Thursday, February 23, 2017

CINTA RELA BERKORBAN

KAMIS, 23 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 8:22-56; Mazmur 17-19

Ayat Hafalan
1 Yohanes 3:16, “Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”

Renungan Inspirasi
Cinta membuat Anda begitu memperhatikan apa yang pasangan Anda butuhkan sehingga Anda memberi respon tanpa diminta. Di awal perjalanan “Journey of Love” ini, telah disampaikan bahwa cinta seharusnya menginspirasi Anda untuk mengatakan “tidak” pada apa yang Anda inginkan, dan mengatakan “ya” pada apa yang pasangan Anda butuhkan. Karena inilah yang Yesus lakukan. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa bukti cinta dinyatakan dengan melihat kebutuhan orang lain, lalu melakukan semua yang dapat kita lakukan untuk menolongnya. “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku” (Mat. 25:35-36).
Inilah jenis kebutuhan yang Anda harus cari di dalam diri pasangan Anda. Daripada terseret dalam kemarahan karena ia tidak memperlakukan Anda seperti yang Anda pikir seharusnya dia lakukan, keluarlah dari rasa amarah dan mengasihani diri sendiri untuk mulai mengalihkan perhatian Anda pada kebutuhan pasangan Anda.
•  Apakah ia “lapar”? – membutuhkan Anda secara seksual, bahkan ketika Anda tidak merasa ingin?
•  Apakah ia “haus”? – merindukan waktu dan perhatian yang tampaknya dapat Anda berikan kepada semua orang lain?
•  Apakah ia merasa seperti “orang asing”? – merasa tidak aman dalam pekerjaannya, memerlukan rumah sebagai tempat perlindungan dan Anda sebagai sahabatnya?
•  Apakah ia “telanjang”? – takut atau malu, dan merindukan peneguhan cinta Anda?
•  Apakah ia merasa “sakit”? – letih secara jasmani dan membutuhkan Anda untuk menjaganya dari berbagai gangguan dan merawatnya?
• Apakah ia merasa“terpenjara”? –tertekan dan depresi, membutuhkan keamanan dan campur tangan Anda?
Cinta rela berkorban untuk melihat kebutuhan pasangan dan berupaya sungguh-sungguh untuk melakukan yang terbaik. Seringkali yang dibutuhkan pasangan Anda hanyalah telinga dan waktu Anda untuk mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tunjukkan kepedulian Anda kepada hal-hal yang membebaninya, bantulah mencari jawaban dan jalan keluarnya bila diperlukan, berdoa dengannya dan tindaklanjuti perkembangannya di kemudian hari. Kata-kata, “Apa yang bisa aku lakukan untukmu?” harus selalu ada di bibir Anda.
Anda harus melakukan apa pun yang dapat Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan dari pribadi yang merupakan bagian dari diri Anda. Solusi yang diperlukannya mungkin saja sederhana dan mudah untuk Anda lakukan, atau bisa saja rumit, memerlukan waktu, tenaga, usaha dan juga dana yang tidak sedikit. Itulah bagian yang indah dari pengorbanan bagi pasangan Anda. Yesus telah melakukannya bagi Anda. Dia mencurahkan kasih-Nya yang berlimpah agar Anda dapat melakukan tindakan kasih bagi orang lain, terutama pasangan Anda.

Tantangan
Apa yang menjadi kebutuhan pasangan Anda yang terbesar akhir-akhir ini? Apakah ada beban yang dapat Anda angkat dari bahunya? Lakukanlah sesuatu baginya, tunjukkan cinta Anda dengan pengorban- an yang Anda lakukan untuk meringankan tekanan dan memenuhi kebutuhan pasangan Anda.

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Galatia 6:2

Jurnal Anda
Seberapa besar tekanan dan beban yang dialami pasangan Anda karena tidak adanya kepedulian atau inisiatif dari Anda? Ketika Anda menyatakan akan membantunya, bagaimana reaksinya? Adakah kebutuhan lain yang dapat Anda penuhi?

Wednesday, February 22, 2017

CINTA MEMBERIKAN DORONGAN SEMANGAT

RABU, 22 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 8:1-21; Mazmur 11-16

Ayat Hafalan
Mazmur 25:20, “Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.”

Renungan Inspirasi
Dalam pernikahan, kita berharap pasangan kita dapat memenuhi ekspektasi kita dan membuat kita bahagia. Ini adalah harapan yang nyaris mustahil dipenuhi oleh pasangan kita. Harapan yang tidak realistis akan berujung pada kekecewaan. Semakin tinggi harapan Anda pada pasangan Anda, semakin besar kekecewaan yang akan ditimbulkan oleh pasangan Anda. Anda harus memilih untuk hidup dengan dorongan semangat dibanding dengan harapan. Cinta menempatkan fokus pada tanggung jawab pribadi dan memperbaiki diri sendiri ketimbang menuntut lebih banyak dari orang lain.
“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu di matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Mat. 7:4-5).
Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah pasangan Anda merasa ia seperti hidup dengan pengawas selumbar? Apakah ia selalu tegang dan khawatir tidak dapat memenuhi pengharapan Anda? Pernahkah ia mengutarakan perasaannya karena lebih banyak menerima celaan dari Anda dibandingkan penerimaan Anda? Barangkali Anda akan menjawab bahwa masalahnya bukan pada diri Anda, tetapi memang pada pasangan Anda. Dan jika ia benar-benar memiliki banyak kekurangan di berbagai bidang, mengapa Anda yang dipersalahkan?
Masalahnya adalah hanya sedikit orang yang ampu memberi respon terhadap kritik dengan obyektifitas total. Ketika seseorang, khususnya pasangan Anda, menunjukkan ketidaksukaannya terhadap sikap Anda dan menyampaikannya baik secara langsung atau dengan sikap diamnya, sukar bagi Anda untuk tidak menanggapinya secara langsung. Selama hari-hari awal pernikahan, Anda mungkin cenderung lebih mendengarkan dan berusaha membuat perubahan. Tetapi ketika tahun demi tahun berlalu, celaan dari pasangan cenderung semakin mengepung Anda dan membuat Anda semakin terpojok.
Cinta memberi semangat. Cinta mengajarkan Anda untuk memberi pasangan Anda ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Anda harus menyadari dan memahami bahwa pernikahan adalah suatu hubungan yang harus dinikmati sepanjang waktu. Ini adalah sebuah hubungan yang unik yang dirancang oleh Tuhan sendiri, dimana dua orang hidup bersama dalam ketidaksempurnaan, tetapi mengatasinya dengan saling memberi semangat, bukan memadamkan semangat dengan saling menyalahkan.
Tidakkah Anda menginginkan kehidupan pernikahan Anda menjadi tempat untuk mengekspresikan diri Anda apa adanya, bertumbuh dalam lingkungan yang aman dan memberi semangat kepada Anda bahkan ketika Anda gagal? Pasangan Anda pun menginginkan hal yang sama. Apabila pasangan Anda mengatakan kepada Anda lebih dari sekali bahwa Anda membuat dirinya merasa terpukul dan kalah, Anda perlu merenungkan hal itu dengan sungguh-sungguh. Buatlah komitmen setiap hari untuk membuang harapan yang tidak realistis dan menjadi pemberi semangat terbesar bagi pasangan Anda, dan lihatlah bagaimana pasangan Anda mulai bertumbuh keyakinan dan cintanya untuk Anda.

Tantangan
Buanglah jauh-jauh harapan yang tidak realistis dari rumah Anda. Pikirkanlah satu hal di mana pasangan Anda pernah mengatakan bahwa Anda mengharapkan terlalu banyak, dan katakan padanya Anda menyesal karena menetapkan pengharapan yang begitu tinggi kepadanya. Berjanjilah kepadanya bahwa Anda akan berusaha mengerti dan yakinkan dia akan cinta Anda yang tanpa syarat.

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Ibrani 10:24

Jurnal Anda
Ketika Anda menaruh pengharapan yang tinggi atas pasangan Anda, sementara ia sendiri tidak termotivasi untuk mencapainya, apakah ini mempengaruhi hubungan Anda berdua? Tuliskan apa yang terjadi setelah Anda menjalani tantangan hari ini.

Tuesday, February 21, 2017

CINTA BERTANGGUNG JAWAB

SELASA, 21 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 7:31-50; Mazmur 7-10

Ayat Hafalan
Roma 2:1b BIS, “Sebab kalau Saudara menyalahkan orang lain, padahal Saudara sendiri melakukan perbuatan yang sama seperti mereka, maka Saudara menjatuhkan hukuman atas diri sendiri juga.”

Renungan Inspirasi
Tanggung jawab pribadi adalah sesuatu yang kita sepakati bersama harus dimiliki oleh semua orang, sekalipun mungkin kita sendiri pun bergumul untuk hal ini. Kita semua perlu melihat ke dalam cermin, apakah kita begitu cepat membenarkan perbuatan kita, menangkis kritik, bahkan cepat dalam mencari-cari kesalahan orang lain, khususnya pasangan kita. Kita semua cenderung percaya bahwa pemikiran, perkataan dan perbuatan kita benar, atau setidaknya lebih benar daripada pasangan kita. Sejauh itu menyangkut kepentingan kita, kita melakukan yang terbaik semampu yang kita dapat lakukan.
Cinta tidak akan melemparkan kesalahan dengan begitu mudah atau membenarkan motif tindakan yang egois. Cinta tidak memedulikan keadaannya sendiri, namun kebutuhan dan kepentingan orang lain juga. Ketika cinta bertanggung jawab atas perbuatannya, ini bukan untuk membuktikan betapa mulianya Anda, tetapi untuk mengakui semua yang harusnya Anda lakukan. Cinta tidak mencari-cari alasan.
Apa yang mungkin terjadi di dalam hubungan Anda apabila Anda lebih dahulu mengakui kesalahan dan tidak menyalahkan pasangan Anda? Apakah Anda menerima tanggung jawab untuk pribadi yang Anda pilih sendiri sebagai cinta dalam hidup Anda? Apakah selama ini Anda memikul tanggung jawab atas kesalahan Anda sendiri? Apakah Anda pernah mengatakan atau melakukan kesalahan kepada pasangan Anda?
Cinta akan memampukan Anda untuk memikul tanggung jawab untuk pasangan Anda dalam pernikahan. Cinta merindukan hubungan yang benar dengan Allah dan pasangan. Memang dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk benar-benar memiliki hati yang diubahkan. Kesombongan menolak tanggung jawab, tetapi kerendahan hati dan kejujuran di hadapan Allah dan pasangan Anda sangat penting bagi hubungan yang sehat.
Ini sama sekali bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Juga bukan menuntut Anda agar menjadi pihak yang selalu mengalah. Namun, bila ada sesuatu yang tidak benar di antara Anda dan Tuhan, atau antara Anda dan pasangan Anda, maka itu harus menjadi prioritas utama Anda untuk segera dibereskan. Akuilah dosa-dosa Anda lebih dahulu. Hidup berkenan di hadapan Allah bukan berarti tidak pernah tersandung dan jatuh, tetapi Anda mengakui saat Anda gagal dan memohon pengampunan-Nya.
Pasangan Anda mungkin mengatakan bahwa Anda telah melakukan kesalahan dan melukai mereka dalam beberapa hal. Bertanggung jawab berarti mengakui ketika Anda salah dan meminta pengampunan. Inilah waktunya bagi Anda berdua untuk saling merendahkan diri, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Ini adalah tindakan cinta. Allah tidak menghendaki ada persoalan yang belumdibereskan di antara Anda berdua.
Untuk melakukan hal ini dengan tulus, Anda berdua harus mengubur dalam-dalam kesombongan Anda dan saling meminta pengampunan dari pasangan Anda apa pun responnya. Ia memang harus mengampuni Anda, tetapi tanggung jawab Anda tidak terletak pada keputusannya.  Mengakui kesalahan Anda adalah tanggung jawab Anda. Mintalah Tuhan untuk memperlihatkan kepada Anda di mana Anda telah gagal dalam melakukan tanggung jawab Anda, lalu bereskan itu di hadapan Tuhan terlebih dahulu. Setelah itu, Anda perlu melakukannya di hadapan pasangan Anda. Jika Anda tulus, Anda akan mengalami kuasa kasih karunia dan kekuatan yang Tuhan berikan kepada Anda, pasangan Anda dan pernikahan Anda.

Tantangan
Sediakan waktu untuk berdoa bersama-sama dihadapan Tuhan. Mintalah pengampunan dari Tuhan untuk kesalahan dan kelalaian yang pernah Anda berdua lakukan, kemudian dengan rendah hati akuilah itu kepada pasangan Anda. Lakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh. Mintalah pengampunan dari pasangan Anda, tanpa mempedulikan bagaimana dia meresponi pengakuan Anda. Pastikan Anda masing-masing menjalankan tanggung jawab Anda dengan penuh cinta.

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.” Galatia 6:4

Jurnal Anda
BagaimanaresponpasanganAndaterhadappengakuanAndakepadanya?Apakahiapercayabahwa pengakuan yang Anda lakukan itu lebih dari sekedar kata-kata? Apa yang Anda lakukan?

Saturday, February 18, 2017

CINTA ITU SETIA

SABTU, 18 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 6:1-26; Amsal 30

Ayat Hafalan
Amsal 20:6, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”

Renungan Inspirasi
Dari seluruh perintah yang diberikan oleh Tuhan, perintah terbesar yang diberikan-Nya adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Luk. 10:27)
Cinta kita kepada orang lain akan membuat orang tersebut tahu bahwa kita adalah murid-murid Kristus (Yoh. 13:35). Kasih atau Cinta adalah dasar dari seluruh keberadaan kita sebagai orang percaya (Ef. 3:17), dan kita harus menyatakan hal ini dengan sungguh-sungguh dan bersemangat (1 Pet. 4:8). Ini adalah kualitas yang harus kita miliki dengan berkelimpahan (1 Tes. 3:12) dan semakin hari harus semakin berakar di dalamnya.
Jika kita diciptakan untuk membagikan cinta, apa yang akan Anda lakukan ketika cinta Anda ditolak? Bagaimana bila pasangan Anda berhenti menerima cinta Anda, padahal Anda telah menyerahkan seluruh hidup Anda untuknya? Kisah tentang nabi Hosea adalah salah satu kisah yang paling luar biasa di dalam Alkitab. Menentang segala logika dan akal sehat kita, Allah memerintahkan Hosea untuk menikahi seorang pelacur kondang pada masa itu. Tuhan ingin pernikahan Hosea menjadi suatu demonstrasi akan cinta Allah yang tanpa syarat itu. Pernikahan Hosea dengan Gomer membuahkan tiga orang anak, namun tetap saja wanita ini meninggalkan suami dan anak-anaknya untuk kembali menjajakan dirinya. Hosea mencintai wanita ini, tetapi Gomer menolak cintanya. Allah memerintahkan kepada Hosea untuk pergi menjemput Gomer dan menegaskan kembali cintanya, walaupun berkali-kali Gomer tidak setia kepadanya. Ini adalah gambaran akan cinta Tuhan yang tetap setia, meskipun telah mengalami penolakan dan pengkhianatan.
Anda mungkin tidak pernah bermimpi, bahwa orang yang Anda nikahi dapat menjadi “musuh” dalam kehidupan Anda, namun tetap Anda harus berkorban untuk mencintainya. Ini adalah titik kritis dalam pernikahan Anda. Bahkan hubungan itu bisa sedemikian merosotnya hingga ke titik pengkhianatan atau ketidaksetiaan. Beberapa ada yang merespon dengan melangkah menuju perceraian. Ada pula yang lebih melindungi reputasi dan nama baik dibanding kebahagiaan mereka sendiri dan memutuskan untuk terus hidup dalam kepura-puraan. Mereka tidak berniat untuk saling mencintai kembali, namun juga terlalu menjaga harga diri masing-masing untuk memperbaiki hubungan mereka.
Ini bukanlah cinta yang diajarkan dan diteladankan oleh Yesus. Sebagai murid-Nya, Anda harus memiliki cinta yang sama seperti cinta-Nya. Anda harus terus mencintai pasangan Anda tanpa syarat dengan berulang-ulang dan terus menerus tanpa henti, walaupun mungkin cinta Anda tidak ditanggapi, atau bahkan bila pasangan Anda telah berubah setia.
Mintalah kepada Yesus agar memenuhi hati Anda dengan cinta-Nya dan kemudian bertekadlah untuk memberikan cinta itu kepada pasangan Anda dengan penuh ucapan syukur dan tanpa syarat. Itulah kuasa kesetiaan.

Tantangan
Cinta adalah keputusan bukan perasaan. Cinta adalah tindakan yang direncanakan, bukan reaksi emosi yang spontan. Putuskanlah hari ini untuk tetap mencintai walaupun mungkin pasangan Anda telah kehilangan minat untuk menerima cinta Anda. Katakan padanya hari ini: “Aku mencintaimu. TITIK. Aku memilih untuk mencintaimu walaupun kamu tidak membalas cintaku.”

“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.” Amsal 3:3

Jurnal Anda
Bagaimana Anda mengatakan perkataan dalam tantangan hari ini? Bagaimana respon pasangan Anda ketika Anda melakukan tantangan hari ini? Adakah pasangan Anda melihat kesungguhan dalam diri Anda ketika Anda menyatakan bahwa Anda mencintainya?

Friday, February 17, 2017

CINTA DIPUASKAN DI DALAM ALLAH

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 5:17-39; Amsal 29

Ayat Hafalan
Yesaya 58:11, “TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu.”

Renungan Inspirasi
Hari ini adalah hari yang penting bagi Anda. Mungkin kemarin untuk pertama kalinya Anda disadarkan betapa Anda memerlukan Tuhan dalam segala aspek kehidupan Anda. Anda mungkin menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat Anda lakukan dengan kemampuan dan sumber daya yang Anda miliki untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh dosa. Yesuslah satu-satunya Pribadi yang sanggup melakukan hal itu di hidup Anda. Terimalah Dia dan serahkanlah hidup Anda kepada-Nya untuk dipimpin oleh-Nya. Roh Kudus akan memperbaharui hati Anda. Hikmat, kasih karunia dan kuasa-Nya sekarang dapat dilepaskan ke dalam segala hal yang Anda lakukan, termasuk pernikahan Anda! Anda membutuhkan kuasa-Nya hari ini, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, bahkan di setiap saat selama Anda hidup. Hanya Allah saja yang dapat memuaskan Anda, bahkan ketika semua yang lain mengecewakan Anda.
Suami Anda mungkin pulang terlambat. Namun Allah selalu tepat pada waktu-Nya. Istri Anda mungkin mengecewakan Anda. Tetapi Allah selalu dapat dipercaya dan menepati janji-janji-Nya. Dapatkah pasangan Anda memberikan kedamaian di dalam hati Anda? Tidak. Hanya Allah yang dapat melakukan itu (Flp. 4:6-7). Dapatkah pasangan Anda menolong Anda untuk senantiasa merasa puas, tidak peduli apa pun yang terjadi pada Anda? Tidak. Hanya Allah yang sanggup memuaskan hidup Anda (Flp. 4:12-13).
Pasangan Anda mungkin bisa memuaskan sebagian kebutuhan yang ada dalam hidup Anda. Tetapi ada bagian di dalam hati Anda yang hanya dapat dipuaskan oleh cinta kasih Allah. Kebutuhan Anda akan cinta, penerimaan, sukacita dan damai sejahtera adalah nyata. Tidak ada seorang pun yang tidak memerlukan itu semua. Yesus pernah berkata kepada seorang perempuan Samaria yang ditemui-Nya di dekat sebuah sumur, yang berusaha memenuhi kebutuhannya melalui serangkaian hubungan yang gagal, bahwa apa yang dilakukannya selama ini tidak akan pernah memuaskan kehidupannya. Hanya di dalam Kristus, Sang Air Hidup, kehidupan Anda yang kering akan dapat dipuaskan (Yoh. 4:10). Allah adalah sumber dari segala sesuatu yang Anda butuhkan, yang dapat memuaskan roh dan jiwa Anda.

Tantangan
Sediakanlah waktu mulai hari ini untuk berdoa dan membaca Alkitab setiap hari. Bila selama ini Anda merasa kurang setia dalam hal ini, berdoalah kepada Tuhan dan perbaharuilah komitmen Anda. Bangunlah hubungan Anda dengan Tuhan, karena ini akan mempengaruhi kualitas hubungan Anda dengan pasangan Anda.

“Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” Mazmur 145:16

Jurnal Anda
Bagaimana Anda melihat kualitas hubungan Anda dengan Tuhan selama ini? Apakah ini mempengaruhi kualitas hubungan Anda dengan pasangan Anda? Bagaimana kualitas hubungan Anda dengan Tuhan mengubah situasi dan cara pandang Anda terhadap kehidupan?

Wednesday, February 15, 2017

CINTA ITU MUSTAHIL

RABU, 15 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 4:33-44; Amsal 27

Ayat Hafalan
1 Yohanes 4:7, “Saudara-saudara yang tercinta! Marilah kita mengasihi satu sama lain, sebab kasih berasal dari Allah. Orang yang mengasihi, adalah anak Allah dan ia mengenal Allah.”

Renungan Inspirasi
Anda mungkin telah memperlihatkan kebaikan hati dan ketidakegoisan, pengertian, dan Anda mungkin telah belajar untuk menjadi lebih bijaksana dan penuh pengertian. Namun, mencintai seseorang dengan tulus, tidak egois dan tanpa syarat adalah persoalan yang berbeda.
Cinta agape bukanlah sesuatu yang dapat Anda lakukan sendiri. Ini adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Tetapi, karena kasih-Nya yang begitu besar kepada Anda – dan juga pasangan Anda – Ia memilih untuk menyatakan kasih-Nya melalui Anda. Anda mungkin masih yakin bahwa dengan kerja keras yang cukup dan komitmen, Anda dapat mengekspresikan cinta dalam jangka panjang dan penuh pengorbanan serta tanpa syarat dari hati Anda sendiri. Tidak sadarkah Anda, betapa seringnya Anda gagal? Anda kembali bereaksi berlebihan, berbohong, dikuasai oleh emosi, berpikir negatif tentang pasangan Anda, walaupun Anda sudah bersumpah di hadapan Tuhan untuk mencintainya seumur hidup Anda?
Anda tidak dapat memberikan apa yang tidak Anda miliki. Jika kita tidak melakukan apa-apa untuk membersihkan diri kita di hadapan Allah, maka Anda tidak akan dapat benar-benar mencintai pasangan Anda, karena Allah adalah Sumber dari cinta itu. Hanya mereka yang mengijinkan Dia masuk ke dalam hatinya melalui iman kepada Anak-Nya, Yesus, yang mampu menyatakan kuasa nyata dari cinta.
Bila Anda belum pernah menyerahkan hidup Anda kepada Kristus, tetapi Anda mendengarkan suara-Nya berbicara kepada Anda hari ini, jangan keraskan hati Anda. Anda mungkin sadar bahwa kesalahan dan pelanggaran Anda selama ini sudah menghalangi Anda untuk menghampiri-Nya. Firman Tuhan berkata bahwa jika Anda bertobat dan berbalik dari perbuatan Anda, Dia adalah Allah yang setia dan adil. Tuhan akan mengampuni Anda dan membebaskan Anda agar Anda dapat menerima kasih-Nya dan membagikan kasih itu kepada orang paling istimewa yang Anda kasihi.
Atau, mungkin Anda sudah menjadi orang percaya, tetapi Anda sudah berjalan menjauh dari persekutuan Anda dengan Allah. Anda tidak tinggal di dalam kebenaran-Nya, sudah lama Anda tidak berdoa, bahkan mungkin sudah lama Anda tidak lagi beribadah. Cinta yang dahulu Anda rasakan mengalir di dalam pembuluh darah Anda telah berubah menjadi dingin. Hadapilah kenyataan ini: Anda tidak dapat hidup tanpa Dia dan Anda tidak dapat mencintai tanpa terlebih dahulu merasakan kehangatan cinta-Nya dalam hidup Anda. Mulai hari ini, perbaharui iman percaya dan komitmen Anda kepada Allah, percayakanlah pernikahan Anda pada Tuhan dan jadikanlah hidup Anda sebagai saluran cinta-Nya kepada orang yang Anda kasihi.

Tantangan
Lihat kembali tantangan-tantangan yang telah Anda lalui. Adakah yang tampaknya mustahil bagi Anda? Pernahkah Anda sadari kebutuhan Anda akan kasih Allah untuk mengubah hati Anda dan memberi Anda kemampuan untuk mencintai dengan cinta yang tulus? Mintalah kepada Allah agar Dia mencurahkan cinta kasih-Nya dalam hati Anda dan mintalah kekuatan dan kasih karunia Tuhan untuk pernikahan Anda.

“Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” Matius 19:26

Jurnal Anda
Apakah Anda percaya bahwa Allah sedang berbicara kepada Anda hari ini? Keputusan apa yang telah Anda buat untuk meresponi panggilan Allah dalam hidup Anda?

Tuesday, February 14, 2017

CINTA BERUSAHA UNTUK MENGERTI

SELASA, 14 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 4:1-32; Amsal 26

Ayat Hafalan
Amsal 3:13, “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian.”

Renungan Inspirasi
Ketika seorang pria berusaha memenangkan hati seorang wanita, ia akan mepelajari wanita itu. Ia mempelajari apa yang menjadi kesukaannya, yang tidak disukainya, kebiasaannya, dan hobinya. Namun, sesudah ia memenangkan hatinya dan menikahinya, pria seringkali berhenti untuk belajar tentang istrinya. Misteri dan tantangan untuk lebih mengenal istrinya seperti menjadi kurang menarik lagi.
Hal ini berlaku pula pada banyak wanita, yang memulai dengan mengagumi dan menghargai pria yang mereka rindukan. Namun, sesudah menikah, perasaan itu mulai pudar ketika kenyataan mulai mengungkapkan bahwa sang pangeran pujaan hatinya itu ternyata seorang pria yang tidak sempurna dan memiliki begitu banyak kekurangan.
Pertanyaannya hari ini adalah: Sampai dimana pengenalan Anda terhadap pasangan Anda? Pikirkanlah kembali masa-masa Anda sedang berpacaran. Bukankah saat itu Anda begitu bersemangat untuk memahami pasangan Anda? Coba pikirkan ini: Bila pengenalan akan pasangan Anda dapat disamakan dengan belajar di sekolah/perguruan tinggi, gelar apakah yang sudah Anda peroleh? Masih berapa jauhkah Anda untuk mencapai gelar doktor dalam bidang pengenalan pribadi pasangan Anda? Mungkin beberapa pertanyaan berikut dapat membantu Anda:
•  Tahukah Anda tentang harapan dan impian terbesarnya?
•  Tahukan Anda apa yang menjadi ketakutan terbesarnya? Mengapa dan bagaimana dia bergumul dengan ketakutannya ini
•  Mengertikah Anda mengapa pasangan Anda bereaksi berbeda dengan Anda ketika diperhadapkan pada suatu situasi? Dapatkah Anda mengerti alasannya bereaksi demikian?
Jika Anda telah kehilangan keintiman yang pernah Anda miliki bersama dengan pasangan Anda, salah satu cara terbaik untuk membuka hatinya kembali adalah dengan berkomitmen untuk mengenalnya (kembali). Pelajarilah dia seperti dulu Anda begitu ingin mempelajarinya saat dalam masa berpacaran.
Ambillah inisiatif. Amsal 18:15 mengatakan, “Hati orang yang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.” Cinta mengambil inisiatif untuk memulai percakapan. Tunjukkan kepadanya bahwa Anda sungguh-sungguh ingin membuka diri Anda dan mengerti dirinya.
Dengarkanlah. “Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam” (Ams. 10:14). Tujuan untuk mengerti pasangan Anda adalah dengan mendengarkannya, bukan menyampaikan apa pendapat Anda. Bila pasangan Anda tidak suka bicara, Anda perlu untuk menimba “air yang dalam” di dalam dirinya (Ams. 20:5).
Mintalah kepekaan dari Tuhan.  “Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian” (Ams. 2:6). Tuhan adalah pemberi hikmat. Tuhan akan menuntun Anda untuk mengetahui bagaimana mencintai pasangan Anda dengan lebih baik.
Ada keindahan di dalam diri pasangan Anda yang akan membuat Anda takjub ketika Anda mengenal lebih banyak lagi tentangnya. Milikilah keinginan yang kuat untuk mengenal pribadi pasangan Anda lebih baik lagi dari yang Anda kenal sekarang.

Tantangan
Siapkanlah makan malam istimewa di rumah hanya untuk Anda berdua. Makan malam yang berbeda dari biasanya dan buatlah atmosfir yang mendukung. Dengarkanlah pasangan Anda dan fokuslah untuk mengenalnya lebih baik lagi. Jadikan dia pusat perhatian Anda mulai malam hari ini.

“Rumah tangga dibangun dengan hikmat dan pengertian. Dan apabila ada pengetahuan, maka kamar-kamarnya akan terisi lengkap dengan barang-barang berharga dan indah.” Amsal 24:3-4 BIS

Jurnal Anda
Apa yang Anda pelajari tentang pasangan Anda yang Anda tidak ketahui sebelumnya? Bagaimana Anda dapat melanjutkan proses ini pada kesempatan yang lain agar Anda dapat semakin mengerti dan mengenal pasangan Anda? Apa saja momen yang menjadikan malam ini layak untuk dikenang?