Sunday, May 28, 2017

MENARUH PERHATIAN KEPADA PERINTAH-NYA

Minggu,28 Mei 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Ulangan 12:1-32

AYAT HAFALAN
Ulangan 12:28 BIS Perhatikanlah dengan baik segala yang sudah saya perintahkan kepadamu, maka kamu melakukan yang baik dan berkenan kepada TUHAN Allahmu, sehingga kamu dan keturunanmu selamat dan sejahtera untuk selama-lamanya."

Bacaan Alkitab setahun
Yehezkiel 3D-32;Yohanes 18:19-40

RENUNGAN INSPIRASI
Produser Amerika yang terkenal, Jed Harris, suatu hari merasa bahwa dia telah kehilangan pendengarannya. Dia segera pergi ke seorang dokter spesialis untuk diperiksa. Dokter itu mengeluarkan jam emasnya dan bertanya, “Apakah Saudara dapat mendengar detakan jam ini?” “Tentu,” jawab Harris. Dokter spesialis itu pun berjalan ke arah pintu dan menanyakan pertanyaan yang sama lagi. Harris memusatkan konsentrasinya dan berkata, “Ya, saya dapat mendengarnya dengan jelas.” Kemudian dokter itu berjalan ke ruang sebelah, dan mengulangi pertanyaan itu untuk ketiga kalinya. Harris menjawab bahwa ia dapat mendengar detakan jam tersebut. “Saudara Harris,” kata dokter itu menyimpulkan, “pendengaranmu tidak bermasalah. Saudara hanya tidak memberi perhatian untuk mendengarkan.”  (Clifton Fadiman, Little, Little, Brown Book of Anecdotes).

Hal seperti ini sering terjadi dalam kehidupan orang percaya. Bukan pendengaran kita yang bermasalah, kita hanya tidak memberi perhatian untuk mendengarkan suara-Nya. Kita mungkin mengelak dan berkata, “Tapi saya membaca Firman setiap hari.” Itu hanyalah komunikasi satu arah. Menaruh perhatian artinya memiliki komunikasi dua arah, antara kita dengan Tuhan. Seperti proses belajar antara guru dan murid. Sang guru terlebih dahulu akan menerangkan pelajaran, kemudian murid dapat bertanya tentang hal yang kurang dipahami. Menaruh perhatian kepada perintah-Nya artinya kita punya kesempatan untuk bertanya tentang perkara-perkara yang tidak kita dipahami setelah terlebih dahulu kita membaca dan merenungkan firman-Nya. Bukankah itu sebuah keistimewaan yang luar biasa? Pusatkanlah perhatian Anda pada perintah-Nya. Lakukan itu dengan penuh ketaatan, dengan demikian Anda telah menyenangkan hati Tuhan dan keturunan Anda akan sejahtera (ay. 25 BIS).

REFLEKSI DIRI
1. Apa yang dimaksudkan dengan “menaruh perhatian kepada perintah Tuhan”? 
2. Hal apa saja yang menghalangi Anda berkomunikasi dua arah dengan Tuhan? 

YANG HARUS DILAKUKAN
Sediakanlah waktu pribadi untuk membaca firman Tuhan, merenungkannya dan sendengkanlah telinga rohani Anda untuk peka mendengarkan suara Tuhan.

POKOK DOA
Tuhan, aku mau selalu merenungkan firman-Mu dan menerima tuntunan-Mu dalam hidupku. Aku mau taat melakukan kehendak-Mu di dalam hidupku.

Saturday, May 27, 2017

BERHARAP PADA MANUSIA

Sabtu, 27 Mei 2017

Bacaan  Alkitab hari  ini
Kejadian 40:1-23

Bacaan  Alkitab setahun
Yehezkiel 27-29; Yohanes 18:1-18

AYAT HAFALAN
Yeremia 17:7,Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

RENUNGAN INSPIRASI
"Jangan terlalu bergantung pada orang lain karena bayanganmu sendiri saja (dapat) meninggalkanmu saat berada di kegelapan." Begitu kata sebuah pepatah bagi mereka yang suka berharap kepada manusia. Sebagai makhluk sosial, kita memang saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dalam area apapun, kita pasti membutuhkan orang lain. Namun hal ini bukan berarti bahwa kita jadi bergantung dan terlalu mengandalkan orang lain. Mengapa demikian? Karena sehebat apapun seseorang yang diharapkan mampu memberi pertolongan, suatu saat pasti tidak bisa memberi pertolongan. Ini karena memang pada dasarnya kemampuan manusia itu terbatas. Berapa banyak orang kecewa hingga  akhirnya mengorbankan hubungan karena terlalu berharap dan salah memberi respon yang tepat.

Alkitab mencatat, kisah Yusuf yang pernah berharap kepada manusia. Ketika Yusuf ada di dalam penjara, dia membantu menafsirkan mimpi juru minuman dan juru roti. Kepada juru minuman, Yusuf berpesan untuk mengingat kebaikan yang telah diperbuatnya saat dia dibebaskan dari penjara (ay. 14). Tetapi juru minuman tidak ingat lagi akan janjinya ketika dia dibebaskan dan dikembalikan pada jabatannya. Yusuf dilupakan dan ditinggalkannya (ay. 23). Mungkin saat itu Yusuf lupa kepada siapa dia harus menaruh harapannya. Namun Yusuf tidak berlarut-larut dalam kekecewaannya. Dia tetap setia pada ketetapan Tuhan dan melakukan kebaikan dalam penjara, sampai akhirnya pertolongan datang dari Tuhan (Lihat Kej. 41:10-14). Saat kita mengalami proses sebagai murid Kristus, ada waktunya ketika semua tombol pertolongan yang sering kita gunakan tidak lagi berfungsi. Semua orang yang kita pikir dapat memberikan pertolongan, ternyata tidak dapat menolong. Bila itu terjadi dalam hidup Anda, jangan kecewa apalagi bila kemudian kita jadi menyalahkan orang lain. Arahkanlah pengharapan kita kepada Tuhan, stop berharap pada manusia. Percayalah, dalam dunia ini, tidak ada pribadi yang paling bisa diandalkan selain Tuhan kita.

REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda masih memiliki ‘Tombol Pertolongan’ dalam hidup ini? Apa atau Siapa yang menjadi ‘Tombol Pertolongan’ Anda?
2. Mengapa Tuhan tidak ingin kita meletakkan pengharapan kita kepada manusia? 

YANG HARUS DILAKUKAN
Andalkanlah Tuhan dalam segala situasi dan pergumulan yang Anda hadapi, karena pengharapan di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan.

POKOK DOA
Bapa, aku sadar tidak ada tempat yang paling tepat untuk berharap selain kepada Engkau. Ampunilah aku yang kadang mengandalkan kekuatan dan kemampuan manusia. Ajar aku untuk menaruh harapanku hanya kepada-Mu.

Friday, May 26, 2017

MENANG ATAS PENCOBAAN

Jumat, 26 Mei 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Lukas 4:1-13

Bacaan Alkitab setahun
Yehezkiel 24-26;Yohanes 17

AYAT HAFALAN
Markus 14:38, Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.

RENUNGAN INSPIRASI
Selama hidup, manusia sepertinya tidak dapat terlepas dari yang namanya pencobaan dan ujian. Bila ujian bertujuan untuk menguji atau memperkuat iman kita, sebaliknya pencobaan selalu mencari celah untuk menjatuhkan kita. Pencobaan bertujuan untuk merusak hubungan manusia dengan Allah, berusaha memisahkan manusia dari Allah. Yesus sendiri pernah dicobai saat berada di muka bumi. Setelah berpuasa selama 40 hari 40 malam, Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun. Di padang gurun inilah iblis mencobai Yesus, dan Yesus keluar sebagai pemenang (ay. 3-12). Yesus, yang dipenuhi oleh Roh Kudus, mematahkan setiap pencobaan si iblis dengan Firman. 

Pencobaan-pencobaan biasanya muncul didasarkan pada fantasi, yaitu godaan untuk menikmati sesuatu tanpa melakukan tindakan nyata. Ketika kita membiarkan pikiran kita terhanyut oleh godaan tersebut, maka pikiran akan terhubung dengan emosi dan menghasilkan suatu keinginan. Keinginan kemudian bertumbuh hingga menghasilkan keputusan untuk melakukan sesuatu. Tetapi puji Tuhan, Roh Kudus yang menyertai Yesus adalah Roh Kudus yang sama yang menyertai dan menguatkan hidup kita juga. Jika saat ini Anda sedang mengalami pencobaan yang begitu hebat. Entah itu dalam hubungan keluarga, pekerjaan atau berkaitan dengan ego Anda. Datanglah kepada Tuhan dan minta Roh Kudus menguatkan Anda serta memampukan Anda untuk melaluinya dan keluar sebagai pemenang. Jika Yesus telah menang menghadapi pencobaan, kita pun pasti mengalami kemenangan bersama dengan Dia.

REFLEKSI DIRI
1. Mengapa orang percaya mengalami pencobaan dan ujian dalam hidup? 
2. Apa janji dari Roh Kudus saat Anda mengalami pencobaan?  (Bdg. Yoh. 16:7)

YANG HARUS DILAKUKAN
Berjaga-jagalah senantiasa dan tetap berpegang pada kebenaran-Nya, karena selama kita hidup, ujian dan pencobaan akan selalu ada.

POKOK DOA
Allah Roh Kudus, kuatkanlah iman percayaku agar tidak jatuh dalam pencobaan. Ajarku untuk mengandalkan kuasa Firman-Mu agar hidupku mengalami kemenangan demi kemenangan.

Thursday, May 25, 2017

HATI YANG BARU

Kamis, 25 Mei 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Yehezkiel 36:1-38

Bacaan Alkitab setahun
Yehezkiel 22-23;Yohanes 16

AYAT HAFALAN
Yehezkiel 36:26, Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

RENUNGAN INSPIRASI
Pada awal tahun 1970-an, seorang teroris bernama Roger Arienda membuat suatu komplotan untuk membunuh presiden Filipina, Ferdinand Marcos. Namun rencana mereka diketahui pemerintah dan Arienda pun dijatuhi vonis 12 tahun penjara. Selama di dalam penjara, kebencian dan dendam Arienda terhadap presiden Marcos semakin menjadi-jadi. Ia bertekad, sekeluarnya dari penjara, ia akan berusaha sekali lagi untuk membunuh presiden Marcos. Pada suatu hari di tahun ketiga masa penahanannya, ia melihat ada sebuah buku yang sampulnya berwarna merah. Ia berpikir, jangan-jangan ini adalah “buku merah”-nya Mao Zedong, pemimpin komunis Cina. Ia mengambil buku itu, dan setelah membacanya ia menjadi sangat kecewa, karena ternyata buku itu bukan buku komunis, melainkan Alkitab. Mulanya ia hendak melempar buku itu, tapi akhirnya ia memutuskan untuk membacanya juga. Melalui firman yang dibacanya, Roh Kudus mulai bekerja melembutkan hatinya yang keras. Beberapa tahun kemudian hidupnya berubah drastis, ia mulai menjadi pribadi yang menampakkan cinta kasih, yang tadinya tidak pernah ia miliki. Saat ini Roger Arienda dipakai Tuhan begitu luar biasa menjadi hamba Tuhan yang menyebarkan Injil di Filipina.

Dalam Alkitab, Nabi Yehezkiel pernah bernubuat bahwa Tuhan akan memulihkan Israel dengan memberikannya hati yang baru (ay. 26). Mengapa Tuhan ingin memberikan hati yang baru? Hati adalah pusat dari kehendak manusia. Jika hati manusia sudah terluka dan rusak, tidak ada hal apa pun di dunia ini yang mampu memulihkannya. Jika saat ini hati Anda sedang terluka karena kecewa kepada seseorang atau suatu peristiwa, datanglah kepada Tuhan. Tuhan mau dan sanggup memulihkan kehidupan Anda secara utuh. Bahkan Tuhan berkata, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru dan pikiran yang baru.” (ay. 26a BIS) Sekarang semuanya kembali pada keputusan Anda. Maukah Anda datang kepada Tuhan agar kehidupan Anda dipulihkan dan Anda diberikan hati dan pikiran yang baru?

REFLEKSI DIRI
1. Apa janji Tuhan kepada umat Israel saat mereka berada dalam pembuangan? 
2. Apa janji Tuhan bagi Anda yang sedang mengalami luka hati? 

YANG HARUS DILAKUKAN
Datanglah kepada Tuhan dalam doa dan terimalah dengan iman kasih Tuhan yang besar dan pemulihan dalam hidup Anda. 

POKOK DOA
Tuhan Yesus, aku percaya seburuk apapun kondisi hidupku tidak ada yang tidak dapat dipulihkan oleh kuasa darah-Mu. Aku terima dengan iman hati yang baru dan roh yang baru di dalam nama Tuhan Yesus.

Wednesday, May 24, 2017

KELEMAHAN MEMBAWA KEMULIAAN

Rabu, 24 Mei 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Hakim-hakim 7

Bacaan Alkitab setahun
Yehezkiel 20-21; Yohanes 15

AYAT HAFALAN
2 Korintus 12:9, Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

RENUNGAN INSPIRASI
Jika Anda adalah seorang atlet angkat besi yang sudah menjuarai Olimpiade, lalu Anda berhasil mengangkat beban seberat 100 kg, hal itu mungkin tidak terlalu istimewa. Tetapi, lain halnya bila Anda adalah seorang anak kecil yang berat badannya saja hanya 35 kg, berhasil mengangkat beban seberat 100 kg. Anda bisa saja dianggap manusia super. Ini yang terjadi pada Gideon yang hanya memiliki 300 pasukan tetapi berhasil mengalahkan 135 ribu tentara Midian. Ini juga yang terjadi pada remaja penggembala domba yang bernama Daud, yang berhasil mengalahkan pasukan khusus berbadan tinggi besar yang bernama Goliat. Ini juga yang terjadi dengan para murid Yesus. Sekumpulan orang-orang biasa, bahkan bisa dikatakan sebagai warga negara kelas dua, namun menjadi rasul yang luar biasa dan bapa gereja.

Banyak orang yang mau mengalami hal seperti di atas. Meski awalnya diolok-olok, namun akhirnya beroleh kemenangan besar. Pertanyaannya adalah apabila kita belum mengetahui seperti apa ending-nya, siapkah kita menjalani prosesnya? Berapa banyak yang bersedia mengalami apa yang dialami oleh Paulus? Kelemahan yang disebutnya sebagai duri dalam daging, jelas adalah sesuatu yang menyakitkan baginya. Bahkan tercatat hingga tiga kali Paulus berdoa kepada Tuhan untuk mengangkatnya. Tetapi Tuhan justru berkata bahwa hal itu akan membuat kuasa-Nya semakin sempurna. Kelemahan dan kekurangan kita bisa menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan. Tuhan bisa saja memberi kita kekuatan untuk mengangkat beban itu atau bisa juga Tuhan malah memberi kekuatan untuk kita dapat menanggungnya. Itu semua adalah hak Tuhan. Apapun kekuatan yang diberikan-Nya pada kita, jangan sampai kita membatasi Tuhan dengan keinginan-keinginan kita. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan bahwa kita selalu melekat pada-Nya karena Dialah Sumber Kekuatan kita. 

REFLEKSI DIRI
1. Apa yang menjadi kelemahan atau kekurangan dalam hidup Anda?
2. Bagaimana Anda menyikapi hal ini? Bagaimana Anda dapat melihat karya Tuhan melalui kelemahan Anda?

YANG HARUS DILAKUKAN
Jangan minder dengan kelemahan atau kekurangan Anda. Ingat, Tuhan punya rencana yang agung atas hidup kita. Andalkan kekuatan Tuhan dan muliakanlah nama-Nya.

POKOK DOA
Tuhan Yesus, Engkaulah Sumber Kekuatanku, Tuhan. Aku tahu aku penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Itu sebabnya Tuhan, aku berdoa berikanlah aku kekuatan agar aku dapat keluar sebagai pemenang dan memuliakan nama-Mu melalui kelemahanku. 

Monday, May 22, 2017

HIDUP BERKELIMPAHAN

Senin, 22 Mei 2017

Bacaan Alkitab hari ini
1 Raja-raja 17:7-24

Bacaan Alkitab setahun
Yehezkiel16-17;Yohanes 13:21-38

AYAT HAFALAN
Kisah Para Rasul 20:35, Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.

RENUNGAN INSPIRASI
Richard Wumbrand, seorang misionaris dan penginjil dari Rumania, mengisahkan pengalamannya selama 14 tahun dalam penjara rejim komunis Rumania. Selama di penjara, mereka hanya diberi semangkuk sup kotor setiap hari dan sepotong roti setiap minggu. Dalam keadaan sulit seperti itu, Richard dan beberapa orang percaya lainnya yang dipenjara bersama-sama, memutuskan untuk tetap memberikan “perpuluhan” bagi Tuhan. Setiap minggu ke-sepuluh, mereka memutuskan untuk berpuasa dan memberikan roti tersebut kepada saudara-saudara yang lebih lemah keadaannya. Dalam keadaan sangat kekurangan sekalipun, hati mereka sungguh berkelimpahan.

Alkitab menjelaskan bahwa salah satu kerinduan Allah bagi orang percaya adalah agar dapat hidup dalam kelimpahan (Lht. Yoh. 10:10). Dengan hidup dalam kelimpahan, maka lebih mudah untuk kita menjadi berkat bagi orang lain. Kelimpahan yang dimaksudkan di sini tidak semata-mata hanya berbicara tentang kelimpahan materi belaka. Kelimpahan adalah sikap hati! Dalam keadaan apapun, bila hati kita melimpah, maka mudah bagi kita untuk berbagi dan menjadi berkat. Apa yang kita lihat dalam hidup kita? Apabila kita hanya melihat kebutuhan dan kekurangan, maka kita akan selalu mendapati hidup kita terus berkekurangan. Mari kita mengembangkan sikap hati yang berkelimpahan. Daripada selalu mengharapkan untuk menerima, mengapa bukan kita yang memberi? Daripada berharap untuk diperhatikan, mengapa bukan kita yang memberi perhatian? Daripada hanya datang beribadah, mengapa kita tidak bergabung dalam pelayanan? Masih banyak yang bisa kita lakukan, bukan? 

REFLEKSI DIRI
1. Bagaimanakah kita dapat hidup menjadi saluran berkat bagi orang lain?
2. Setelah Anda membaca renungan ini, apa yang harus Anda lakukan untuk dapat memiliki sikap hati yang berkelimpahan?

YANG HARUS DILAKUKAN
Milikilah sikap hati yang berkelimpahan. Belajarlah untuk menjadi berkat bagi sesama. Mulailah dari hal-hal yang sederhana terlebih dahulu.

POKOK DOA
Tuhan Yesus, sungguh ku rindu untuk dapat hidup menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku. Berikanku hati yang penuh dengan ucapan syukur, Tuhan, agar aku dapat melakukan sesuatu untuk memberkati sesamaku.

Sunday, May 21, 2017

TIDAK SESUAI HARAPAN

Minggu,21 Mei 2017

Bacaan Alkitab hari ini
Ayub 1:1-22

Bacaan Alkitab setahun
Yehezkiel 14-15; Yohanes 13:1-20

AYAT HAFALAN
Ayub 1:21, "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya.TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil,terpujilah nama TUHANI"

RENUNGAN INSPIRASI
Dalam bukunya yang berjudul “When God Doesn’t Make Sense,” James Dobson menuliskan pengalaman Jin Conway. Seorang hamba Tuhan yang memiliki putri berusia 15 tahun yang mengidap tumor ganas di kakinya. Hasil pemeriksaan dokter mengatakan bahwa kaki putrinya ini harus diamputasi. Sebagai seorang hamba Tuhan, iman Conway begitu luar biasa, sehingga ia berdoa dan sangat yakin bahwa Tuhan akan melakukan mujizat sehingga kaki putrinya tidak perlu diamputasi. Akhirnya tibalah hari yang sudah dijadwalkan dokter untuk melakukan amputasi tersebut. Sebelum operasi dilakukan, Conway meminta dokter untuk memeriksa putrinya sekali lagi dan yakin bahwa tumor ganas tersebut sudah hilang dan putrinya tidak perlu kehilangan kaki. Hasilnya, kanker tersebut tetap ada. Amputasi tetap dilakukan. Iman Conway runtuh seketika itu juga. Rasa marah dan kecewa pada Tuhan bercampur jadi satu. Conway tidak bisa menerima kenyataan yang pahit itu. Butuh waktu yang cukup lama sebelum akhirnya Conway mengerti bahwa Tuhan punya tujuan yang jauh lebih besar dari apa yang pernah dipikirkannya.

Beriman berarti percaya kepada Tuhan. Kesalahan banyak orang percaya adalah ketika iman dipahami sebagai keyakinan bahwa Tuhan akan melakukan seperti yang diminta dan diyakini. Jika pemahaman iman kita seperti demikian, bukankah itu sama saja kita yang menjadi “tuhan” dan mengatur Tuhan? Iman artinya yakin dan percaya bahwa Tuhan akan melakukan yang terbaik untuk kita, meskipun itu tidak seperti yang kita minta. Apakah Ayub tidak berdoa agar anak-anaknya dilindungi dan dijagai Tuhan? Apakah Ayub tidak berdoa agar usahanya lancar dan berkembang? Apakah Ayub tidak berdoa dan menjaga  kesehatannya? Tapi kenyataannya, Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi dalam hidup Ayub yang tidak sesuai dengan harapannya. Kedewasaan iman kita diukur dari sikap dan respon kita ketika apa yang kita dapatkan dari Tuhan tidak sama dengan apa yang kita harapkan. Belajarlah dari respon Ayub, “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (ay. 21). Itulah iman!

REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda pernah mengalami kejadian yang tidak sesuai dengan harapan Anda? Bagaimana respon Anda waktu itu?
2. Setelah Anda membaca renungan ini, iman seperti apakah yang harus kita bangun?

YANG HARUS DILAKUKAN
Jangan goyah hanya karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Percayalah bahwa Tuhan tahu yang terbaik buat anak-anak-Nya.

POKOK DOA
Tuhan Yesus, aku mohon ampun bila aku pernah memaksakan kehendakku. Roh Kudus, kuatkan aku dan bimbinglah aku agar aku dapat mengerti rencana Tuhan yang indah dalam hidupku.