Tuesday, January 22, 2008

Keluarga Heryawan Dapat Santunan


Pihak PT Tokio Marine Indonesia menyatakan akan menanggung semua biaya rumah sakit dan pemakaman Heryawan (44), sopir yang tewas akibat mobilnya terjun dari lantai 7 Menara Jamsostek, Jakarta Selatan. "Korban sudah bekerja selama 17 tahun. Tentu ada santunan uang penghormatan sesuai masa kerja. Selain itu, yang bersangkutan juga sudah diikutkan asuransi jamsostek juga," kata Kepala HRD PT Tokio Marine Indonesia Zulchaibar, Selasa (22/1) siang. Menurut Zulchaibar, perusahaan belum memutuskan apakah akan menuntut pengelola gedung parkir Menara Jamsostek atau tidak. Saat ini, mereka masih fokus pada pemakaman korban. Namun, Zulchaibar menepis dugaan ada yang tidak beres pada mesin mobil atau kemungkinan korban sedang tidak dalam kondisi fit. "Mobil Honda Accord tersebut milik perusahaan dan itu keluaran tahun 2004. Kondisi mobilnya masih sangat bagus. Kesehatan Heryawan juga terjaga. Sebelum kejadian, ia sempat mengantarkan staf technical advicer kami yang orang Jepang ke lokasi lainnya sebelum ke Jamsostek," kata Zulchaibar.

Selasa, 22 januari 2008 | 15:51 WIB
Laporan Wartawan Kompas, Neli Triana


Untung korban masih diikutkan asuransi Jamsostek. Akan lebih baik lagi jika korban juga mempunyai asuransi jiwa pribadi. Kita tidak akan tahu kapan kita akan dipanggil kembali oleh Tuhan. Sudah selayaknya kita mempersiapkan yang terbaik untuk keluarga kita. Sudah saatnya kita punya polis asuransi jiwa. Cukup menabung Rp. 12.000 per hari saja. Jangan sampai terlambat.

No comments: