Tuesday, July 25, 2017

MENGHADAPI RASA KEHILANGAN

Selasa, 25 Juli 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Ayub 1:1-22

Bacaan Alkitab setahun
Matius 15:21-39; Keluaran 9-11

AYAT HAFALAN
Ayub 1:21 Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!

RENUNGAN INSPIRASI
Pernahkah Anda berduka karena kehilangan seseorang yang kita cintai? Semakin dalam cinta kita, semakin dalam juga duka yang ditimbulkan dari kehilangan itu. Suka atau tidak suka, di dalam hidup ini setiap kita pasti pernah mengalami kehilangan. Apakah itu kehilangan seseorang yang kita kasihi atau bisa juga sesuatu yang kita sukai atau yang bernilai bagi kehidupan kita. Tidak ada seorang pun yang merasa senang bila kehilangan hal-hal yang demikian. Alkitab mencatat bagaimana Ayub, seorang yang saleh di hadapan Tuhan, mengalami kehilangan nyaris segalanya. Hanya dalam sekejap saja, Ayub kehilangan seluruh anaknya, harta kekayaannya bahkan kesehatannya. Yang tersisa dari hidup Ayub pada waktu itu hanyalah nyawanya dan isteri yang memintanya untuk mengutuki Allah (ay. 9). Tetapi respon Ayub sungguh luar biasa. Mengalami kehilangan yang begitu dahsyat, dia sujud dan menyembah Tuhan, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan!”

Saat Tuhan mengijinkan ada sesuatu yang hilang dari dalam hidup kita, mungkin merasa Tuhan tidak adil. Kita merasa marah dan kecewa, karena Tuhan seakan-akan tidak peduli dan telah melupakan kita. Sesungguhnya, kita perlu menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dalam hidup kita, semuanya itu adalah milik Tuhan yang dipercayakan untuk kita jaga, kita rawat dan kita kelola. Bila Tuhan ingin mengambilnya, tentu itu adalah hak Tuhan. Mungkin kita berkata bahwa apa yang kita miliki ini adalah hasil dari jerih payah kita dan kita berhak untuk memiliki itu semua. Tapi ingatlah, tanpa campur tangan Tuhan yang membuat hidup kita berhasil dan menjadi sebagaimana kita ada saat ini, jerih payah kita hanyalah sia-sia belaka. Ketika kita menyadari sepenuhnya bahwa apa yang kita miliki adalah kepunyaan Tuhan dan Dia berhak atas segala yang ada di dalam hidup kita, maka kita akan mampu merespon seperti Ayub, memuji dan menyembah Tuhan di tengah kehilangan. Ketika Tuhan mengizinkan kita mengalami kehilangan, jangan biarkan kasih kita kepada-Nya ikut hilang. Renungkanlah apa yang menjadi rencana Tuhan di dalam kita. Dia adalah Tuhan yang Maha Bijak, tidak pernah Dia salah dalam bertindak.

REFLEKSI DIRI
1. Apa yang Tuhan ingin Anda lakukan saat mengalami duka karena kehilangan? 
2. Bagaimana cara kita orang percaya menghadapi duka karena kehilangan? 

YANG HARUs DILAKUKAN
Tetaplah setia mengasihi Tuhan, jangan biarkan kekecewaan menjadikan hati Anda tawar kepada Tuhan.

POKOK DOA
Tuhan, aku bersyukur Tuhan untuk segala hal yang telah engkau percayakan di dalam hidupku. Ajarku untuk mengerti bahwa aku hanyalah seorang pengelola di dalam dunia ini. Bukakan mata hatiku untuk melihat rencana-Mu yang indah dari peristiwa kehilangan yang kualami. Aku percaya, Roh Kudus selalu setia menemani dan memberikan kekuatan untuk menghadapinya.

Monday, July 24, 2017

MENARA PERLINDUNGAN

Senin, 24 Juli 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Mazmur 46:1-12

Bacaan Alkitab setahun
Matius 15:1-20; Keluaran 7-8

AYAT HAFALAN
Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

RENUNGAN INSPIRASI
Akhir tahun 2004, gempa bumi berkekuatan 8,5 Skala Richter mengguncang Aceh dan menyebabkan gelombang tsunami yang dahsyat. Dalam sekejap mata, ratusan ribu jiwa meninggal dunia karena digulung ombak tsunami yang hebat itu. April 2005, gempa kembali mengguncang daerah Nias dan Sumatera Utara. Ratusan orang meninggal dunia tertimbun reruntuhan gedung yang roboh karena gempa. Bencana menyebabkan orang menjadi khawatir, takut dan sedih karena harus kehilangan sanak-saudara, bahkan ada yang trauma bila mendengar kabar tentang bencana. Bencana yang datang silih berganti, membuat sebagian orang merasa semakin cemas. Sesungguhnya hal ini sudah pernah dinubuatkan oleh Yesus ketika murid-murid-Nya bertanya tentang tanda kedatangan-Nya dan kesudahan dari dunia (Lih. Mat. 24:3-14). Lalu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi situasi jaman yang sudah semakin mendekati kesudahannya ini?

Sebagai orang percaya, kita seharusnya tidak perlu khawatir. Justru kita harusnya bersukacita, karena itu tandanya tidak lama lagi Tuhan Yesus akan menjemput kita di awan-awan yang permai. Kita juga tidak perlu takut, karena Tuhan adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita. Seperti apa yang dinyatakan oleh bani Korah dalam mazmurnya, “Tuhan adalah tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (ay. 1). Yang penting untuk kita perhatikan adalah kita harus tetap waspada, menjaga hidup kita agar selalu melekat kepada-Nya. Walaupun tidak seorang pun yang tahu kapan hari itu akan tiba, tapi satu hal yang kita tahu pasti bahwa Tuhan semesta alam menyertai kita, Dialah kota benteng dan menara perlindungan yang teguh.

REFLEKSI DIRI
1. Sudahkah Anda menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya tempat perlindungan di dalam hidup Anda? 
2. Apa yang harus kita lakukan dalam menyikapi situasi dunia yang semakin menuju kesudahannya ini? 

YANG HARUS DILAKUKAN
Jadikanlah Tuhan sebagai satu-satunya tempat perlindungan dan pertolonganmu. Dalam segala situasi yang mengguncang hidupmu, tetaplah berharap kepada-Nya.

POKOK DOA
Tuhan, Engkaulah sumber kekuatanku, batu karangku, kota benteng dan menara perlindunganku. Aku mau selalu berada di dalam hadirat-Mu, karena di sanalah jiwaku mendapatkan ketenangan. Aku bersyukur kepada-Mu dan aku akan selalu mencari wajah-Mu didalam kehidupanku.

Sunday, July 23, 2017

HIDUP YANG BERMAKNA

Minggu, 23 Juli 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Kejadian 5:1-26

Bacaan Alkitab setahun
Matius 14:22-36; Keluaran 4-6

AYAT HAFALAN
Efesus 5:15-16 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

RENUNGAN INSPIRASI
"Selamat ulang tahun!" adalah ucapan yang umum kita berikan kepada keluarga, sahabat atau rekan yang merayakan hari lahirnya, yang biasanya juga diiringi dengan doa agar sehat selalu dan berumur panjang. Bagi sebagian orang, panjang umur erat hubungannya dengan hidup yang bahagia. Benarkah demikian? Lalu, bagaimana dengan orang yang tidak berumur panjang? Apakah hidup mereka tidak dapat dikatakan berbahagia? Apakah hidup dengan umur yang panjang adalah jaminan sebuah kebahagiaan?  Dari Firman Tuhan yang kita baca hari ini, dicatat nama-nama dari keturunan Adam, dan usia mereka ketika meninggal dunia. Bila kita perhatikan, catatan ini memiliki pola yang berulang dan selalu diakhiri dengan kata-kata: "lalu ia mati." Hal ini menyatakan bahwa seberapa pun usia seorang manusia, toh pada akhirnya akan mati juga. Namun, di antara pola yang berulang itu, terselip catatan yang menarik tentang kehidupan Henokh. Usia Henokh memang lebih pendek dari keturunan Adam yang lain, tetapi tidak ditemukan frasa: “lalu ia mati” dalam catatan kehidupannya (ay. 23-24). Firman Tuhan mencatat dengan jelas bahwa Henokh hidup bergaul dengan Allah, dan ia tidak mati tetapi diangkat oleh Allah.

