Wednesday, December 26, 2007

Surat Kabar Katolik di Malaysia Dilarang Pakai Kata 'Allah'

Negara "MalingAsia" ini suka banget bikin sensasi.


26/12/2007 16:57 WIB
Surat Kabar Katolik di Malaysia Dilarang Pakai Kata 'Allah'
Rafiqa Qurrata A - detikcom

Kuala Lumpur - Malaysia melarang surat kabar Katolik 'The Herald' menggunakan kata Allah dalam setiap artikelnya. Larangan itu dikeluarkan Menteri Pertahanan Dalam Negeri Malaysia pada 10 Desember 2007.

"Pemerintah tidak ingin kami (umat Kristiani) menggunakan kata 'Allah'. Tapi hal ini melawan konstitusi yang memperbolehkan kebebasan beragama," ujar Sekretaris Konferensi Keuskupan Katolik Pastur Augustine Julian kepada AFP, Rabu (27/12/2007).

Menurut Julian, Allah atau Tuhan, selama ini selalu dipakai oleh pemimpin gereja saat menyampaikan khotbah dalam bahasa Melayu. Khotbah itu juga dimuat di halaman 28 surat kabar itu.

"Kami mengikuti Injil. Injil berbahasa Melayu menggunakan kata 'Allah' untuk Tuhan. Jika pemerintah merasa kata 'Allah' membuat kebingungan di antara umat Islam, maka mereka harus mendidik warganya," ujarnya.

Julian menjelaskan, pemimpin gereja akan meminta pemerintah untuk mencabut larangannya. Hal itu dinilai mengecewakan umat Katolik.

"Warga Kristiani benar-benar tidak bahagia. Hadiah Natal yang terbaik yang kami harapkan dapat adalah dicabutnya larangan itu, katanya.

The Herald diedarkan di kalangan umat Katolik Malaysia yang berjumlah sekitar 850 ribu jiwa. Artikelnya ditulis dalam bahasa Inggris, Cina, Tamil dan Melayu.

Hingga saat ini, agama dan bahasa masih menjadi isu sensitif di Malaysia yang multiras. Sekitar 60 persen warga Malaysia adalah 27 juta jiwa etnis Melayu Muslim. Sisanya etnis Cina dan India.


Sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/26/time/165748/idnews/871045/idkanal/10

No comments: