Sunday, April 22, 2018

YESUS SEBAGAI TELADAN KASIH

Minggu, 22 April 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI
I Petrus 2:11-25

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Kisah Para Rasul 23

AYAT HAFALAN
1 Petrus 2:23

RENUNGAN INSPIRASI
Tuhan Yesus adalah Pribadi yang paling banyak dihina, dihujat, dicaci, dicela, diludahi dan disakiti lebih daripada siapa pun yang pernah hidup di dunia ini.  Saat Ia lahir raja Herodes sudah berniat hendak membunuh-Nya. Semasa pelayanan-Nya di bumi orang-orang Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat pun mencela serta menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan, menyingkirkan, bahkan berniat menghabisi-Nya. Bahkan di saat-saat terakhir hidup-Nya di kayu salib, Ia masih dihina:  "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya."  (Matius 27:42).  Namun meski Ia mengalami penderitaan begitu hebat, Yesus tidak membiarkan hati-Nya dikuasai sakit hati, dendam atau kebencian. Ia mengijinkan kasih Bapa mengalir dan menguasai hati-Nya sehingga dapat berkata,  "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).

Memang mudah bagi kita untuk mengasihi jika orang itu jelas mengasihi kita.  Namun begitu sulit rasanya untuk mengasihi orang yang telah menyakiti dan merugikan kita. Namun Sebagai murid Kristus kita pun dituntut untuk bisa menerapkan kasih Allah (agape) seperti yang Yesus telah lakukan. Mari mulailah belajar mengasihi dari orang terdekat kita, seperti keluarga, saudara seiman, sahabat hingga kepada orang yang belum mengenal Tuhan. Mintalah Roh Kudus memampukan kita, agar kita dapat menjadi perpanjangan kasih Tuhan di dalam dunia. (FD)

REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda selama ini kesulitan untuk mengasihi orang yang menyakiti atau yang telah merugikan Anda ? Mengapa kita harus belajar mengasihi orang tersebut?
2. Langkah apa yang Anda ingin lakukan agar Anda dapat menjadi perpanjangan kasih Tuhan di dalam dunia?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, terima kasih telah menunjukkan kasih yang sejati lewat pengorbanan-Mu, ajar aku untuk bisa mengasihi orang lain sama seperti-Mu. Dalam nama-Mu. Aku berdoa. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Belajar mengasihi kepada Yesus, pandanglah Dia ketika Anda butuh kasih yang lebih.

HIKMAT HARI INI
Semua yang dilakukan Yesus sulit dipahami oleh akal sehat, Dia rela mati bagi orang berdosa, tidak ada yang bisa dijelaskan kecuali karena cinta-Nya yang besar.” - Neil Anderson

Saturday, April 21, 2018

MEMENUHI JANJI KEPADA TUHAN

Sabtu, 21 April 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI
Pengkhotbah 5:1-6

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Kisah Para Rasul 22

AYAT HAFALAN
Pengkhotbah 5:4

RENUNGAN INSPIRASI
Suatu saat ada seorang anak Tuhan yang mengalami sakit yang cukup berat. Menyadari bahwa segala usaha penyembuhannya tak dapat lagi menolongnya. Ia pun memutuskan bernazar dalam doanya kepada Tuhan. Dalam doanya ia berkata, “Tuhan apabila Engkau menyembuhkanku, aku bernazar (berjanji) untuk melayani Engkau seumur hidupku.” Puji Tuhan, doa dan nazarnya itu didengar dan dijawab Tuhan. Dia sembuh dari sakitnya. Namun setelah ia sembuh dan sehat, ia melupakan apa yang pernah dikatakannya kepada Tuhan. Ada juga satu kisah dari seorang anak Tuhan yang sedang mengalami pergumulan dalam usaha dan pekerjaannya. Dengan iman, ia pun datang berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya ia berkata, “Tuhan, berkatilah usaha dan pekerjaanku, aku berjanji akan setia mengembalikan persepuluhan kepada-Mu. Aku akan rajin membantu semua pekerjaan-Mu.” Namun setelah pekerjaan dan usahanya diberkati, ia pun lupa akan janjinya kepada Tuhan.

Mungkin ada di antara kita yang pernah melakukan hal yang sama seperti dua contoh cerita di atas. Kita begitu cepat mengucapkan janji kepada Tuhan tanpa berpikir terlebih dahulu apakah kita dapat menepatinya atau tidak. Alkitab mencatat bahwa janji (nazar) yang ditujukan kepada Tuhan adalah sesuatu yang penting dan berharga. Itu bukanlah yang hal sembarangan (lihat Bilangan 30:2). Kita bersyukur karena kasih dan anugerah Kristus begitu besar di dalam hidup kita. Namun, jangan sampai kasih-Nya itu membuat kita menurunkan rasa hormat kita kepada Tuhan. Belajarlah untuk menghormati Tuhan dengan tidak sembarang mengucapkan janji (nazar) di hadapan-Nya. Sebab di masa penghakiman nanti, kita akan mempertanggungjawabkan setiap perkataan dan perbuatan kita. (FD)

REFLEKSI DIRI
1. Adakah Anda menganggap penting setiap ucapan yang Anda katakan kepada Tuhan? Janji apa saja yang sampai saat ini belum Anda tepati kepada Allah?
2. Hal apa yang perlu Anda pertimbangkan saat ingin berjanji kepada Tuhan?

POKOK DOA
Bapa di sorga, aku menghormati Engkau sebagai Allah penguasa hidupku. Ajarlah aku untuk tidak sembarangan mengucapkan nazar kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Belajarlah untuk tidak gampang menyatakan janji kepada Tuhan. Hormatilah Dia sebagai Tuhan, Hakim dan Penguasa alam semesta.

HIKMAT HARI INI
Jika kita menyadari bahwa Dia adalah Tuhan sang penguasa hidup kita, biarlah kita terus menaruh rasa hormat lewat perkataan dan tindakan kita.

Friday, April 20, 2018

SAAT TEKANAN HIDUP BEGITU BERAT

Jumat, 20 April 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI
Mazmur 42:1-12

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Kisah Para Rasul 21

AYAT HAFALAN
Mazmur 42:12

RENUNGAN INSPIRASI
Jembatan Mapodaegyo adalah jembatan yang membentang di atas sungai Han dan menghubungkan dua belahan kota Seoul, Korea Selatan. Jembatan yang selesai dibangun pada tahun 1970 dan direnovasi oleh pemerintah Korea Selatan pada tahun 2012, akhir-akhir ini justru menjadi tempat favorit untuk bunuh diri. Korea Selatan adalah salah satu negara dengan kasus bunuh diri yang cukup tinggi setelah Jepang. Korea Selatan adalah salah satu negera yang sangat terkenal dengan budaya “malu.” Dan masyarakat Korea Selatan memiliki standar yang tinggi terhadap sebuah keberhasilan. Hal ini tentu membawa tekanan yang cukup besar bagi masyarakat Korea Selatan, khususnya generasi muda mereka. Hal ini terlihat dari rentang usia mereka yang melakukan atau berusaha bunuh diri di Korea Selatan adalah antara 15-24 tahun. (News.detik.com/berita-17 Desember 2015).

Di tengah kehidupan yang semakin sulit dewasa ini, semakin banyak orang tak sanggup menghadapi tekanan hidup. Tak sedikit orang yang akhirnya mengambil jalan pintas agar dapat keluar dari tekanan hidup ini. Hari ini kita belajar dari pemazmur yang pernah mengalami tekanan hidup yang luar biasa. Pemazmur menangis siang dan malam karena tekanan orang-orang di sekelilingnya yang mencemooh dengan berkata, “Dimanakah Allahmu?” (Mazmur 42:4). Namun di dalam tekanan yang sungguh hebat itu, pemazmur tetap datang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia percaya, di dalam Tuhan pasti ada jalan keluar dan pertolongan untuk menghadapi setiap tekanan kehidupan yang menghimpit jiwanya. Apakah saat ini Anda juga merasakan tekanan yang begitu berat di dalam kehidupan Anda? Kuatkan dan teguhkanlah hati Anda, segera datang kepada Tuhan dan berharaplah kepada-Nya, gunung batu dan pertolongan kita. Dia adalah Bapa kita yang baik, Ia mengerti perasaan, beban dan keputusasaan Anda. Dia rindu untuk memulihkan hidup Anda. (FD)

REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda pernah mengalami tekanan dalam kehidupan yang sepertinya tak mampu lagi Anda hadapi? Hal apa yang Anda lakukan saat itu?
2. Apa Janji Tuhan ketika Anda berharap kepada-Nya dan berserah penuh kepada-Nya? Sudahkah Anda melakukan hal ini?

POKOK DOA
Bapa di sorga, Engkau tahu segala penderitaan dan tekanan yang menghimpit jiwaku saat ini. Tolonglah aku, ya Tuhan, karena hanya kepada-Mulah aku dapat berharap. Engkaulah gunung batuku, perlindunganku dan pertolonganku. Aku percaya, hanya di dalam hadirat-Mulah jiwaku tenang. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Datanglah kepada Tuhan dalam doa, Jadikanlah Dia sebagai satu-satunya tempat Anda berharap dalam kehidupan.

HIKMAT HARI INI
Ketika Anda kehilangan segala-galanya dalam dunia ini, Tuhan adalah tempat terbaik untuk berharap. – William James

Thursday, April 19, 2018

MENJADI TERANG DALAM KEKUDUSAN

Kamis, 19 April 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI
Ibrani 4:1-16

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Kisah Para Rasul 20

AYAT HAFALAN
Ibrani 4:15

RENUNGAN INSPIRASI
Ada satu hal yang dapat kita pelajari dari pribadi Yesus semasa diri-Nya berada di dalam dunia. Yesus lahir dan tumbuh besar di tengah orang-orang berdosa. Di masa dewasa Ia telah bertemu dan melayani para pembuat kejahatan, perempuan tuna susila, koruptor dan kelompok orang berdosa lainnya. Tapi menariknya, Yesus tetap bisa berjalan dalam kekudusan Allah bahkan menerangi kehidupan dunia yang gelap ini. Hal yang perlu kita ketahui, Yesus Kristus memang dilahirkan tidak dalam benih dosa, namun Dia pernah dicobai dalam segala kategori, sama seperti kita. Namun yang membedakan Ia tetap suci dan tidak berbuat dosa. Firman Allah menyatakan: Imam Agung (Yesus Kristus) kita itu bukanlah imam yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya, Ia sudah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita sendiri; hanya Ia tidak berbuat dosa! (Ibrani 4:15 BIS).

Memang kita ada di tengah-tengah dunia yang telah jatuh di dalam dosa. Gambaran Allah yang sempurna dalam diri kita pun telah ikut rusak oleh karena dosa. Sehingga, tiap kita selalu memiliki kecenderungan untuk ambil bagian dalam perbuatan dosa. Namun kabar baiknya sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan, kita bukan lagi budak dosa, melainkan hamba kebenaran. Artinya kita dapat memilih untuk tidak hidup dalam dosa (Bdg. Roma 6:2). Roh Kudus yang diberikan sebagai Penolong pun akan memampukan kita, untuk menang atas pencobaan dunia sehingga kita dapat hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. Hal yang perlu kita lakukan adalah tetap berjaga-jaga dan berani menolak dengan tegas tawaran dunia yang menggiurkan ini. Dunia saat ini memang semakin gelap dengan dosa, tapi ketika kita anak-anak Tuhan berjalan dalam kekudusan, kita akan menerangi dunia dengan terang Kristus. (FD)

REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda selama ini telah sungguh-sungguh hidup dalam kekudusan? Kebiasaan apa saja yang sering menghalangi Anda hidup dalam terang Kristus?
2. Jaminan apa yang Tuhan berikan kepada kita saat kita dicobai untuk berbuat dosa?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa aku sanggup menjadi terang di lingkungan dimana aku berada. Sebab Engkau yang akan memampukan aku. Dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Berjalanlah senantiasa dalam terang Firman-Nya, mintalah senantiasa pimpinan Roh kudus.

HIKMAT HARI INI
Kegelapan tidak pernah sirna dengan kegelapan, kegelapan hanya sirna dengan terang yang bersinar.