Panjang umur adalah berkat Tuhan. Tidak salah jika kebanyakan dari kita menginginkan umur yang panjang, karena kita akan punya lebih banyak kesempatan untuk melihat karya Tuhan di dalam kehidupan anak dan cucu kita. Namun, sesungguhnya bukanlah panjang atau pendeknya usia yang harus menjadi perhatian kita, tetapi bagaimana cara kita menjalani hidup, itu jauh lebih penting. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan akhir dari usianya. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk mengisi setiap hari-hari yang Tuhan anugerahkan kepada kita dengan hal-hal yang berarti. Jika Anda adalah orang tua, jadilah teladan bagi anak dan keluarga dalam iman. Jika Anda sebagai anak, berbaktilah kepada orang tua dan taatilah mereka. Siapa pun Anda saat ini, berusahalah untuk selalu mengisi hidup Anda dengan perbuatan yang membawa dampak bagi orang-orang yang ada di sekitar Anda dan yang menyenangkan hati Tuhan.

REFLEKSI DIRI
1. Mengapa kita perlu membangun hubungan akrab dengan Tuhan seumur hidup kita? 
2. Hal-hal bermanfaat apa saja yang telah Anda lakukan yang sesuai dengan kehendak-Nya? 

YANG HARUS DILAKUKAN
Isilah hari-hari Anda dengan hal-hal yang bernilai kekal. Bangun hubungan yang intim bersama Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan, merenungkan Firman-Nya dan lakukanlah hal-hal yang berdampak bagi kehidupan orang lain.

POKOK DOA
Bapa di sorga, aku bersyukur Tuhan untuk anugerah kehidupan yang masih Engkau berikan kepadaku. Mulai hari ini, Tuhan, aku mau untuk lebih sungguh-sungguh lagi mencari wajah-Mu. Aku mau dekat selalu dengan-Mu, Tuhan. Berikanlah aku hikmat, agar aku dapat melewati hari-hari dalam hidupku dengan tidak sia-sia. Aku mau kehidupanku dapat memberikan makna bagi keluargaku, sanak-saudaraku, seluruh sahabat dan rekan kerjaku.

Saturday, July 22, 2017

SEBESAR BIJI SESAWI

Sabtu, 22 Juli 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Lukas 17:1-10

Bacaan Alkitab setahun
Matius 14: 1-21; Keluaran 1-3

AYAT HAFALAN
Lukas 17:6 Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

RENUNGAN INSPIRASI
Iman adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya. 558 kali kata iman disebutkan dalam Perjanjian Baru, menunjukkan penekanan iman dalam kehidupan orang percaya. Dalam menghadapi segala badai dalam kehidupan ini, kita membutuhkan iman untuk dapat mengatasinya. Seringkali kita merasa iman kita kecil ketika diperhadapkan dengan persoalan yang besar. Namun Yesus memberi kita pelajaran penting bahwa iman bukan masalah kuantitasnya besar atau kecil, namun yang lebih penting adalah efektifitasnya. Apakah iman kita mengalami pertumbuhan atau tidak?

Ketika Yesus mengajar murid-murid-Nya tentang penyesatan yang akan terjadi dan juga tentang pengampunan, tiba-tiba para murid berkata, “Tambahkanlah iman kami!” Mengapa mereka berkata demikian? Mungkin karena mereka merasa hal-hal yang disampaikan Yesus begitu beratnya, sehingga mereka meminta Yesus untuk menambahkan iman mereka. Yang menarik adalah apa jawaban Yesus kepada murid-murid. Pertama, Yesus memberikan gambaran tentang biji sesawi. Perumpamaan ini menggambarkan bagaimana iman yang kecil sekalipun bila dipelihara dan bertumbuh, akan menjadi besar dan dapat memindahkan gunung. Paulus dalam Roma 12:3 mengatakan bahwa iman adalah anugerah Allah yang diberikan kepada semua orang. Setiap orang memiliki iman, tetapi hanya mereka yang mau menyirami dan memeliharanya, yang akan bertumbuh besar imannya. Kedua, Yesus kemudian memberikan gambaran tentang seorang tuan dan hambanya. Tugas hamba yang utama adalah taat kepada tuannya. Ini harus kita ingat selalu. Beriman bukan berarti bertindak seenaknya, mengimani sesuatu menurut ego dan keinginan kita saja. Iman yang Anda miliki pasti akan tumbuh menjadi besar bila Anda mau menaati perintah Tuhan. Iman Anda tidak akan pernah terlalu kecil atau terlalu lemah, melekatlah kepada-Nya karena dari sanalah sumber pertumbuhan iman kita. 

REFLEKSI DIRI
1. Bagaimanakah Anda dapat mengelola iman Anda?
2. Tantangan apa yag sedang Anda hadapi yang membuat Anda merasa membutuhkan iman yang lebih besar lagi?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah menanamkan benih iman di dalam hatiku. Aku rindu Tuhan, benih itu bisa bertumbuh dan seperti yang Engkau firmankan: “Dapat memindahkan gunung.”

