Sunday, September 24, 2017

Rindu Kehadiran Tuhan

Minggu, 24 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
Lukas 17:11-19

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 22; Yosua 19-21

AYAT HAFALAN
Lukas 17:17

RENUNGAN INSPIRASI
Kisah nyata ini sungguh menggugah hati saya. Ada seekor penguin yang berenang menempuh jarak sejauh 8.000 km hanya untuk menemui seorang nelayan. Kisah ini berawal saat nelayan yang bernama Joao ini menemukan seekor penguin kecil yang terjebak dalam genangan minyak bumi yang tumpah di laut. Penguin kecil yang hampir mati itu pun dibawanya pulang, dirawat, diberi makan ikan. Joao memberi nama penguin itu Dindim. Setelah dirawat lebih kurang selama seminggu, penguin itu pun mulai pulih. Dindim tinggal bersama Joao selama 11 bulan, hingga kemudian dia menumbuhkan bulu-bulu barunya dan kemudian menghilang. Namun, beberapa bulan kemudian Dindim, sang penguin kecil ini, kembali datang menemui Joao. “Selama empat tahun terakhir ini ia selalu mengunjungi saya,” kata Joao. “Dia datang menemui saya setiap bulan Juni dan baru pergi kembali di bulan Februari setiap tahunnya.” Sungguh sebuah kisah yang luar biasa, bagaimana seekor penguin begitu rindu untuk bertemu dengan nelayan yang telah menyelamatkan nyawanya.
Ironisnya, tidak banyak manusia yang bertindak seperti itu terhadap Sang Juruselamat. Bukannya merindukan hadirat Tuhan, kita justru sering mengabaikan Tuhan dan memakai seribu satu alasan untuk tidak menemui-Nya. Tuhan sudah menyelamatkan hidup kita dengan rela mati di atas kayu salib. Berhentilah untuk hanya sekedar mensyukuri keselamatan yang telah kita terima, tetapi milikilah kerinduan untuk bertemu dengan Yesus. Janganlah kita menjadi seperti 9 dari 10 orang sakit kusta yang telah disembuhkan Yesus. Bersyukur atas anugerah keselamatan-Nya bagi kita adalah baik, tetapi akan lebih baik lagi bila kita pun mewujudkan ucapan syukur kita dengan kerinduan untuk bersekutu dengan-Nya.

REFLEKSI DIRI
1. Apa yang dilakukan 10 orang sakit kusta yang disembuhkan Tuhan?
2. Bagaimana sikap kita selama ini terhadap Tuhan? Adakah kita memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya setiap hari?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, terima kasih Tuhan, Engkau telah menyelamatkan aku. Engkau telah mengangkat aku dari lembah dosa, membenarkan aku dan melayakkan aku. Tuhan, aku mau datang menghampiri-Mu dan bertemu muka dengan muka dengan-Mu setiap hari. Roh Kudus, jamahlah hidupku, aku haus akan kasih-Mu.

YANG HARUS DILAKUKAN
Mulailah membangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap hari melalui pujian, penyembahan dan doa.

HIKMAT HARI INI
Jangan hanya mensyukuri keselamatan yang kita terima, tapi milikilah kerinduan untuk bertemu Juruselamat kita.

Saturday, September 23, 2017

Pertolongan-Nya yang Tak Terduga

Sabtu, 23 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
Kisah Para Rasul 27:39-44

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 21:27-40; Yosua 16-18

AYAT HAFALAN
Mazmur 121:1-2

RENUNGAN INSPIRASI
Pernahkah Anda mengalami rasa putus asa dan tidak ada harapan lagi, lalu tiba-tiba datang pertolongan? Bagaimana perasaan Anda saat itu? Sebagai tawanan, Paulus naik kapal bersama tawanan lain menuju Roma. Dalam perjalanannya, kapal itu kandas karena membentur gundukan pasir. Khawatir para tawanan akan melarikan diri, prajurit-prajurit Romawi berniat membunuh seluruh tawanan. Di tengah situasi yang genting itu, Tuhan menunjukkan pertolongan-Nya yang ajaib kepada Paulus. Saat para prajurit siap membunuh para tawanan, Tuhan menjamah hati seorang perwira Romawi. Perwira itu menghentikan niat para prajurit dan memerintahkan mereka untuk berenang terlebih dahulu ke darat. Akhirnya Paulus dan para tahanan lainnya luput dari maut. Melalui peristiwa ini, kita dapat melihat bagaimana Tuhan dapat memberikan pertolongan dengan cara-Nya yang ajaib.

Sebagai anak Tuhan, kadang kita diijinkan menghadapi situasi yang berat dan sulit. Namun kita tidak boleh putus asa apalagi menyerah. Kita harus percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan pertolongan. Mungkin saat ini usaha Anda diambang kebangkrutan, keuangan Anda sedang menghadapi masalah besar, rumah tangga Anda di ujung perceraian, atau masa depan anak Anda seakan menuju kehancuran atau hal-hal berat lainnya. Janganlah takut dan bimbang. Tetaplah berharap hanya kepada Tuhan. Percayalah bahwa pertolongan-Nya tidak akan pernah terlambat dan Dia punya berbagai macam cara untuk menolong Anda. Anda akan dibuat terpesona akan kuasa dan kebesaran-Nya. Adakalanya berkat dan pertolongan-Nya justru datang pada saat kita merasa seakan sudah tidak ada harapan lagi. Itu sebabnya, jangan pernah lepaskan harapan Anda pada-Nya dan nantikanlah pertolongan Tuhan turun dalam kehidupan Anda dengan iman yang teguh.

REFLEKSI DIRI
1. Apa janji Tuhan ketika kita berada dalam situasi yang sulit dan tanpa harapan?
2. Apa yang perlu segera kita lakukan saat berada di dalam situasi yang demikian?

POKOK DOA
Tuhan, aku percaya semua masalah dan tantangan di dalam hidupku dapat kulalui bersama-Mu. Aku yakin pertolongan-Mu sungguh ajaib dan selalu ada bagiku. Apa yang tak pernah kulihat dan tak pernah kupikirkan itu yang Engkau sediakan bagiku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Jangan bimbang dan tawar hati, tetaplah beriman dan sandarkanlah harapan Anda kepada Tuhan. Dia terlebih besar dari masalah apa pun yang sedang Anda hadapi.

Friday, September 22, 2017

Saling Menghargai

Jumat, 22 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
Roma 12:9-21

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 21:1-26; Ulangan13-15

AYAT HAFALAN
Roma 12:10

RENUNGAN INSPIRASI
William James, seorang filsuf terkenal Amerika pernah mengatakan, ”Prinsip paling dasar dari sifat manusia adalah keinginan yang besar untuk dihargai.” Ya, semua orang ingin dihargai atau diberi penghargaan. Penghargaan merupakan pengakuan bahwa usaha keras, dan pengorbanan yang dilakukan itu diakui dan dihargai. Hal ini juga dapat memotivasi seseorang untuk meningkatkan performanya. Abraham Lincoln mengatakan bahwa semua orang senang mendapatkan penghargaan dari sesamanya. Itu sebabnya, ketika pegawai Anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik, saat anak Anda sudah berusaha maksimal dalam ujian, atau pasangan Anda telah menolong Anda dalam melakukan sesuatu, berikanlah pujian sebagai penghargaan kepada mereka.

Dalam suratnya kepada jemaat di kota Roma, Rasul Paulus juga mengingatkan kita untuk saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Rasul Paulus hendak mengajarkan kepada kita bahwa memberi hormat atau penghargaan kepada orang lain harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Salurkanlah kasih Tuhan melalui penghargaan-penghargaan yang kita berikan pada sesama. Tetapi ingatlah untuk memberikan penghargaan yang tulus, bukan sanjungan basa-basi yang hanya berpura-pura saja. Lidah yang dusta adalah kekejian di mata Tuhan (Lih. Ams. 6:16-19). Mungkin hal ini terlihat sepele, tetapi percayalah bahwa hal yang kita anggap kecil ini dapat membawa dampak yang besar bagi orang lain. Penghargaan yang Anda berikan dapat membuat orang lain termotivasi untuk memberikan terbaik.

