Tuesday, December 06, 2016

BERHENTILAH MENGELUH, JADILAH KUAT!

Selasa, 6 Desember 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Yeremia 12:1-17

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 6:1-29; 2 Tawarikh 25-27

Ayat Hafalan
Yeremia 12:5a, Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda?

Renungan Inspirasi
Pernahkah Anda mengalami pergumulan hidup yang berat hingga merasa tidak mampu lagi untuk bertahan? Pada umumnya kita semua mencari Tuhan dan menceritakan segala hal yang kita alami. Dan sejujurnya didalam doa terselip keinginan yang kuat agar Tuhan dengan cepat menyelesaikan segala masalah kita. Bagaimana bila pada akhirnya Tuhan menjawab: “Jangan mengeluh tapi belajarlah untuk menjadi kuat.” Bagaimana respon kita? Apakah kita akan berpikir bahwa Tuhan tidak peduli? Atau sebaliknya, kita mulai menyadari bahwa Tuhan sedang melatih iman kita agar semakin kuat melalui masalah yang diijinkan terjadi dalam hidup kita?

Kemungkinan seperti itulah isi dari keluhan-keluhan Nabi Yeremia kepada Tuhan. Yeremia mengeluh hingga Ia menjadi begitu putus asa dan bertanya kepada Tuhan, "Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, mengapa orang-orang yang tidak setia dapat hidup sentosa?" (ay. 1). Pada saat itulah Allah berkata kepada Nabi Yeremia, "Pertandingan baru saja dimulai. Sejauh ini, kamu baru saja berurusan dengan perkara-perkara yang kecil (berlari melawan pejalan kaki). Apabila kelak masalah-masalah yang sangat sulit datang (bersaing melawan kuda), bagaimana kamu akan menanganinya?" (ay. 5). Mungkin Anda baru saja menghadapi beberapa kesulitan: masalah dengan atasan, penyakit, masalah keuangan atau mungkin mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Mohonlah kepada Tuhan agar diberikan kekuatan untuk menghadapai semua masalah Anda. "Jadilah kuat. Bertahanlah. Masalahmu mungkin akan semakin berat." Apabila Tuhan mengijinkan Anda untuk "berpacu melawan kuda", Dia tentu akan mendampingi Anda untuk menguatkan dan menopang Anda. Itulah yang akan dilakukan Allah.

Refleksi Diri
1. Apa arti dari jawaban Tuhan atas keluhan nabi Yeremia (ay. 5)?
2. Mengapa Tuhan kadang mengijinkan Anda mengalami pergumulan yang berat?

Pokok Doa
Tuhan Yesus, terima kasih  membuatku mengerti bahwa Engkau sedang membawa imanku semakin dewasa lewat setiap situasi sulit yang sedang aku alami.

Kata - Kata Bijak
Kadang saat Tuhan berdiam diri bukan berarti Dia tidak peduli, tapi justru Tuhan sedang membuat kita menjadi lebih kuat.

Yang Harus Dilakukan
Berhentilah mengeluh tapi ijinkan kuasa Tuhan bekerja lewat masalah Anda

Monday, December 05, 2016

BELAJAR MEMBERI YANG TERBAIK BAGI TUHAN

Senin, 5 Desember 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Markus 12:41-44

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 5:21-43; 2 Tawarikh 23-24

Ayat Hafalan
Markus 12:44, Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.

Renungan Inspirasi
Ada sebuah cerita humor yang menarik tentang hal memberi. Di sebuah gereja ada seorang pemuda sedang mengikuti ibadah. Ketika petugas persembahan lewat di hadapannya ia pun merogoh sakunya, membuka dompet dan mengeluarkan uang Rp. 2.000,- untuk dimasukkan ke kantong persembahan. Tak lama berselang, tiba-tiba seorang bapak di belakangnya menyodorkan uang Rp. 100.000,- dan diberikan kepadanya. Ia pun memasukkan uang itu ke kantong persembahan dengan kagum pada bapak yang murah hati itu. Setelah persembahan berlalu, si bapak tadi menepuk pundaknya dan berkata, "Uang itu tadi jatuh dari kantongmu." Sontak pemuda itu langsung berbalik badan dan tersenyum merasa malu dengan kejadian yang terjadi. Memberikan yang terbaik kepada Tuhan bukan diukur dari banyak atau sedikitnya yang kita berikan, tapi seberapa besar pengorbanannya.

Yesus mengajarkan hal memberi lewat cerita persembahan janda yang miskin. Yesus mengatakan apa yang diberikan janda itu lebih besar daripada yang diberikan orang-orang kaya. Ungkapan Yesus sangat beralasan karena meski berkekurangan, tapi janda itu tetap ingin memberikan yang terbaik bagi Tuhan (ay. 44). Yesus melihat sikap dan kerelaan hati kita dalam memberi, bukan kepada besar nilai yang dipersembahkan. Saat kita memberi persembahan entah dalam keadaan berlimpah atau keadaan berkekurangan, seharusnya tidak membatasi kita untuk mempersembahkan  yang terbaik kepada Tuhan. Karena segala yang ada dalam hidup kita, termasuk diri kita sendiri, semuanya berasal dari Tuhan. Miliki hati yang selalu rindu untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Jangan menunggu masa berkelimpahan baru memberi yang terbaik, tapi latihlah diri kita sejak dini. Percayalah Tuhan adalah sumber berkat, Dia pasti akan memelihara dan terus memberkati hidup Anda.

Refleksi Diri
1. Mengapa Tuhan lebih berkenan kepada persembahan Janda yang miskin (ay. 44)?
2. Kesadaran apa yang harus Anda miliki saat memberi kepada Tuhan?

Kata - Kata Bijak
Orang yang telah menerima banyak dari Tuhan pasti akan memberi yang terbaik bagi Tuhan.

Pokok Doa
Tuhan Yesus, ajarkan aku untuk  belajar memberikan persembahan yang terbaik kepada Engkau. Aku menyadari bahwa sebelum aku memberi yang terbaik, Engkau telah terlebih dahulu memberi diri-Mu untuk menebus dan menyelamatkan hidupku.

Yang Harus Dilakukan
Dalam segala keadaan belajarlah untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan.

Sunday, December 04, 2016

TUHAN ADALAH HAKIM YANG MA

Minggu, 4 Desember 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Mazmur 35:1-28

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 5:1-20; 2 Tawarikh 21-22

Ayat Hafalan
Mazmur 35:24, Hakimilah  aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN Allahku, supaya mereka jangan bersukacita atasku!

Renungan Inspirasi
Robot akan Menggantikan Hakim di Pengadilan, Lebih Akurat?" Kalimat ini dikutip dari headline Daily Mail (Selasa, 25/10/2016). Kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) semakin merambah berbagai bidang. Baru-baru ini para peneliti mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang dapat melakukan prediksi keputusan pengadilan dengan ketelitian hingga 79 persen. Menurut para peneliti, hasil tersebut dimungkinkan melalui analisa teks peradilan menggunakan algoritma pembelajaran oleh mesin (Machine Learning Algorithm) yang dikembangkan oleh University College of London (UCL), University of Sheffield, dan University of Pennsylvania. Hal itu beralasan karena program robot dengan otak telah mengungkap banyak kasus di pengadilan-pengadilan tinggi lainnya, termasuk dalam Mahkamah Agung Amerika Serikat (US Supreme Court). Hal ini tentu saja di latar belakangi oleh keinginan manusia untuk mendapatkan keadilan sebagaimana semestinya tanpa kesalahan.

Sepertinya hampir tiap kita pernah mengalami hal ketidakadilan dalam hidup, entah itu hanya masalah kecil hingga perkara besar. Kita yang telah berlaku benar kadang bisa terbalik menjadi pihak yang justru bersalah. Daud juga pernah mengalami ketidakadilan di dalam hidupnya. Menariknya, meski Daud marah kepada orang-orang yang berlaku jahat kepadanya, tetapi Daud lebih memilih membawa perkara tersebut kepada Tuhan dalam doa dan ucapan syukur (ay. 19,27-28). Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kita. Ketika ada orang-orang di sekitar Kita yang sengaja berbuat jahat atau berlaku tidak adil, janganlah membalas tapi serahkan kepada Tuhan. Kita harus percaya, Tuhan melihat segala kejadian yang kita alami. Percayalah, Tuhan pasti akan menerbitkan kebenaran tepat pada waktunya.

Refleksi Diri
1. Hal-hal ketidakadilan apa saja yang pernah dialami  oleh Daud?
2. Mengapa  Daud lebih memilih  menyerahkan perkaranya kepada Tuhan?

Pokok Doa
Tuhan Yesus Aku percaya bahwa  Engkau adalah Hakim yang Maha Adil membela perkaraku. Dan aku pun akan belajar bertindak hati-hati sesuai dengan perintah-Mu.

Kata - Kata Bijak
Percayalah, timbangan keadilan Tuhan selalu adil menimbang tiap perkara yang terjadi.

Yang Harus Dilakukan
Janganlah menyerah tapi kuatkan hati untuk percaya kepada kuasa keadilan Tuhan.

Saturday, December 03, 2016

TERUSLAH MEMPERBAIKI DIRI

Sabtu, 3 Desember 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Mazmur 15:1-5; Filipi 1:9-11

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 4:21-41; 2 Tawarikh 19-20

Ayat Hafalan
Filipi 1:10, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.

Renungan Inspirasi
Tanggal 1 Februari 2003 menjadi hari yang kelam bagi NASA. Tujuh astronot yang bernaung dalam Badan Antariksa Amerika Serikat itu, tewas karena pesawat luar angkasa "Columbia" yang mereka tumpangi hancur saat memasuki atmosfer bumi. Pesawat itu terbakar di langit California. Tim investigasi pun segera menyelidiki penyebab dari ledakan itu, dan kemudian menemukan bahwa penyebab ledakan itu adalah lubang kecil yang terus membesar di badan pesawat. Lubang itu terbentuk bukan karena hantaman meteor atau asteroid di luar angkasa, tapi dihasilkan oleh sepotong busa yang jatuh ketika peluncuran pesawat di bumi. Potongan busa yang diperuntukkan untuk alasan keamanan peluncuran itu, justru menjadi bencana karena ketidaksadaran semua pihak. Pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa ini adalah hal kecil di dalam kehidupan yang kita abaikan, akan dapat berubah menjadi bencana jika tidak segera ditangani.

Daud dalam Mazmur 15 menuliskan apa yang harus menjadi perhatian kita sebagai orang percaya. Kita harus senantiasa memperbaiki diri kita, memeriksa hati dan pikiran kita masing- masing, agar terbangun karakter yang sesuai dengan Firman di dalam diri kita. Segera bereskan karakter atau kebiasaan buruk yang kadang tidak kita sadari atau mungkin dianggap remeh. Apakah itu kebohongan kecil, sikap egois, mencari pujian yang semu atau perilaku buruk lainnya. Karena seperti ada ungkapan yang berbunyi, “Dalam hidup ini kita justru terjatuh bukan karena batu besar tapi dari sebuah batu kerikil yang kecil”. Mari rajinlah bercermin lewat Firman Tuhan dan segeralah mengoreksi hal-hal yang perlu dihilangkan. Berdoalah minta Roh kudus menuntun dan memampukan saat Anda melakukannya

Refleksi Diri
1. Karakter atau kebiasaan buruk apa saja yang perlu dihilangkan dalam diri Anda?
2. Mengapa kita perlu segera membenahi karakter buruk dalam hidup kita?

Pokok Doa
Roh Kudus tuntunlah senantiasa hidupku agar dengan segera memperbaiki karakter atau kebiasaan buruk yang ada di dalam hidupku.

Kata - Kata Bijak
Kejatuhan orang percaya sering bermula saat mulai kompromi dengan dosa yang kecil.

Yang Harus Dilakukan
Latihlah tiap hari untuk menghilangkan satu kebiasaan buruk yang ada di dalam hidup anda.

Friday, December 02, 2016

SENI POINTILISME ROHANI

Jumat, 2 Desember 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Kejadian 50:1-26

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 4:1-20; 2 Tawarikh 17-18

Ayat Hafalan
Kejadian 50:20, Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Renungan Inspirasi
Pada dekade 1880-an, seniman Perancis, Georges-Pierre Seurat, memperkenalkan suatu bentuk seni baru yang disebut sebagai pointilisme. Sesuai dengan namanya seni ini tercipta dari sejumlah titik-titik kecil yang dihubungkan tanpa ada garisan atau pola. Seni ini pun mengalami perkembangan menjadi pointilisme modern. Bila orang awam melihat proses pembuatan lukisan pointilisme modern, tentu tidak akan memahami seperti apa lukisan pointilisme modern itu. Karena selain dimulai dengan sejumlah titik demi titik, uniknya seni pointilisme modern hanya dapat dinikmati dari jarak tertentu tidak seperti lukisan umumnya. Kita pun demikian dalam proses menjalani hidup, kita tidak bisa melihat secara langsung rencana Tuhan bagi tiap kita. Tapi kita harus yakin bahwa perlahan tapi pasti Tuhan sedang menuntun tiap kita kepada rencana-Nya yang indah.

Di dalam Alkitab, Yusuf adalah contoh orang yang tetap percaya kepada karya indah Tuhan dalam hidupnya. Rangkaian kejadian yang dialaminya justru telah membawanya kepada rencana besar Tuhan, yakni menyelamatkan masa depan bangsa Israel (ay. 20). Kita pun seringkali tidak memahami kehendak Tuhan atas hidup kita. Kadang Tuhan mengijinkan kita berada dalam situasi yang begitu sulit, padahal kita tetap berjalan sesuai dengan perintah-Nya. Jangan berburuk sangka dahulu, karena kemungkinan besar kita sedang dilatih lebih banyak bersandar kepada Tuhan. Tetaplah setia memegang tiap janji-Nya. Karena bila saat itu telah tiba, kita akan terkagum melihat betapa indah rencana Tuhan bagi hidup kita. Apabila hari ini Anda merasa ragu akan masa depan Anda, ambillah keputusan untuk tetap percaya kepada Sang Seniman Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Refleksi Diri
1. Membutuhkan berapa tahun bagi Yusuf untuk memahami rencana indah Tuhan?
2. Mengapa kita harus tetap percaya bahwa Tuhan memiliki rencana indah bagi kita?

Pokok Doa
Tuhan Yesus aku percaya bahwa  rencana-Mu indah di dalam hidupku. Kuatkan dan mampukan aku untuk setia berjalan di dalam kehendak-Mu.

Kata - Kata Bijak
Kita boleh tidak mengerti rencana-Nya, tapi kita tidak boleh berhenti percaya kepada-Nya.

Yang Harus Dilakukan
Apapun yang terjadi terjadi di dalam kehidupan tetaplah percaya kepada Tuhan.

Thursday, December 01, 2016

GENEROUS GIVER

Kamis, 1 Desember 2016

Bacaan Alkitab hari ini
2 Korintus 9:6-15

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 3:20-35; 2 Tawarikh 15-16

Ayat Hafalan
2 Korintus 9:7, Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Renungan Inspirasi
Menjadi Milioner di Dunia tapi Sangat Dermawan.” Begitulah judul utama dari harian Business Insider (02/12/2015). Mereka mendaftarkan nama orang-orang kaya dunia yang begitu murah hati untuk membantu di bidang kemanusiaan. Seperti Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook. Mark dan isterinya menyumbangkan 99% saham miliknya di Facebook yang total bernilai USD 45 miliar demi kepentingan amal. Pelepasan saham akan dilakukan bertahap sepanjang masa hidupnya. Bill Gates pun setelah tak lagi mengendalikan operasional Microsoft, fokus membangun Melinda Gates Foundation, yaitu yayasan kemanusiaan terbesar dunia. Mereka menyumbangkan 95% kekayaannya secara bertahap. Bersama dengan Warren Buffet, Bill Gates juga memulai program bernama Giving Pledge, tahun 2010. Program tersebut cukup sukses dan tercatat sudah 81 miliuner di seluruh dunia berkomitmen menyumbang melalui yayasan ini. Dalam hal ini, kita dapat mengambil sebuah pelajaran, yaitu ketika diberkati Tuhan kita pun harus menjadi berkat.

