. Pasalnya, sang istri pun sudah jauh melewati masa menopause (mati haid). Jangankan berpikir mendapatkan keturunan, merindukannya pun adalah hal yang tidak rasional karena pasti tak mungkin terjadi. Namun kesabaran mereka untuk tetap percaya kepada janji Tuhan membuahkan hasil yang sungguh luar biasa. Tuhan melakukan mujizat dengan memberikan mereka keturunan (Bdg. 21:2). Demikianlah Tuhan menunjuk- kan kemahakuasaan-Nya bagi orang-orang yang hidup dalamiman. Kita semua tentu tahu bahwa pasangan menerima mujizat itu adalah Abraham dan Sara.

Dari cerita Abraham dan Sara setidaknya kita dapat mempelajari dua hal penting untuk menerima mujizat Tuhan. Pertama, milikilah iman kepada Tuhan. Artinya kita harus mempercayai Tuhan melampaui situasi yang ada. Jangan seperti Sara yang sempat ragu hingga Tuhan harus menegurnya (ay. 10). Kedua, sabarlah menanti. Mujizat selalu terjadi sesuai dengan waktu dan ketetapan Tuhan, bukan berdasarkan keinginan kita (ay. 14). Percayalah bahwa Tuhan memegang kendali segala sesuatu dan menjadikannya indah pada waktunya. Apakah Anda sedang bergumul dengan hal yang menurut manusia mustahil? Jangan tawar hati dan peganglah janji Tuhan dalam hidup Anda. Percayalah bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

REFLEKSI DIRI
1. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari iman seorang Abraham? (ay. 10)
2. Hal apa saja yang dapat menghalangi mujizat Tuhan terjadi dalamhidup kita?

YANG HARUS DILAKUKAN
Apapun yang sedang terjadi dalamhidup Anda, tetaplah percaya bahwa Tuhan sanggup untuk melakukan mujizat dalamhidup Anda.

POKOK DOA
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa mujizat-Mu masih ada. Meski pergumulan ini mustahil bagiku, tapi tidak bagi-Mu. Aku berdoa biarlah kehendak-Mu yang terjadi, bukan kehendakku. Aku serahkan seluruh hidupku ke dalam tangan kuasa-Mu.

Thursday, March 23, 2017

SIAPAKAH ORANG BENAR ITU?

Kamis, 23 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Galatia 1:1-22

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 22:31-53; Mazmur 119

AYAT HAFALAN
Galatia 2:16, Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukumTaurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.

RENUNGAN INSPIRASI
Ketika membaca kata “orang benar” dalam Alkitab, sebagian besar orang percaya berpikir bahwa kata tersebut ditujukan untuk para hamba Tuhan atau orang-orang yang hidup kudus. Akibatnya, banyak orang berpikir janji-janji Tuhan yang di dalam Alkitab bukan ditujukan untuk dirinya, melainkan untuk orang benar di luar sana. Benarkah demikian? Menurut Alkitab, ada dua arti sederhana dari orang benar, yaitu orang yang hidupnya melakukan hal-hal benar dan orang yang kehidupannya dibenarkan. Ini artinya, ada dua cara untuk menjadi orang benar, yang pertama adalah dengan melakukan hal-hal yang benar, dan yang kedua adalah dengan dibenarkan. Cara pertama adalah cara Perjanjian Lama, yaitu Anda dibenarkan karena melakukan seluruh Hukum Taurat. Dan faktanya, belum pernah ada seorang pun pernah dinobatkan sebagai “orang benar” dengan cara ini, kecuali Yesus. Dan cara kedua adalah cara Perjanjian Baru, yaitu dengan menerima pembenaran melalui iman kita kepada Kristus (Gal. 2:16).

Meski saat ini kita hidup di Abad ke-21, namun firman Tuhan tetaplah sama. Saat kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka kita semua juga disebut “orang benar”, dibenarkan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Dan saat kita menyadari hal ini, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kita harus percaya bahwa tiap janji Tuhan di dalam Alkitab semuanya ditujukan bagi kita (Bdg. Gal. 3:29). Kedua, bertanggung jawab atas status dan keadaan kita. Saat kita disebut sebagai “orang benar,” maka kita harus siap bertanggung jawab dengan status dan keadaan baru kita. Kita harus belajar hidup taat pada firman-Nya (Bdg. Flp. 1:27). Hargailah, betapa besar pengorbanan yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita, hiduplah untuk menyenangkan hati-Nya.

REFLEKSI DIRI
1. Siapakah yang dimaksud “orang benar” menurut Alkitab? (ay. 16)
2. Apa yang perlu kita perhatikan saat menerima status “orang benar”?

YANG HARUS DILAKUKAN
Lihatlah panduan cara hidup orang benar dalam Firman Tuhan dan tekunlah melakukannya.

POKOK DOA
Tuhan Yesus, terima kasih buat kebaikan-Mu telah membenarkan aku dan mengubah status hidupku. Terima kasih buat semua janji-Mu yang Engkau berikan kepadaku. Mari Tuhan pimpin tiap langkah hidupku agar senantiasa berjalan dalam kebenaran-Mu.