REFLEKSI DIRI
1. Seberapa sering Anda memberikan penghargaan pada orang lain?
2. Apa langkah-langkah yang akan Anda lakukan untuk bisa mulai memberikan penghargaan bagi orang lain?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, ajarku untuk menjadi saluran kasihMu kepada orang lain. Aku mau belajar untuk melihat nilai positif dan menghargai setiap orang. Aku mau menjadi orang yang berinisiatif untuk memberikan pujian dan penghargaan yang tulus kepada orang lain. Aku mau membawa semangat dan sukacita bagi orang-orang yang ada di sekelilingku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Mulailah mencari nilai positif dari orang lain. Ambillah inisiatif untuk memberikan penghargaan kepada orang lain dalam keseharian Anda. Sampaikan dengan tulus dan mulailah dari keluarga Anda, lalu rekan sekerja dan sepelayanan Anda hingga kepada semua orang.

HIKMAT HARI INI
Seseorang yang dihargai akan selalu memberikan lebih dari apa yang diharapkan.

Thursday, September 21, 2017

Tuhan Selalu Memegang Janji-Nya

Kamis, 21 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
Roma 4:13-21

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 20:17-38; Yosua 10-12

AYAT HAFALAN
Roma 4:20-21

RENUNGAN INSPIRASI
Ada sebuah kisah mengharukan yang terjadi pada tanggal 7 Desember 1998 di Armenia tentang bagaimana seorang ayah menepati janjinya. Pada hari itu, terjadi gempa dengan kekuatan 6,9 Skala Richter yang menghancurkan beberapa bangunan termasuk sebuah gedung sekolah. Mendengar berita itu, seorang bapak berlari dengan kencang menuju sekolah itu, karena anaknya adalah salah satu murid di sana. Pikirannya selalu teringat pada kalimat yang sering diucapkan kepada anaknya, “Nak, apa pun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu.” Setelah sampai di depan gedung sekolah, ia pun segera mencari anaknya di puing bangunan di ruangan kelas anaknya. Bapak ini tak kenal lelah, ia terus menggali dan menggali. Setelah sekitar 18 jam menggali, tiba-tiba terdengar suara dari sebuah papan yang roboh. Ia langsung berusaha untuk mengangkat papan itu dan memanggil nama anaknya, “Armando!” Tak lama kemudian terdengar suara kecil dari balik reruntuhan, “Papa!” Dan diikuti oleh suara anak-anak lain yang ikut berteriak meminta tolong. Ada 14 anak yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Di hadapan teman-temannya Armando berkata, “Lihat aku sudah bilang ‘kan, papaku pasti akan datang menyelamatkan kita.” Janji yang sering diucapkan ayahnya kepada Armando, selalu diingat dan dipegang oleh Armando. Ia yakin bahwa ayahnya akan selalu menolongnya di masa sulit, dan janji itu terbukti.

Jika seorang ayah di dunia saja bisa begitu setia memegang janjinya, apalagi Bapa kita di surga. Jauh melebihi ayah yang mengasihi anaknya ini, kasih Tuhan kepada kita sungguh luar biasa. Mari kita belajar seperti Armando yang tidak pernah ragu akan kepastian janji ayahnya. Bila Tuhan berjanji akan selalu menyertai kita, maka Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia tidak akan pernah menyerah terhadap kita. Yakinlah, bahwa Dia akan menggenapi janji-Nya di dalam kehidupan kita. Allah kita adalah Allah yang hidup dan berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

REFLEKSI DIRI
1. Seberapa besar Anda mempercayakan harapan Anda kepada Tuhan? Mengapa demikian?
2. Apa yang Anda lakukan untuk mempraktekkan iman Anda tersebut?

POKOK DOA
Bapa yang terkasih, aku mengucap syukur karena Engkau Allah yang setia. Aku percaya, ya Bapa, bahwa kuasa-Mu untuk menggenapi janji-Mu kepadaku sungguh tidak terbatas. Seperti Engkau yang tidak pernah menyerah terhadapku, berikanku hati yang tidak pernah menyerah dalam menantikan jawaban-Mu.

YANG HARUS DILAKUKAN
Sesulit apapun situasi yang sedang Anda hadapi, tetaplah percaya bahwa Tuhan senantiasa ada bersama Anda dan siap memberi pertolongan.

HIKMAT HARI INI
Iman bukanlah perasaan, iman adalah keyakinan bahwa kita sudah menerima apa yang kita harapkan.

Wednesday, September 20, 2017

Kuasa Pikiran

Rabu, 20 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
Filipi 4:1-9

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 20:1-16; Yosua 7-9

AYAT HAFALAN
Filipi 4:8

RENUNGAN INSPIRASI
Dr. Lissa Rankin, penulis buku Mind Over Medicine, mengemukakan sebuah fakta yang mengejutkan dunia kedokteran. Ternyata selama bertahun-tahun dalam karirnya sebagai dokter, Dr. Lissa Rankin menemukan banyak sekali dokter yang memberikan obat palsu kepada pasiennya, suntikkan palsu, juga operasi yang dilakukan dengan berpura-pura. Sebenarnya obat yang diberikan hanya mengandung gula, bukan obat. Suntikkan yang diberikan juga hanyalah suntikkan vitamin, dan operasi yang diberikan sebenarnya tidaklah terlalu serius. Tetapi faktanya, tingkat kesembuhan pasien meningkat drastis. Ini karena pasien merasa yakin, bahwa mereka sudah dalam proses penyembuhan. Dalam riset yang lain, seorang pria yang dijadikan kelinci percobaan, diberitahu bahwa ia akan dieksekusi dengan cara diberi suntikkan mati. Walau sebenarnya suntikkan yang diberikan kepadanya hanyalah vitamin dan tidak mengandung racun untuk membunuhnya, namun dalam waktu yang tidak terlalu lama, jantung pria itu berhenti berdetak.

Berdasarkan cerita di atas, dapat kita lihat betapa besarnya kuasa pikiran kita. Napoleon Hill pernah mengatakan, “Apa yang kita pikirkan dan percayai, maka kita dapat meraihnya.” Betapa hebatnya kuasa pikiran itu! Kita sudah sering mendengarkan betapa pentingnya menjaga pikiran kita selalu positif dan optimis. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus mengingatkan: ‘Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, dan semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan layak dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (ay. 8). Mulai hari ini, fokuskanlah pikiran Anda pada hal-hal tersebut. Pikirkanlah perkara-perkara yang di atas, karena apa yang Anda pikirkan itulah yang akan terjadi di dalam hidup Anda. Berpikirlah positif, bukan sekedar untuk meyakinkan diri kita sendiri. Lebih dari pada itu, berpikirlah positif dan milikilah sikap hidup yang optimis, karena itulah yang diperintahkan Tuhan kepada kita semua.

REFLEKSI DIRI
1. Apa yang akan terjadi pada orang yang masih menyimpan pikiran-pikiran yang negatif?
2. Bagaimanakah Anda dapat menjaga pikiran Anda agar selalu positif dan optimis?

POKOK DOA
Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang telah menyadarkanku untuk segera melepaskan diri dari belenggu pikiranku yang negatif. Ya Roh Kudus, perbaharui pikiranku. Aku mau menjadi pribadi yang berpikir positif dan optimis, karena aku tahu penyertaan Allah di dalam hidupku sempurna.

YANG HARUS DILAKUKAN
Sadarilah betapa besarnya kuasa pikiran kita dan pengaruhnya dalam kehidupan Anda. Pusatkanlah pikiran Anda pada Allah sumber damai sejahtera.

HIKMAT HARI INI
Bila Anda ingin hidup Anda berubah, mulailah dari mengubah cara berpikir Anda.

Tuesday, September 19, 2017

Menjaga Api Semangat

Selasa, 19 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
Amsal 18:1-24

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 19:21-41; Yosua 4-6

AYAT HAFALAN
Amsal 18:14

RENUNGAN INSPIRASI
Sebuah survei yang dilakukan pada para CEO perusahaan yang termasuk dalam Fortune-500 menunjukkan bahwa lebih dari 50% CEO perusahaan tersebut rata-rata mendapat nilai C ketika mereka kuliah. Berikutnya, hampir 70% dari seluruh Presiden AS hanya mencapai peringkat menengah ke bawah di kelasnya. Dan, lebih dari 50% pengusaha besar di AS tidak menyelesaikan kuliahnya. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang menyebabkan orang-orang yang tampaknya biasa-biasa saja mampu mencapai hal-hal besar dan menjadi orang-orang yang luar biasa? Jawabnya adalah: semangat. Nelson Mandela pernah berkata, “Zaman ini tidak akan berakhir karena kejahatan, tetapi disebabkan oleh kurangnya semangat.” Apa itu semangat? Semangat adalah gairah dari dalam atau antusiasme yang besar pada sesuatu. Penyebab mengapa banyak orang menyerah dan gagal adalah karena semangat yang telah patah.

