Friday, January 04, 2008

3 KUNCI KESUKSESAN DI TAHUN 2008

Ringkasan Khotbah 30 Desember 2007
Pendeta Peter Kaunang
Favour Satellite Jakarta, Gereja Mawar Sharon

3 KUNCI KESUKSESAN DI TAHUN 2008

Menyongsong tahun yang baru selalu diliputi perasaan yang was-was akan apa yang terjadi dengan kehidupan kita tahun mendatang. Segala sesuatu selalu menjadi misterius bagi kita. Ada banyak suara-suara berkata keadaan akan bertambah sulit, beban ekonomi meningkat, dan sebagainya selalu menjadi ketakutan banyak orang, namun kita tidak perlu gentar karena kita punya TUHAN.

Menjadi orang Kristen adalah menjadi penakluk setiap persoalan. Contoh: kalau kita mau membuka usaha/bisnis adalah salah bila kita berdoa minta tidak ada saingan. Seharusnya kita tidak takut dengan saingan, dan malah kita harus mengerjakan bagian kita -mengelola- dengan baik dan mengijinkan TUHAN mengerjakan bagiannya. Jangan dibolak-balik!

Untuk mengahadapi tahun baru yang kita tidak pernah tahu apa yang akan
terjadi, ada 3 hal yang harus menjadi fokus jika kita mau mengalami kesuksesan.

1. KITA HARUS MENGENAL TUHAN

Matius 1:18-20
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."

Yusuf adalah seorang yang tulus hatinya, namun ketulusan hati saja tidaklah cukup! Mengapa? Karena Yusuf hendak menceraikan calon istrinya diam-diam dan jika itu terjadi hal tersebut dapat membahayakan rencana Allah untuk terjadi. Namun Yusuf bukan hanya tulus hatinya, ia adalah seorang yang taat ketika TUHAN menyingkapkan rencana-Nya atas seluruh manusia dan untuk tidak menceraikan calon istrinya Maria.

Sama seperti Yusuf ada banyak dari kita yang tulus, tetapi kita juga harus memiliki ketaatan. Pertaannya adalah mengapa Yusuf dapat taat? Karena ia mengenal TUHAN. Mengenal TUHAN harus menjadi prioritas kita. Jika kita mengenal TUHAN, kita tidak akan pernah kecewa jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

2. KITA HARUS MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN

Yohanes 3:25-27
Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya darisorga."

Yohanes adalah seorang yang memiliki pelayanan yang besar dan memiliki pengikut yang sangat banyak. Namun suatu kali muridnya membandingkan dirinya dengan Yesus yang memiliki pelayanan yang mirip dengan dia dan semua orang mulai mengikut DIA. Yohanes menjawab muridnya: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga."

Hal ini menunjukkan bahwa Yohanes memiliki rasa aman sejati yang berasal dari motivasinya melakukan kehendak TUHAN dalam hidupnya dan tidak ada agenda yang lain. Ia tidak peduli apa pendapat orang, ia tidak iri dengan pelayanan Yesus, ia tidak takut ditinggal orang banyak karena motivasi terdalam dalam hatinya adalah melakukan kehendak TUHAN.

3. KITA HARUS TINGGAL DALAM HADIRAT TUHAN

Nahum 3:1-4
3:1 Kataku: Baiklah dengar, hai para kepala di Yakub, dan hai para pemimpin kaum Israel! Bukankah selayaknya kamu mengetahui keadilan,
3:2 hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang-tulangnya;
3:3 mereka memakan daging bangsaku, dan mengupas kulit dari tubuhnya;mereka meremukkan tulang-tulangnya, dan mencincangnya seperti daging dalam kuali, seperti potongan-potongan daging di dalam belanga.
3:4 Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.

Fokus kita harus berubah dari mencari berkat-NYA menjadi mencari wajah TUHAN. Alkitab berkata: Carilah kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Kalau kita mencari Tuhan, kita pasti dapat paket berkatnya. Berkat itu bonus ketika kita dapatkan TUHAN. Berkat bukan untuk dicari, sebab berkat dan kemurahan yang akan mengejar kita ketika kita mencari wajah TUHAN. Jadi pastikan tahun 2008 kita ada tinggal dalam hadirat Tuhan senantiasa.

No comments: