Tuesday, August 30, 2016

ALLAH INGIN BERBICARA DENGAN ANDA

Selasa, 30 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
1 Samuel 3:1-10

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 7:44-60; Bilangan 20-22

Ayat Hafalan
1 Samuel 3:10, Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel! " Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.

Renungan Inspirasi
Beberapa puluh tahun yang lalu ada sebuah kisah menarik dari seorang warga negara senior dari Richmond Heights, Missouri. Ia memutuskan pembicaraan lewat telepon ketika Presiden Reagan mencoba menghubunginya. Hal ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi sampai enam kali! Ia tidak percaya pada operator yang memberitahunya bahwa ada telepon dari Gedung Putih. Ia mengira bahwa itu hanya kelakar belaka. Namun, operator dari Southwestern Bell dan seorang tetangganya berhasil meyakinkan dirinya bahwa itu memang benar. Akhirnya, orang itu mendapatkan kesempatan istimewa untuk bercakap-cakap dengan Presiden Reagan selama 15 menit.

Peristiwa tersebut mengingatkan kita pada panggilan yang diterima oleh seorang anak muda Israel bernama Samuel beberapa abad yang lalu. Ia tidak menyadari siapa yang memanggilnya meski panggilan itu terjadi berulang kali. Meskipun panggilan itu berasal dari Allah sendiri. Pada mulanya Samuel bingung, tetapi ketika imam Eli mengatakan siapa yang mencoba berbicara dengannya, ia pun sedia mendengarkan. Pernahkah Anda mendengar Tuhan berbicara kepada Anda? Allah berbicara kepada kita saat ini lewat Firman-Nya yang tertulis, yaitu Alkitab (2 Tim. 3:16-17), dan tinggal dalam diri kita melalui pribadi Roh Kudus, yang memampukan kita untuk mendengar suara-Nya (1 Kor. 2:9-16). Allah senantiasa mencoba berbicara dengan kita! Satu pertanyaan yang penting di sini adalah: Adakah kita menyediakan waktu untuk mendengarkan suara-Nya?

Refleksi Diri
1. Berapa kali Allah memanggil Samuel untuk berbicara (ay. 3-10)?
2. Dalam renungan ini, bagaimana cara Allah berbicara kepada Anda?

Pokok Doa
Tuhan berikanlah aku kepekaan dan pengertian-Mu saat Engkau berbicara kepadaku.

Kata - Kata Bijak
Allah berbicara lewat firman-Nya pada setiap orang yang mendengar dengan hatinya.

Yang Harus Dilakukan
Mulailah hari ini dengan menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan dalam doa.

Monday, August 29, 2016

MENJADI PEMBAWA DAMAI

Senin, 29 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Matius 5:1-11

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 7:23-43; Bilangan 17-19

Ayat Hafalan
Matius 5:9, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah"

Renungan Inspirasi
Eric Liddell, seorang pelari asal Skotlandia yang kehidupannya digambarkan dalam film Chariots Of Fire (Kereta Tempur), melayani sebagai utusan Injil di Cina selama 20 tahun. Selama 2 tahun terakhir ia berada di kamp pengungsi Jepang pada masa Perang Dunia II. Ia dikenal sebagai pendamai diantara kemarahan yang bergejolak di lingkungan kamp yang penuh tekanan. Suatu hari seorang penjaga bertanya mengapa Liddell tidak hadir saat pemeriksaan. Lalu seseorang berkata bahwa Eric baru saja meninggal dunia secara tak terduga. Penjaga itu terdiam sejenak, kemudian berkata, "Liddell itu orang Kristen, ya?" Liddell tidak dapat berbahasa Jepang; sebaliknya penjaga tersebut juga tidak dapat berbahasa Inggris. Bagaimana penjaga tersebut dapat mengetahui bahwa Liddell adalah orang Kristen? Ia pasti telah melihat Kristus dalam diri Eric saat ia menyelesaikan pertikaian-pertikaian yang ada di kamp.

Dalam sebuah khotbahnya di bukit, Tuhan Yesus mengajarkan jadilah pembawa damai (ay. 9). Karena dengan demikian kita akan mencerminkan diri kita sebagai murid-Nya yang sejati. Yesus ingin para pengikut-Nya mampu menjadi air penyejuk di tengah masalah bukan menjadi penambah masalah di tengah dunia. Sebagai murid Tuhan, kita adalah pembawa damai entah itu di dalam keluarga, di kantor, pekerjaan atau di manapun kita berada. Mari sejukkan kehidupan orang lain dengan cara hidup kita. Karena secara tidak langsung kita telah mengabarkan injil lewat perilaku hidup kita.

Refleksi Diri
1. Apa yang Yesus katakan mengenai orang yang membawa damai (ay. 9)?
2. Mengapa Tuhan ingin Anda menjadi pembawa damai di dalam dunia ini?

Pokok Doa
Tuhan ajarlah aku untuk senantiasa menjadi pembawa damai di manapun aku berada.

Kata - Kata Bijak
Orang yang membawa damai adalah orang yang bercerita mengenai siapa Kristus.

Yang Harus Dilakukan
Berusahalah untuk berlaku baik dan sopan kepada kepada siapapun yang kita temui.

Sunday, August 28, 2016

LEPAS DARI PENJARA PIKIRAN

Minggu, 28 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Filipi 1:12-26

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 7:1-22; Bilangan 15-16

Ayat Hafalan
Filipi 1:14, Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang Firman Allah

Renungan Inspirasi
Kita semua pasti mengenal sikat gigi. Ya, setiap hari kita menggunakan benda yang satu ini. Tapi tahukah Anda penemu sikat gigi modern? Dia bernama William Addis, seorang berkebangsaan Inggris. Dia memakai tulang yang dilubanginya kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang, serta mengelemnya menjadi satu. William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama "Du Pont" pada tahun 1938. Menariknya William Addis menemukan konsep sikat gigi, berangkat dari masalah keterbatasan saat ia mendekam di balik jeruji penjara. Hal ini membuktikan tubuhnya mendekam di dalam penjara, akan tetapi pikirannya sama sekali tidak terpenjara dalam berpikir membuat solusi atau jalan keluar.

Rasul Paulus pun pernah mengalami hal yang sama, secara fisik di penjara tetapi pikirannya tidak terpenjara. Terbukti dia masih bisa menulis surat kepada beberapa jemaat untuk menguatkan iman anak-anak Tuhan yang ada di luar penjara (ay. 14). Mungkin kita saat ini tidak sampai dipenjara seperti Paulus, tapi ketika hadirnya masalah atau tantangan tanpa disadari kita memenjarakan pikiran kita sendiri. Mulai dari kata-kata, ‘tidak mungkin’, ‘tidak bisa’, ‘tidak berani’, dan pemikiran yang membatasi lainnya. Ketahuilah bahwa setiap kita adalah ciptaan Tuhan yang unik. Tuhan menciptakan kita untuk tujuan-Nya. Untuk itu pula Dia menganugerahkan potensi, talenta, pikiran, kreatifitas, inovasi dan ide-ide baru untuk dikembangkan. Jangan sampai terjebak dalam penjara pikiran negatif! Coba lihat pemberian Allah yang luar biasa dalam diri kita masing- masing dan temukan tujuan hidup Anda dalam rencana-Nya.

Refleksi Diri
1. Hal apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus saat berada di penjara?
2. Hal apa yang Tuhan inginkan saat Anda mengalami masalah?

Pokok Doa
Tuhan terangilah senantiasa pikiranku dengan firman-Mu agar aku bisa keluar dari penjara pikiranku sendiri.

Kata - Kata Bijak
Manusia bukan terpenjara oleh nasibnya, namun terpenjara oleh pola pikirnya sendiri.

Yang Harus Dilakukan
Mulailah membaca fiman Allah karena itulah yang menerangi pikiran Anda yang terpenjara.

Saturday, August 27, 2016

MENDISIPLIN ANAK

Sabtu, 27 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Amsal 22:15-17

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 6; Bilangan 12-14

Ayat Hafalan
Amsal 29:15, Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.

Renungan Inspirasi
Seorang pendidik sekaligus pengarang Kristen, Howard Hendricks, memperingatkan para orangtua agar tidak menyuap ataupun mengancam anak-anak supaya mereka menurut. Anak-anak cuma butuh kedisiplinan yang tegas dan penuh kasih, disertai dengan teladan.

Suatu kali Hendricks mengunjungi sebuah keluarga. Ketika diajak makan bersama, seorang anak duduk berseberangan dengannya. “Makan kentangnya, Sally,” kata ibunya dengan nada memerintah. “Sally, kalau kamu tidak mau makan kentangnya, kamu tidak akan dapat makanan pencuci mulut nanti!” Sally malah mengedipkan mata pada Hendricks. Setelah yakin si Sally tidak mau makan, sang ibu mengambil kentang itu dan memberi Sally es krim. Hendricks melihatnya sebagai kenyataan bahwa orang tua akhirnya selalu menuruti kemauan anaknya. Mereka takut anak-anak akan menentang dan berpikir bahwa mereka tidak lagi mengasihi. Hendricks berkata, “Yang perlu diperhatikan bukanlah anggapan mereka terhadap Anda sekarang, tetapi apa anggapan mereka terhadap Anda 20 tahun yang akan datang.”