Hidup adalah sebuah perjuangan dan perlombaan. Kita sudah memulainya dengan baik ketika kita percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Tapi itu hanyalah sebuah awal. Kita masih harus terus berjuang dan berlomba dalam perlombaan iman hingga selesai. Kita perlu tetap bersemangat. Ini adalah salah satu kunci agar kita mampu bertahan dalam berbagai  tantangan hidup. Semangat adalah sebuah keputusan iman untuk melihat sisi positif atau kebaikan dibalik setiap masalah. Orang yang bersemangat akan terlihat dari setiap tindakan dan juga tercermin dari mimik wajahnya, penuh sukacita, berseri-seri, antusias dan enerjik. Sebagai orang percaya, kita harus selalu  bersemangat, karena kita tahu Tuhan ada di dalam hidup kita. Dia menuntun setiap langkah kita dan mengendalikan seluruh hidup kita.

REFLEKSI DIRI
1. Apa alasan utama kita tetap bersemangat dalam menjalani hidup ini?
2. Apa saja keuntungan dari orang-orang yang memilih untuk tetap bersemangat?

POKOK DOA
Tuhan, aku berdoa biarlah kesadaran akan kehadiran-Mu dalam hidupku membuat aku tetap antusias menjalani hidup ini. Masalah dan tantangan hidup bisa saja hadir, tapi aku percaya aku pasti bisa melewatinya bersama Engkau. Aku percaya rencana-Mu selalu indah bagiku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Mulailah setiap hari yang baru dengan penuh ucapan syukur bahwa Allah ada bersama dengan Anda.

HIKMAT HARI INI
Salah satu ciri Roh Tuhan ada dalam diri seseorang dapat terlihat dari semangat yang terpancar keluar dari kehidupannya.

Tuhan Tidak Pernah Lupa

Senin, 18 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
2 Petrus 3:1-16

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 19:1-20; Yosua 1-3

AYAT HAFALAN
2 Petrus 3:9

RENUNGAN INSPIRASI
Di dalam buku “The Seven Habits of Highly Succesful People”, Stephen Covey bercerita tentang sebuah perusahaan perangkat lunak komputer yang menjual program pada sebuah bank. Baru saja kontrak kerja sama itu berjalan sekitar lima bulan, pimpinan bank tersebut diganti. Pimpinan yang baru mengatakan bahwa ia ingin membatalkan kontrak tersebut. Pemilik perusahaan komputer itu awalnya kaget mendengar rencana pembatalan itu, karena saat itu keuangan mereka sedang dalam keadaan yang tidak baik. Singkat cerita, kontrak kerja itu pun dibatalkan dan pihak pembuat program harus mengembalikan deposit bank sebesar $84.000. Namun tiga bulan kemudian, pimpinan bank yang baru itu menelepon kembali dan mengatakan, “Saat ini saya akan mengadakan perubahan dalam pemrosesan data kami, dan kami ingin berbisnis dengan Anda.” Mereka pun akhirnya menandatangani kontrak yang baru senilai $240.000.

Orang lain mungkin seringkali melupakan janjinya kepada kita, tetapi tidak demikian dengan Tuhan. Tuhan selalu menepati janji-Nya kepada kita. Janji Tuhan tidak tergantung pada situasi atau hambatan-hambatan dan keterbatasan yang kita miliki. Sekali Allah berjanji, maka Dia pasti akan menepatinya! Itu sebabnya, berdirilah teguh di atas janji Tuhan. Jangan bimbang, dan jangan pernah meragukan janji Tuhan. Sekalipun saat ini mungkin keadaan Anda sedang dalam tantangan dan persoalan yang besar, tetaplah pegang janji-Nya dan percayalah bahwa Tuhan yang berjanji kepada Anda jauh lebih besar kuasanya daripada semua tantangan yang saat ini sedang Anda hadapi.

REFLEKSI DIRI
1. Janji Tuhan apa yang saat ini sedang Anda nanti-nantikan?
2. Bagaimana Anda meneguhkan kepercayaan Anda terhadap janji Tuhan?

POKOK DOA
Aku bersyukur sebab Engkau, Tuhan, tidak pernah melupakan janji-Mu kepadaku. Walaupun seringkali aku mengalami tantangan dan kesulitan, namun aku tahu bahwa dibalik semuanya itu, Engkau sedang bekerja untuk menggenapi janji-janji-Mu di dalam hidupku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Tetaplah bersyukur walau keadaan tidak seperti yang diinginkan. Percaya bahwa Tuhan tidak pernah lupa dengan kesungguhan hati kita yang mau menaati Firman-Nya

HIKMAT HARI INI
Orang lain mungkin bisa lupa janjinya kepada kita, tetapi Tuhan tidak pernah melupakan janji-Nya!

Sunday, September 17, 2017

Ingat Jati Diri Anda

Minggu, 17 September 2017

BACAAN ALKITAB HARI INI
Kolose 3:1-17

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kisah Para Rasul 18; Ulangan 32-34

AYAT HAFALAN
Kolose 3:2-3

RENUNGAN INSPIRASI
Bagi Anda penggemar film-film Hollywood, pasti tidak asing dengan nama Jason Bourne. Jason Bourne adalah karakter dari film yang diangkat dari novel karangan Robert Ludlum. Jason Bourne adalah seorang agen rahasia yang mengalami amnesia dan tidak mengingat jati dirinya, namun masih dapat mengingat beberapa keahlian bela diri khas agen rahasia, tahu cara menggunakan senjata dan masih menguasai beberapa bahasa asing. Di akhir cerita, ketika Jason sadar dan teringat akan jati dirinya, ia justru merasa sedih karena ternyata ia bukan orang baik dan telah membunuh banyak orang. Walau sering kita jumpai dalam film, menurut ilmu kedokteran sesungguhnya amnesia yang lupa akan jati diri itu tidak ada. Yang ada adalah retrogade amnesia, yaitu tidak mampu mengingat suatu kejadian saja.

Namun dalam hal rohani, lupa akan jati diri dan lupa akan kejadian atau pengalaman tertentu cukup sering kita jumpai. Banyak orang Kristen yang lupa bahwa dirinya adalah pengikut Kristus, sehingga dalam melakukan bisnis atau di tempat pekerjaan, mereka melakukan cara-cara yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Ada pula yang tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka adalah garam dan terang dunia, sehingga ketika ada ketidakberesan di lingkungan sekitarnya mereka cenderung diam saja. Ada yang lupa bagaimana Tuhan berulang kali telah menolongnya, sehingga terus menerus merasa khawatir dan mengeluh. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kembali akan jati diri kita yang sesungguhnya. Kita adalah garam dan terang yang harus membawa dampak bagi orang-orang di sekitar kita (Lih. Mat 5:13-14). Sebagai anak-anak Tuhan, kita seharusnya memiliki gaya hidup Kristus. Itu sebabnya, pikirkanlah perkara-perkara yang di atas agar seluruh keberadaan hidup kita mencerminkan identitas kita sebagai wakil Kristus yang harus menggarami dan menerangi dunia ini.

REFLEKSI DIRI
1. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus memiliki gaya hidup Kristus. Gaya hidup yang seperti apakah itu? (Kolose 3: 12-17)
2. Apa dampak yang telah Anda berikan kepada lingkungan di sekitar Anda?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, ampuni bila aku terkadang lupa akan jati diriku sebagai anak-Mu. Mulai hari ini, aku mau sungguh-sungguh menghidupi panggilanku untuk menjadi garam dan terang bagi sekitarku. Aku mau menjadi saksi-Mu, memancarkan kasih-Mu melalui kehidupanku.

YANG HARUS DILAKUKAN
Bangunlah gaya hidup Kristus di dalam hidup Anda. Miliki kepedulian dan jadilah duta Injil bagi lingkungan Anda.

HIKMAT HARI INI
Kesadaran atas identitas diri Anda akan menentukan sikap dan cara hidup Anda.