YANG HARUS DILAKUKAN
Kelolalah iman Anda. Banyak berdoa, membaca Firman, hiduplah melekat kepada Kristus, Sang Pokok Anggur itu.

Friday, July 21, 2017

PERSISTEN

Jumat, 21 Juli 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Wahyu 2:8-11

Bacaan Alkitab setahun
Matius 13: 31-58; Kejadian 49-50

AYAT HAFALAN
Ulangan 11:1 Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.

RENUNGAN INSPIRASI
Persisten adalah kata yang berbeda dengan konsisten. Konsisten berarti tidak berubah, sesuai dengan ketetapan atau rencana semula. Sedangkan persisten berarti ulet atau gigih dalam melakukan sesuatu secara berkesinambungan atau terus-menerus. Bila diibaratkan sebagai sebuah mobil, konsistensi adalah kemudi yang mengarahkan kemana mobil itu akan berjalan. Sementara persistensi adalah energi yang menggerakkan mobil tersebut. Dalam konteks iman percaya kita, tentu setiap kita harus setia mengiring Tuhan sampai akhir hidup kita. Iman yang konsisten adalah iman yang tidak pernah berubah. Tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Namun, untuk dapat tetap setia menjaga iman percaya kita kepada Tuhan Yesus hingga akhir hidup kita, diperlukan iman yang persisten.

Di dalam kitab Wahyu, Rasul Yohanes menuliskan pesan Tuhan kepada jemaat Smirna, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (ay. 10b). Kata “setia” yang diikuti dengan kata “sampai mati” memiliki dimensi waktu yang harus mereka lalui. Dan bila kita membaca kalimat sebelumnya, dikatakan bahwa untuk melalui rentang waktu “sampai mati” itu bukanlah dengan kondisi yang tenang dan nyaman. Dikatakan bahwa iblis akan mencobai dan akan ada kesusahan yang dihadapi oleh jemaat di Smirna ini. Tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi kita saat ini, Tuhan pun memerintahkan kita untuk tetap setia sampai mati kepada-Nya. Tantangan dan pergumulan hidup semakin hari tidaklah semakin mudah. Itulah sebabnya kita perlu memiliki iman yang persisten. Iman yang gigih dan tidak kenal kata menyerah ketika diperhadapkan pada tantangan atau pencobaan. Hiduplah sungguh-sungguh melekat dengan Tuhan, karena hanya dengan cara demikianlah akan mendapatkan kekuatan dan beroleh mahkota kemenangan.

REFLEKSI DIRI
1. Apakah yang dimaksud dengan setia sampai mati? 
2. Apa kata Firman Tuhan agar kita dapat memiliki iman yang persisten? 

POKOK DOA
Bapa, aku percaya segala ujian dan persoalan yang aku alami tidak akan melebih kekuatanku. Teguhkan dan kuatkanlah aku di saat imanku mulai goyah, agar aku dapat berjalan mengiring Engkau sampai akhir hidupku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Jangan pernah menyerah pada pencobaan dan tantangan hidup. Setialah sampai akhir, tetap berharap kepada Tuhan dan melekat pada-Nya, karena dari sanalah sumber kekuatan kita.

Thursday, July 20, 2017

MENJAGA NAMA BAIK

Kamis, 20 Juli 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Amsal 22:1-6

Bacaan Alkitab setahun
Matius 13:1-30; Kejadian 46-48

AYAT HAFALAN
Amsal 22:1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

RENUNGAN INSPIRASI
Duke Ellington adalah seorang pianis, komposer, konduktor dan pemimpin band jazz  legendaris dari Amerika Serikat. Sepanjang karirnya bermusik, ia menghasilkan begitu banyak karya yang luar biasa. Namanya sebagai seorang musisi dan komposer jazz, masih terus dibicarakan orang bahkan setelah 40 tahun ia pergi meninggalkan dunia. Duke meninggal dunia pada tanggal 24 Mei 1974 karena pneumonia. Kalimat terakhirnya sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir adalah: “Music is how I live, why I live and how I will be remembered.” Musik adalah bagaimana saya hidup, alasan saya untuk hidup dan bagaimana saya akan dikenang. Kalimat terakhir Duke Ellington ini kembali mengingatkan kita, seperti apa kita ingin diingat atau dikenang bila kita sudah meninggalkan dunia ini? Apa yang ada dibenak orang ketika mereka mendengar nama Anda disebut?

