T.S. Lim's blog
Miscellaneous random thoughts of T.S. Lim
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu." (Matius 7:24)
Thursday, January 05, 2012
Sabtu, 31 Desember 2011
Bersyukur adalah Puas Dengan Keputusan Tuhan Atas Hidup Kita
A4M.1. Menerima
Hafalkanlah ayat-ayat ini:
1. Ayub 2:9-10, "Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
2. Ibrani 13:15, "Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya."
A4M.2. Merenungkan
Kita semua sudah tahu tentang kisah Ayub. Ia adalah orang saleh yang harus kehilangan semua anaknya yang tewas oleh angin yang merubuhkan rumah mereka saat mereka berpesta. Semua lembu sapi dan keledai dirampas oleh para perampok. Kembing dombanya mati disambar oleh api dari langit. Dalam sekejab, Ayub menjadi orang yang paling miskin. Tetapi hal yang membedakan Ayub dari kebanyakan orang percaya adalah, "Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." Itu artinya mulutnya Ayub hanya dipakai untuk respon yang benar tentang kasih setia Tuhan. Ayub tetap bersyukur sekalipun keadaannya tidak baik. Ia tetap memberikan respon yang benar.
Penulis kitab Ibrani memberikan nasihat yang indah dengan berkata, "Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya." Jadi, Tuhan menginginkan kita untuk bersyukur kepada-Nya dalam setiap situasi yang ada. Baiklah kita berkata, "Tuhan saya puas dengan rencana-Mu dalam hidup saya." Apakah Anda salah satunya?
A4M.3. Melakukan
1. Sudahkah Anda menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam segala keadaan?
2. Jika belum, mengapa Anda tidak bersyukur kepada Tuhan?
A4M.4. Membagikan
Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).
Wednesday, January 04, 2012
Bersyukur adalah Tanggapan Kita Atas Kebaikan yang Kita Terima
Jumat, 30 Desember 2011
Bersyukur adalah Tanggapan Kita Atas Kebaikan yang Kita Terima
A4M.1. Menerima
Hafalkanlah ayat-ayat ini:
1. Lukas 17:17-18, "Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
2. Mazmur 105:5, "Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,"
A4M.2. Merenungkan
Salah satu kecenderungan sifat manusia adalah cepat lupa dengan peristiwa-peristiwa atau hal-hal baik yang pernah ia terima. Sedikit keburukan yang kita alami biasanya lebih membekas atau selalu diingat-ingat. Mengapa Tuhan menghendaki kita untuk bersyukur? Karena ketika kita bersyukur, kita pasti mengingat kebaikan Tuhan yang kita alami di dalam hidup kita. Salah satu contohnya terdapat dalam Injil Lukas 17:11-19, tentang sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus, cuma seorang yang kembali untuk bersyukur kepada Tuhan, yakni orang Samaria. Setelah sadar bahwa ia telah disembuhkan oleh Yesus, ia memutuskan untuk kembali kepada Tuhan Yesus untuk bersyukur atas kesembuhannya. Orang Samaria adalah orang asing, namun ia berkata, "Terima kasih Tuhan untuk kesembuhan yang Engkau karuniakan pada saya." Hari-hari ini, banyak orang percaya yang menganggap bahwa Tuhan wajib menolong mereka. Jenis orang seperti ini cenderung melupakan kebaikan Tuhan, karena asyik dengan tuntutan mereka kepada Tuhan. Apakah Anda termasuk 9 orang yang sembuh dan tidak kembali untuk bersyukur atau 1 orang yang kembali untuk bersyukur atas keselamatan dari Yesus. Kata Yesus, "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau," (Lukas 17:19).
A4M.3. Melakukan
1. Sudahkah Anda menjadi pribadi yang selalu bersyukur?
2. Jika belum, kapankah Anda akan melakukannya?
A4M.4. Membagikan
Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).
Tuesday, January 03, 2012
Bersyukur adalah Mempercayai Allah Sepenuhnya
Kamis, 29 Desember 2011
Bersyukur adalah Mempercayai Allah Sepenuhnya
A4M.1. Menerima
Hafalkanlah ayat-ayat ini:
1. 2 Tawarikh 20:12, "Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."
2. Mazmur 9:11, "Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN."
A4M.2. Merenungkan
Sebaiknya Anda membaca 2 Tawarikh 20:1-37. Karena kisah yang tertulis di sini akan membuka suatu wawasan yang baru, bahwa ada kuasa di dalam pujian yang dinyanyikan. Kita melihat bahwa raja Yosafat tidak mempunyai pasukan tentara yang mumpuni untuk sanggup melawan pasukan bani Moab dan bani Amon. Tetapi, Yosafat justru mempunyai pasukan pemuji Tuhan yang luar biasa. Mengapa? Karena Yosafat percaya bahwa ada kuasa di dalam pujian dan ucapan syukur. Hanya dengan pujian dan ucapan syukur saja, maka musuh pun dapat dikalahkan. Jika kita memperhatikan ekspresi pujian dan syukur raja Yosafat, maka kita melihat bahwa ia mempercayai Allah sepenuh hati. Hal ini tampak dari kalimat, "Tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." Saya percaya bahwa ungkapan ini hanya lahir dari pengenalan dan kepercayaan yang sepenuhnya pada Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan. Karena ucapan syukur yang didasari oleh pengenalan kita kepada Tuhan, akan membawa kita melihat kuasa Tuhan bekerja dengan nyata di dalam hidup kita.
A4M.3. Melakukan
1. Sudahkah saya memuji Tuhan saat saya menghadapi masalah?
2. Jika belum, mengapa Anda tidak bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam hidup Anda?
A4M.4. Membagikan
Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).
Monday, January 02, 2012
Bersyukur adalah Kita Bersepakat dengan Tuhan
Rabu, 28 Desember 2011
Bersyukur adalah Kita Bersepakat dengan Tuhan
A4M.1. Menerima
Hafalkanlah ayat-ayat ini:
1. Bilangan 14:2, "Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!"
2. Bilangan 14:6-8, "Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya."
A4M.2. Merenungkan
Lawan dari bersyukur adalah bersungut-sungut. Tuhan berinisiatif membawa orang Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian adalah gambaran dari perjalanan kekristenan kita hari ini. Tuhan menebus kita dari Mesir (tempat perbudakan dosa) dan membebaskan kita dari perbudakan untuk membawa kita kepada tujuan panggilan-Nya di dalam kita. Namun Alkitab memberikan gambaran yang jelas kepada kita tentang angkatan pertama orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya 2 orang yang masuk ke Tanah Perjanjian, yaitu Kaleb dan Yosua. Mengapa hanya dua dari sekian juta orang yang ditebus Tuhan dari Mesir? Karena mereka bersungut-sungut di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya mereka mati binasa di padang gurun. Mengapa hanya Kaleb dan Yosua saja yang berhasil untuk masuk ke Tanah Perjanjian? Karena mereka memilih untuk bersepakat dengan Tuhan, bahwa apa yang dijanjikan Tuhan pasti digenapi. Bagaimana dengan Anda hari ini? Apakah memilih untuk bersepakat dengan Tuhan atau sebaliknya bersungut-sungut?
A4M.3. Melakukan
1. Kapankan terakhir kali Anda bersungut-sungut kepada Tuhan?
2. Apa alasan yang signifikan bagi Anda untuk bersyukur pada hari-hari ke depan?
A4M.4. Membagikan
Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).
Monday, December 26, 2011
Bersyukur adalah Membawa Korban Kepada Tuhan
Selasa, 27 Desember 2011
Bersyukur adalah Membawa Korban Kepada Tuhan
A4M.1. Menerima
Hafalkanlah ayat-ayat ini:
1. Ulangan 16:16, "Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,"
2. Mazmur 50:23, "Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."
A4M.2. Merenungkan
Ketika kita Bersaat Teduh setiap pagi, kita sedang bersekutu dengan Tuhan. Dan orang yang mau bersekutu dan tinggal di dalam Tuhan tidak boleh datang dengan tangan hampa. Kita perlu memperhatikan peringatan firman ini, "Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa" dan lagi, "Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku." Jadi, salah satu korban yang menyukakan Tuhan adalah ucapan syukur. Adalah korban di hadapan Tuhan, jika semua hal yang terjadi dalam hidup kita hari ini berjalan tidak seperti yang diharapkan, tetapi kita memutuskan untuk tetap bersyukur. Adalah korban jika saat ini fisik kita tidak memungkinkan bagi kita untuk mengucapkan sepatah kata pun, namun hati kita melonjak dan bersukacita di hadapan Tuhan. Kita berkata, "Tuhan, Engkau sungguh baik dan luar biasa." Itu adalah korban yang memuliakan Tuhan. Janganlah kita menghadap ke hadirat Tuhan dengan tangan hampa.
A4M.3. Melakukan
1. Sudahkah Anda sadar bahwa Anda tidak boleh menghadap Allah dengan tangan hampa?
2. Pernahkah Anda bersyukur kepada Tuhan meski Anda dalam keadaan yang tidak baik?
A4M.4. Membagikan
Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).
Sunday, December 25, 2011
Bersyukur adalah Kita Tahu Bahwa Allah Ada Di Sini Saat Ini
Senin, 26 Desember 2011
Bersyukur adalah Kita Tahu Bahwa Allah Ada Di Sini Saat Ini
A4M.1. Menerima
Hafalkanlah ayat-ayat ini:
1. Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
2. Ulangan 31:6, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
A4M.2. Merenungkan
Salah satu ciri orang yang berjalan dengan Anugrah Allah adalah selalu mengucap syukur. Alkitab mengajarkan banyak hal kepada kita untuk selalu bersyukur kepada Allah di dalam segala keadaan. Maksudnya adalah ketika kita bersyukur kepada Tuhan dalam segala keadaan, maka sebenarnya kita berkata, "Tuhan, kami percaya bahwa Engkau hadir di sini," atau, "Tuhan, Engkau ada dalam situasi hidupku saat ini". Itulah sebabnya, Roma 8:28 dimulai dengan kalimat, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu di hidup kita," berarti kita seharusnya tahu bahwa Allah ada sekarang, dan bukan hari kemarin atau hari esok. Jadi, bersyukur artinya menyadari kehadiran Allah bersama kita pada saat ini. Kita harus tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Oleh karena itu, bukalah mulutmu dan mulailah bersyukur untuk mengekspresikan kehadiran Tuhan dalam hidupmu. Kita hanya perlu menguatkan dan meneguhkan hati kita untuk tidak takut dan gentar.
A4M.3. Melakukan
1. Apakah saya menjadi pribadi yang selalu bersyukur kepada Tuhan?
2. Pilihan lagu: Bri syukur bri puji (buat karyaMu), untuk dinyanyikan sebagai ekspresi ucapan syukur.
A4M.4. Membagikan
Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).
Saturday, December 24, 2011
Join me for Global Share the Bible Day
Download the Bible App
http://youversion.com/download
(click on the above link from your mobile device)
Tuhan Membuat Sesuatu Baru
Minggu, 25 Desember 2011
Tuhan Membuat Sesuatu Baru
A4M.1. Menerima
Bacalah kitab Yesaya 43:18-19 dengan hati yang haus sambil berdoa kepada Tuhan agar Firman Tuhan hari ini dapat menjadi berkat bagi kehidupan Anda.
18 firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
A4M.2. Merenungkan
1. Apa perintah Tuhan bagi kita? (Ayat 18)
2. Apa janji Tuhan bagi kita? (Ayat 19)
Berapa banyak orang Kristen yang masih mengingat-ingat masa lalu atau hal-hal yang sudah lalu? Apakah Anda mengalami kekecewaan, disakiti, diperlakukan tidak adil atau timbulnya luka-luka batin yang membekas di dalam hati Anda? Apakah kekecewaan dan trauma tertentu yang kita alami di masa lalu telah menghalangi kita untuk bertumbuh di dalam Tuhan? Firman Tuhan hari ini memberikan janji yang indah kepada kita, bahwa, "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara." (Yesaya 43:18-19)
Kita perlu melepaskan pengampunan kepada orang yang memperlakukan kita demikian, sebab ada janji Tuhan bagi kita tentang masa depan yang indah. Jangan biarkan masa lalu mempengaruhi masa depan yang telah dirancang oleh Tuhan bagi hidup Anda. Jangan Anda terjebak di dalam lumpur kekecewaan, tetapi mulailah berjalan dengan kepala tegak bersama Tuhan di dalam menyongsong kehidupan yang baru bersama Tuhan.
A4M.3. Melakukan
1. Apa yang akan Anda lakukan untuk melupakan masa lalu yang mengecewakan Anda?
2. Hal-hal praktis apa yang Anda mau lakukan untuk mempraktekkan Firman Tuhan ini?
A4M.4. Membagikan
Ceritakan pada rekan berkat apa yang Anda dapatkan dari perenungan Firman hari ini?
Ada Jalan Keluar
Sabtu, 24 Desember 2011
Ada Jalan Keluar
A4M.1. Menerima
Bacalah kitab 1 Korintus 10:12-13 dengan hati yang haus sambil berdoa kepada Tuhan agar Firman Tuhan hari ini dapat menjadi berkat bagi kehidupan Anda.
12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
A4M.2. Merenungkan
1. Apa nasehat Firman Tuhan dalam ayat 12?
2. Apa kata Firman Tuhan tentang pencobaan yang kita alami? (Ayat 13)
3. Apa janji Tuhan bagi kita saat kita mengalami pencobaan? (Ayat 13)
Setiap manusia pasti mengalami pencobaan dalam hidupnya. Meski pencobaan yang dialami berbeda-beda bagi setiap orang. Namun apa pun yang Anda alami tidak pernah melebihi kekuatan Anda, karena Allah yang berjanji demikian. Kita harus ingat bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, sehingga apabila kita dicobai, maka Ia pasti memberi kekuatan kepada kita. Ketika dicobai, berdoalah kepada Tuhan yang empunya kekuatan untuk menyediakan jalan keluar kepada Anda. Jangan mengandalkan manusia, karena Anda akan kecewa. Hanya Tuhan yang dapat memberikan pertolongan kepada Anda.
Ketika dalam kesesakan Daud berkata, "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan." (Mazmur 118:6-9) Apakah Anda mengalami pencobaan dalam hal sakit penyakit, masalah keuangan, kekhawatiran akan masa depan dan lain-lain. Kepada siapa Anda berharap? Ingatlah bahwa hanya Tuhan yang sanggup mengeluarkan Anda dari segala kesesakan.
A4M.3. Melakukan
1. Apa yang Anda lakukan untuk menghadapi pencobaan?
2. Hal-hal praktis apa yang Anda mau lakukan untuk mempraktekkan Firman Tuhan ini?
A4M.4. Membagikan
Ceritakan pada rekan berkat apa yang Anda dapatkan dari perenungan Firman hari ini.