Wednesday, April 18, 2018

PEMELIHARAAN-NYA YANG SEMPURNA

Rabu, 18 April 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI
Keluaran 16:1-36

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Kisah Para Rasul 19

AYAT HAFALAN
Mazmur 136:3-4

RENUNGAN INSPIRASI
Dalam bacaan renungan hari ini, bangsa Israel tengah berada di padang gurun dalam perjalanan menuju ke tanah Kanaan. Para ahli sejarah memperkirakan ada sekitar dua juta orang Israel yang melakukan perjalanan ini. Selama mereka di padang gurun, Tuhan memelihara mereka dengan begitu sempurna. Setiap hari Tuhan menyediakan roti manna dan burung puyuh bagi mereka. Meski di padang gurun sulit untuk mendapatkan air, Tuhan selalu memberi mereka air untuk diminum dengan cara yang ajaib. Pakaian dan kasut (alas kaki) mereka begitu kuat, hingga tidak menjadi rusak selama 40 tahun (lihat Ulangan 29:5). Tuhan pun memimpin dan melindungi mereka dengan tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Kalau bukan kuasa pemeliharaan Tuhan yang sempurna, mustahil mereka dapat bertahan hidup di padang gurun tandus selama 40 tahun. 

Merenungkan kisah perjalanan bangsa Israel di padang gurun ini, membuat kita menyadari bahwa keberadaan kita sampai dengan detik ini pun hanya karena kemurahan dan pemeliharaan Tuhan semata.  Bila setiap hari kita masih dapat menghirup udara segar dengan gratis, diberikan kesehatan yang baik, kita masih dapat menikmati makanan dan minuman tiap hari, bahkan usaha atau pekerjaan kita begitu diberkati, itu semua adalah anugerah dari Tuhan serta kuasa dan campur tangan Tuhan yang bekerja dalam hidup kita.  Bukankah ini adalah sebuah bentuk pemeliharaan yang sempurna dari Tuhan? Jika kita menyadarinya, sudah seharusnya kita mengucap syukur kepada-Nya dan semakin mengasihi-Nya. Dia telah memberikan kita anugerah keselamatan yang kekal dengan rela mati di atas kayu salib bagi orang yang percaya kepada-Nya. (FD)

REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda pernah menyadari bahwa hidupmu saat ini adalah karena campur tangan Tuhan? Apa alasannya?
2. Hal apa yang ingin Anda lakukan saat menyadari bahwa Tuhan memelihara hidupmu dengan sempurna?

POKOK DOA
Bapa di sorga, terima kasih Tuhan untuk pemeliharaan-Mu yang sempurna di dalam hidupku. Bukakanlah mata rohaniku, agar aku dapat melihat kebesaran-Mu dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Mengucap syukurlah kepada Tuhan senantiasa sebab Dia pasti memelihara hidup Anda.

HIKMAT HARI INI
Semua pencapaian, keberhasilan, nikmat, keamanan bukan berasal dari kita, tapi Dia yang menganugerahkan kepada kita. – Agustinus

Tuesday, April 17, 2018

KEHARUMAN ORANG PERCAYA

Selasa, 17 April 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI
2 Korintus 2:14-17

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Kisah Para Rasul 18

AYAT HAFALAN
2 Korintus 2:14

RENUNGAN INSPIRASI
Pada suatu petang di tahun 1953, di stasiun kereta api Chichago, para pejabat daerah dan reporter tengah menantikan kedatangan peraih Nobel Perdamaian tahun 1952. Dia adalah Dr. Albert Schweitzer, dokter misi yang telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membantu orang-orang miskin di Afrika. Ketika dia muncul dari dalam kereta api, para juru foto sibuk mengambil gambarnya, dan para pejabat daerah menyalaminya. Dr. Schweitzer dengan sopan berterima kasih kepada mereka. Tetapi kemudian ia minta izin sebentar. Ia berjalan menerobos kerumunan dan melangkah dengan cepat menghampiri seorang wanita kulit hitam yang telah lanjut usia dan sedang bersusah payah memikul dua kopor besar. Dr. Schweitzer  menolong wanita itu mengangkat kopor-kopornya dan mencarikan kendaraan untuknya. Menyaksikan hal itu para pejabat daerah dan reporter terdiam dan takjub. Kemudian seorang reporter memecah keheningan dengan berkata, “Inilah untuk pertama kali saya melihat sebuah khotbah berjalan.” Tidak banyak kata-kata, hanya perbuatan yang begitu menyentuh hati.