Amsal Salomo juga banyak memberi nasihat bagaimana cara mendidik anak. Selain mendidik dengan hikmat tapi perlu juga memberikan koreksi dan disiplin dalam kasih (ay. 15, bdg. 13:24, 29:15). Sebagai orang tua saat kita memberikan disiplin, hal ini bukan berarti kesempatan untuk membenarkan kekasaran dan penyiksaan terhadap anak. Tetapi disiplin adalah bentuk lain dari kasih. Saat mendapati anak yang bersalah, maka berilah pengertian tentang apa yang sebenarnya harus dilakukan. Apabila hal ini dianggap kurang cukup, barulah orang tua perlu memberi disiplin yang didasari kasih. Percayalah disiplin kita kepada anak hari ini baik untuk masa depannya kelak.

Refleksi Diri
1. Hal apa yang Salomo nasihatkan tentang mendidik anak (ay. 15)?
2. Hal apa yang Tuhan inginkan dari Anda sebagai orang tua saat mendidik anak?

Pokok Doa
Tuhan berilah hikmat-Mu kepadaku agar aku dapat mendidik anak sesuai dengan jalan-Mu.

Kata - Kata Bijak
Keberhasilan seorang anak sangat tergantung dari bagaimana cara orang tua mendidiknya.

Yang Harus Dilakukan
Beranilah memberi disiplin kepada anak apabila hal itu dibutuhkan.

Friday, August 26, 2016

MENGEJAR HIKMAT

Jumat, 26 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Amsal 2:1-9

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 5:26-42; Bilangan 9-11

Ayat Hafalan
Amsal 3:13-14, Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas

Renungan Inspirasi
Mel Fisher adalah seorang pemburu harta karun yang mencari emas dan menemukannya. Pada tahun 1985, setelah 16 tahun berburu, akhirnya ia menemukan bangkai kapal Spanyol Nuestra Senora de Atocha di kedalaman 17 meter dekat Key West, Florida.

Para penyelam berhasil mengangkat harta karun bernilai jutaan dolar dari kapal yang tenggelam itu tetapi hal itu tidak mudah. Mereka bekerja keras dalam waktu yang lama dengan menggunakan alat pendeteksi logam, untuk menyelidiki setiap logam yang ditemui. Akhirnya impian dan kerja keras Fisher tidaklah sia-sia dengan ditemukannya penemuan besar tersebut.

Raja Salomo mengungkapkan bahwa ada satu harta yang jauh lebih berharga daripada emas, perak, atau permata. Harta itu adalah hikmat, yang jauh lebih berharga daripada pengetahuan. Salomo mengatakan untuk mendapatkan harta tersebut maka perlu usaha tekun dan kerja keras untuk memperolehnya. Kita harus berseru meminta pengertian dan kepandaian (ay. 3), menyendengkan telinga pada hikmat (ay. 2), dan menerima Firman Allah serta menyimpannya dalam hati kita (ay. 1). Barulah kita mendapatkan harta yang paling berharga dalam kehidupan, yakni “pengenalan akan Allah” (ay. 5). Sebagai orang percaya, mengapa kita perlu memiliki hikmat dalam hidup? Pertama, karena tujuan hidup yang utama adalah mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya. Kedua, karena dari situlah sumber pengetahuan bagaimana cara menyelesaikan segala masalah dengan cara Allah. Hari ini mungkin kita sudah mengenal harta yang sesungguhnya dalam hidup. Mari kejarlah hikmat yaitu belajar untuk mengenal Allah.

Refleksi Diri
1. Apa pengertian dari mengejar hikmat dalam teks ini (ay. 5)?
2. Mengapa Salomo berkata bahwa kita perlu mengejar hikmat?

Pokok Doa
Tuhan aku membuka hati dan pikiranku untuk menerima hikmat melalui pengenalan akan Engkau.

Kata - Kata Bijak
Orang bijak adalah orang yang hidupnya senantiasa belajar mengenal Allah dalam hidup.

Yang Harus Dilakukan
Mulailah membaca Firman Tuhan yang adalah sumber dari hikmat.

Thursday, August 25, 2016

LEPAS DARI BELENGGU KEMARAHAN

Kamis, 25 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Kejadian 4:1-16

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 5:1-25; Bilangan 7-8

Ayat Hafalan
Kejadian 4:6 BIS, Maka berkatalah TUHAN kepada Kain, "Mengapa engkau marah? Mengapa mukamu geram?”

Renungan Inspirasi
Apakah Anda sering marah-marah ketika terjebak macet atau saat ada masalah pekerjaan? Sebaiknya, kurangi marah-marah itu. Dikutip dari harian Kompas/kolom Health /2015/10/12. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University, pasien yang pemarah memiliki resiko kematian dini 10 kali lipat dari mereka yang tidak suka marah. Sedangkan menurut seorang psikolog di London Graham Price, bahaya selanjutnya adalah dampak kepada orang yang ada di sekitarnya. Dampak kemarahan bisa mencederai hingga menghilangkan nyawa orang yang terdekat. Menariknya hampir 50% kemarahan berkembang dikarenakan, tidak adanya pengendalian lebih dini saat gejala kemarahan tersebut muncul pertama kali. Lanjutnya, kemarahan bisa terus mengikat dengan kuat hingga tidak bisa lepas bahkan menjadi bom waktu yang pasti akan meledak karena penimbunan emosi negatif.

Alkitab juga mengisahkan kematian tragis akibat kemarahan (ay. 5). Kain tidak bisa membalas langsung kepada Tuhan; ia mengincar sasaran yang lebih lemah untuk melampiaskan amarahnya: Kain membunuh adiknya, Habel (ay. 8). Kemarahan Kain tidak hanya melukai hati Tuhan, tetapi ternyata juga membawa kerugian besar untuk dirinya sendiri. Kuasa Yesus dapat melepaskan kita dari belenggu kemarahan. Melangkah dan belajarlah perlahan demi perlahan untuk mengontrol emosi dengan mengingat karya Tuhan Yesus yang telah mengampuni semua dosa kita. Dan mintalah Roh Kudus untuk memampukan proses melepaskan amarah yang membelenggu.

Refleksi Diri
1. Mengapa Kain begitu tega membunuh Habel adiknya?
2. Bagaimana cara Anda melepaskan belenggu kemarahan?

Pokok Doa
Roh Kudus mampukanlah aku untuk belajar melepaskan belenggu kemarahan.

Kata - Kata Bijak
Belenggu kemarahan apabila tidak segera dilepaskan akan merugikan diri sendiri dan

Yang Harus Dilakukan
Berlatihlah untuk mengelola kemarahan Anda secara bertahap tiap hari.

Wednesday, August 24, 2016

HORMATILAH ORANG TUAMU

Rabu, 24 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Efesus 6:1-3

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 4:23-37; Bilangan 5-6

Ayat Hafalan
Efesus 6:2-3, Hormatilah ayahmu dan ibumu-ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Renungan Inspirasi
Waktu itu tahun 1727. Di sebuah toko buku kecil di Lichfield, Inggris, seorang pria yang terbatuk-batuk sedang mengepak buku-buku untuk dijual di kios bukunya di pasar, tepatnya di Uttoxeter. Di tengah batuknya, ia menyuruh putranya yang berusia 18 tahun untuk mengantarkan buku-buku itu. Namun si anak muda yang sedang asyik membaca novel klasik Latin itu tidak mengindahkan perintah sang ayah meski ia mendengarnya. Kereta angkutan yang hendak ke pasar telah tiba, dan pria itu berjalan keluar di tengah guyuran hujan sambil membawa sendiri buku-bukunya, dan melakukan perjalanan sejauh 32 km ke pasar. Lima puluh tahun kemudian seorang pria tua berdiri berjam-jam di tengah guyuran air hujan di sebuah kios buku di Uttotexer. Tatkala badai reda, perlahan ia kembali ke kereta yang menunggunya dan pulang. Di situlah ia menundukkan kepala dan menangis tersedu-sedu. Ia adalah sastrawan yang terkenal dan jenius, Samuel Johnson. Rupanya ia terkenang akan apa yang telah diperbuatnya terhadap sang ayah bertahun-tahun yang lalu.

Rasul Paulus pernah menasihatkan kepada anak-anak Tuhan di Efesus agar mereka menaruh rasa hormat kepada orang tua (ay. 1-3). Menghormati ayah dan ibu adalah perintah penting karena Tuhan berjanji akan memberi kebahagiaan dan umur panjang apabila kita mentaatinya. Sebagai anak, kita menghormati orang tua dalam bentuk ketaatan; sebagai orang yang dewasa, kita dapat menghormati mereka dengan cara menelepon, mengunjungi, serta mempedulikan kehidupan masa tua mereka. Menghormati orang tua disini dapat diartikan juga kepada orang yang lebih tua dari kita (nenek, kakek, paman dan bibi). Hormatilah orang tua Anda, bagaimana pun keadaan mereka supaya Anda hidup dalam berkat Tuhan.

Refleksi Diri
1. Mengapa Paulus menyatakan kita harus menghormati orang tua (ay. 1-3)?
2. Apa yang harus kita lakukan untuk menghormati orang tua?

Pokok Doa
Tuhan terima kasih karena Engkau telah memberikan kedua orang tua dalam hidupku.

Kata - Kata Bijak
Menghormati orang tua adalah kunci seorang anak mengalami kebahagiaan hidup.

Yang Harus Dilakukan
Mulailah dengan mengucapkan terima kasih yang tulus kepada orang tua Anda.