Di bulan Desember, NDC (Nafiri Discipleship Church) mengangkat tema “Generous Giver” atau menjadi pemberi yang murah hati. Dengan tujuan agar supaya tiap kita menjadi pribadi yang murah hati. Baik kepada sesama, terlebih memberi untuk pekerjaan Tuhan. Rasul Paulus pernah menasihatkan agar jemaat Korintus membantu pekerjaan Tuhan dengan sukacita. Karena bagi Paulus memberi itu bukan berarti kehilangan. Memberi adalah menabur (ay. 6). Seberapa banyak yang ditabur maka demikianlah yang akan dituai. Namun juga diingatkan, harus dengan kerelaan hati (ay. 7). Saat ini mari kita semua menjadi pribadi yang suka memberi. Karena salah satu ciri kedewasaan rohani seseorang adalah ia mampu memberi dengan hati yang bersukacita.

Refleksi Diri
1. Mengapa  Tuhan inginkan  Anda menjadi Pemberi yang murah hati?
2. Sebutkan salah satu ciri dari orang yang dewasa rohani dalam renungan ini?

Pokok Doa
Tuhan Yesus ajar aku untuk  memiliki  hati yang suka memberi dengan sukacita. Sama seperti Engkau yang telah memberi hidup-Mu bagiku.

Kata - Kata Bijak
Untuk menjadi pemberi yang murah hati maka tidak ada cara  lain selain belajar kepada Yesus Kristus

Yang Harus Dilakukan
Belajarlah untuk memberi tidak dengan paksaan tapi dengan sukacita.

Wednesday, November 30, 2016

TETAP BERDAMPAK DI TENGAH KETERBATASAN

Rabu, 30 November 2016

Bacaan Alkitab hari ini
2 Korintus 12:1-10

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 3:1-19; 2 Tawarikh 13-14

Ayat Hafalan
2 Korintus 12:9, Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."  Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Renungan Inspirasi
Terkadang orang berpikir bahwa untuk bisa menjadi pribadi yang berdampak haruslah lewat harta kekayaan yang berlimpah, punya kedudukan, sempurna secara fisik dan sebagainya. Tapi ternyata tidaklah demikian. Berikut ini adalah contoh mereka yang memiliki dampak di tengah keterbatasan. Yaitu, Annie Johnson FlintIa, ia adalah seorang penderita kanker, lumpuh dan seorang anak yatim. Namun ia mampu menjadi berkat bagi banyak orang, dengan mengarang lebih dari 6000 lagu rohani. Nick Vujicic terlahir tanpa memiliki 2 tangan dan 2 tungkai kaki. Hari ini ia adalah motivator dunia. Banyak menghasilkan buku best seller serta mendapatkan banyak penghargaan. Fanny Crosby, pada bulan Mei 1820, di tengah- tengah kebutaan yang dialaminya, ia telah menjadi berkat bagi banyak orang melalui karya- karyanya. Lebih dari 8000 lagu telah dikarangnya. Ternyata setiap orang mampu hidup berdampak asalkan mau.

Rasul Paulus juga pernah memberikan kesaksian mengenai dirinya yang memiliki keterbatasan dan pergumulan saat melakukan pelayanan. Paulus yakin bahwa Tuhan mampu bekerja lebih heran melalui kelemahannya (ay. 7-9). Tentu setiap kita tidak ada yang sempurna. Tiap kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda dengan kekurangannya masing-masing. Tapi hal tersebut janganlah menjadi alasan untuk tidak hidup berdampak bagi orang lain. Percayalah Tuhan selalu melihat hati yang rindu melayani bukan hanya kualifikasi diri. Saat ini kelemahan atau keterbatasan sebesar apapun yang sedang menghalangi Anda, keluarlah dari jebakan pemikiran negatif tersebut. Pilihlah untuk percaya kepada perkataan Tuhan atas diri Anda. Mari jadilah pribadi yang berdampak!

Refleksi Diri
1. Mengapa Paulus menuliskan kesaksian tentang keterbatasannya?
2. Bagaimana cara Anda mengatasi kelemahan dan keterbatasan Anda?

Pokok Doa
Tuhan terangilah hatiku untuk percaya bahwa aku bisa menjadi orang yang berdampak meski di tengah segala keterbatasanku.

Kata - Kata Bijak
Ketika selalu bersama dengan Tuhan, kita yang terbatas menjadi pribadi yang tidak terbatas.

Yang Harus Dilakukan
Yakinlah bahwa Tuhan sangat mampu memakai Anda dengan segala keterbatasannya.