Bagaimana dengan kita? Kita mungkin bukan orang ternama, tetapi sebagai murid-murid Kristus, kita harus mewartakan Kristus dan karya-Nya, menyebarkan keharuman-Nya, tidak hanya dengan kata-kata belaka, tetapi yang terutama melalui perbuatan kita. Kasih dan kepedulian kita kepada sesama akan menyebarkan keharuman Kristus. Belajarlah kepada Yesus, Tuhan kita, bagaimana dengan kerendahan hati-Nya, Dia membasuh kaki murid-murid-Nya. Saat Yesus mengajarkan tentang kasih, Dia mengajarkannya dengan mati di atas kayu salib bagi orang-orang berdosa. Maukah Anda belajar seperti Yesus? (FD)

REFLEKSI DIRI
1. Apakah kita telah menyebarkan keharuman Yesus dalam tindakan kita sehari-hari?
2. Komitmen apalah yang ingin Anda bangun agar dapat menjadi berkat bagi orang lain?

POKOK DOA
Bapa di sorga, mampukanlah aku untuk menyebarkan keharuman-Mu melalui perbuatanku. Roh Kudus, pimpinlah hidupku, ubah aku agar hidupku dapat menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang di sekelilingku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Jadilah agen kasih Tuhan mulai dari lingkungan dimana Anda berada saat ini. Jadikanlah diri Anda sebagai Firman Tuhan yang dapat dibaca oleh orang-orang di sekeliling Anda, sehingga perbuatan Anda memancarkan keharuman Kristus.

HIKMAT HARI INI
Penginjilan yang terbaik di muka bumi ini adalah dengan menghidupi apa yang Anda sampaikan. – Billy Graham

Monday, April 16, 2018

INISIATIF MEMINTA MAAF

Senin, 16 April 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI
Matius 5:20-26

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Kisah Para Rasul 17

AYAT HAFALAN
Matius 5:23-24

RENUNGAN INSPIRASI
”Inisiatif minta maaf itu ampuh. Tindakan itu menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, memperbaiki perpecahan antar bangsa, memungkinkan pemerintah mengenali penderitaan rakyatnya, dan memulihkan keseimbangan dalam hubungan pribadi.” Demikianlah tulis Deborah Tannen, seorang pengarang buku terlaris dan sosiolinguis dari Georgetown University di Washington D.C.

Alkitab pun jauh sebelumnya sudah membicarakan tentang hal ini dalam pengajaran /khotbah Yesus di bukit yang disampaikan kepada orang banyak pada waktu itu. Inisiatif minta maaf dengan tulus adalah cara yang efektif untuk memperbaiki hubungan yang rusak (Matius 5:23-24). Hari-hari ini, ada banyak keluarga Kristen yang hancur karena anggota keluarga di dalamnya tidak ada yang mau merendahkan hati untuk datang meminta maaf. Banyak organisasi, pekerjaan atau bisnis yang tidak bisa berjalan dengan baik, hanya karena tak ada orang yang mau berinisiatif lebih dahulu untuk meminta maaf. Dengan meminta maaf, kebesaran hati seseorang akan terlihat. Sebagai orang percaya, Tuhan ingin kehadiran kita dapat memeragakan karakter Kristus dimana pun kita berada. Salah satunya dengan mengesampingkan ego dan berinisiatif meminta maaf saat ada hubungan yang tidak berjalan dengan baik. Memang menerapkannya tidak mudah, namun saat kita mengambil langkah iman untuk melakukannya, percayalah bukan saja bisa hubungan kita yang akan dipulihkan, tetapi karakter kita juga akan bertumbuh dewasa semakin menyerupai karakter Kristus. Bukankah hal ini yang menjadi tujuan hidup kita? (FD)

REFLEKSI DIRI
1. Bagaimana cara Anda menyelesaikan konflik dengan orang lain selama ini?
2. Mengapa inisiatif pertama untuk minta maaf diperlukan dalam menyelesaikan konflik?

POKOK DOA
Bapa di sorga, berikanlah aku kerendahan hati untuk mengambil inisiatif meminta maaf seperti yang Engkau perintahkan. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Berinisiatiflah untuk meminta maaf ketika ada masalah atau konflik dalam hubungan Anda dengan orang lain.

HIKMAT HARI INI
Berbesar hatilah dan minta maaf jika berbuat salah, itu akan menjadikan Anda orang yang terhormat. - Mahatma Gandhi