Raja Salomo memberi satu pesan penting: “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.” (ay. 1). Seperti apa kita akan diingat dan dikenang orang, itu semua adalah pilihan yang harus kita ambil. Menjaga nama baik bukan berarti kita lalu menjadi gila hormat, berusaha untuk ‘mencari muka’ agar terlihat hebat. Menjaga nama baik adalah bagaimana kita meninggalkan sebuah legacy atau keteladanan hidup. Memberikan dampak dan pengaruh pada generasi berikutnya. Tidak ada kata terlambat untuk berubah dan mulai untuk mempersiapkan legacy yang bisa kita wariskan bagi anak cucu kita, selama kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan.

REFLEKSI DIRI
1. Mengapa firman Tuhan menekankan pentingnya menjaga nama baik? 
2. Apa rencana dan keputusan yang akan Anda ambil sehingga Anda dapat mewariskan nama baik pada generasi selanjutnya? 

POKOK DOA
Tuhan Yesus, mampukan aku agar aku dapat memberikan manfaat bagi orang lain dalam hidupku. Ajarku untuk setia melakukan kehendak-Mu agar melalui kehidupanku, nama Tuhan dapat dipermuliakan.

YANG HARUS DILAKUKAN
Lakukanlah sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Berikanlah hidup Anda sebagai warisan bagi generasi berikutnya.

Wednesday, July 19, 2017

MELAKUKAN DENGAN SETIA

Rabu, 19 Juli 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Ulangan 28:1-14

Bacaan Alkitab setahun
Matius 12: 22-50; Kejadian 43-45

AYAT HAFALAN
Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

RENUNGAN INSPIRASI
Bunda Teresa pernah mengatakan, “Tuhan tidak meminta kita untuk sukses dalam segala hal, melainkan untuk setia.” Banyak orang yang menghubungkan berkat dengan keberhasilan atau kesuksesan. Semakin seorang sukses, maka hidupnya akan semakin diberkati. Pernyataan Bunda Teresa dan bagian firman Tuhan yang kita baca hari ini, kembali mengingatkan kita bahwa Tuhan sesungguhnya lebih menilai kesetiaan kita dalam menjalankan perintah dan kehendak-Nya. Perkenanan Tuhan akan datang kepada orang-orang yang setia. 

Tuhan berjanji akan menjadikan kita kepala dan bukan ekor, akan tetap naik dan bukan turun, apabila kita setia melakukan seluruh perintah-Nya (ay. 13). Tuhan tidak hanya menjanjikan berkat yang berlimpah, tetapi lebih daripada itu, Dia juga berjanji bahwa kita juga akan menjadi saluran berkat dan berdampak bagi segala bangsa. Sebagai anak Tuhan, kita perlu menyadari bahwa kerinduan Tuhan untuk memberkati kita sesungguhnya lebih besar daripada kerinduan hati kita untuk diberkati oleh Tuhan. Yang kita perlu lakukan hanyalah setia menjalankan semua ketetapan-Nya. Setiap perintah dan ketetapan yang diberikan Tuhan, tidak bermaksud untuk membatasi kebebasan dan ruang gerak kita. Justru sebaliknya, segala perintah-Nya itu bertujuan untuk melindungi hidup kita dari serangan si iblis dan kesalahan yang mungkin kita lakukan. Dengan demikian kita tidak mengalami kesusahan dan menyesal di kemudian hari. Memang bukan perkara yang mudah untuk dapat melakukan semua perintah Tuhan. Itu sebabnya, kita memerlukan Roh Kudus untuk memimpin dan memampukan kita. Jika hari ini Anda diingatkan kembali oleh Firman Tuhan untuk tetap setia, bersyukurlah. Karena itu tandanya Tuhan ingin memberkati Anda, menjadikan Anda kepala dan bukan ekor, dan hidup Anda akan dibawa naik dan bukan turun. 

REFLEKSI DIRI
1. Apa janji Tuhan bagi orang yang setia melakukan perintah-Nya? 
2. Apa yang sering menghalangi Anda untuk dapat melakukan perintah Tuhan?

POKOK DOA
Tuhan, mulai hari ini aku mau menjadi orang yang setia melakukan setiap perintah-Mu. Roh Kudus, berikanku kekuatan dan ketetapan hati agar aku mampu setia menjadi pelaku Firman.

YANG HARUS DILAKUKAN
Tetaplah setia melakukan perintah dan kehendak Tuhan. Mulailah dari hal-hal yang sederhana, lakukan dengan konsisten setiap hari.