Sunday, January 06, 2008

Visi orang percaya dimulai dengan MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS

PRESENTING EVERYONE PERFECT IN CHRIST
Khotbah 6 Januari 2008
Favour Satellite Jakarta, Gereja Mawar Sharon

Pendahuluan
Tahun 2008 --> the year of discipleship

A. MEMILIKI VISI
Ada pendapat mengatakan:
“Langkah pertama untuk memulai sesuatu adalah dengan melangkah saja tanpa perlu mengetahui seperti apa akhirnya.”

Tapi ternyata untuk memulai sesuatu dengan benar kita tidak bisa melangkah saja dari awal, tetapi harus mendapat gambaran besar seperti apa akhirnya.
Contoh: jika saya ingin membuat pulpen, saya tidak dapat memulai dengan menentukan bahannya dan mulai membuatnya. Tidak! Saya harus mulai dengan yang akhir dahulu yaitu: gambaran akhir/ gambaran jadi pulpen tersebut [desain dari pulpen tersebut]

Saya harus memiliki dahulu bentuk desainnya di pikiran/imajinasi saya:
- Bagaimana model pulpen-nya
- Apa bahannya
- Apa warnanya
- Bagaimana sistem kerjanya
Baru setelah semuanya itu selesai barulah saya mulai langkah pertama.

Demikian juga dengan hidup kita, hal yang paling penting yang harus dilakukan pertama-tama adalah memiliki visi.

Apakah visi itu?
Visi adalah melihat sesuatu yang ada pada akhirnya.

Amsal 29:18
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
[Where there is no vision, the people perish: but he that keepeth the law, happy is he.]
Baca: Filipi 3:10-16
Ternyata visi orang percaya adalah dimulai dengan MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS






Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren
1 Korintus 11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. Imitate me, just as I imitate Christ
2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. But we all, with open face beholding as in a glass the glory of the Lord, are changed into the same image from glory to glory, even as by the Spirit of the LORD.
Galatia 4:19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu My little children, of whom I travail in birth again until Christ be formed in you
Efesus 4:13,15 Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus…tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Till we all come in the unity of the faith, and of the knowledge of the Son of God, unto a perfect man, unto the measure of the stature of the fullness of Christ…But speaking the truth in love, may grow up into HIM in all things, which is the head, even Christ
Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus Let this mind be in you, which was also in Christ Jesus
Filipi 3: 10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, All I want is to know Christ and to experience the power of his resurrection, to share in his sufferings and become like HIM in his death]
Kolose 1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Whom we preach, warning every man, and teaching every man in all wisdom; that we may present every man perfect in Christ Jesus
I Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. He that saith he abideth in him ought himself also so to walk, even as HE walked.





MENGAPA KITA HARUS MEMILIKI VISI SERUPA DENGAN KRISTUS?
1) Dapat membawa kita maju menuju kedewasaan.
Filipi 3:15, Karena itu marilah kita , yang sempurna berpikir demikian…”
Artinya: Kita yang sempurna, Tuhan berkata: hendaklah memiliki hal ini. Jadi kalau kita mau sempurna/mature/dewasa kita harus memiliki visi.
Banyak orang Kristen pada akhir hidupnya tidak pernah dewasa. Mengapa? Karena mereka tidak pernah berpikir demikian. Mereka tidak pernah memiliki visi!
Apa akibatnya bila kita menjadi dewasa? Kita akan berbuah! [buah Roh, buah pertobatan, buah karakter, buah pelayanan]

2) Membantu kita untuk fokus.
Banyak hal yang perlu dilakukan dalam kehidupan ini, tetapi untuk menjadi sukses kita perlu berfokus kepada hal-hal yang penting. Banyak orang percaya disibukkan dengan banyak hal mendesak namun tidak penting. Karena hal-hal yang mendesak biasanya bukanlah hal-hal yang penting. Akibatnya: banyak orang percaya tidak mengalami kemajuan/keberhasilan apapun dalam kehidupan rohaninya karena ia terjebak pada hal-hal yang tidak penting.
Contoh:
- Seseorang yang sangat aktif mengikuti berbagai pelayanan di gereja, namun tidak ada disiplin rohani dan tidak mau dimuridkan. – tidak ada buah karakter/buah Roh/buah pertobatan
- Sangat rajin kegereja namun tidak pernah mau bersaksi dan menghasilkan jiwa – tidak ada buah pelayanan, yaitu: jiwa-jiwa

3) Menjadikan kita kuat menghadapi semua tantangan
Orang percaya yang tidak memiliki visi selalu memandang persoalan sebagai bencana untuk menghancurkan dirinya, namun orang percaya yang memiliki visi persoalan adalah kesempatan untuk mencapai kesuksesan/kedewasaan. Persoalan merupakan stimulator untuk mencapai visi.

PERTANYAAN: APA LANGKAH SELANJUTNYA SETELAH MEMILIKI VISI?
B. MENJADI MAKSIMAL
Setelah kita memilki visi untuk menjadi serupa dengan Kristus, langkah selanjutnya adalah kita menjadi orang Kristen yang maksimal.
Seperti pulpen tadi, setelah kita memiliki gambar jadi hasil akhir dari pulpen tersebut, langkah selanjutnya adalah memproses/mengerjakan bahan-bahan baku yang dikumpulkan menjadi maksimal menyerupai gambar pulpen yang diharapkan.

Bagaimana menjadi maksimal?
1. Mengejar dan menangkap kesempurnaan.
Paulus berkata: bukan karena aku telah sempurna, tapi aku mengejarnya [aku ingin sempurna].
Artinya: Paulus tidaklah sempurna, namun Paulus ingin menjadi orang Kristen yang maksimal [mencapai potensi maksimalnya].
Contoh: -ilustrasi buah mangga harusnya bisa hasilkan 60 buah mangga tapi ia cuma hasilkan 30 buah mangga-
Kita adalah ciptaan baru. Benih Kristus ada dalam diri kita [secara dejure] membuat kita dapat maksimal serupa dengan Kristus [sempurna]. Tetapi secara kenyataan [defacto], kita harus mengejarnya hingga menjadi kenyataan.


Aplikasi:
- Berikan dirimu dimuridkan.
- Berikan dirimu tertanam
o Untuk semua umat Tuhan : Menjadi serupa Kristus dalam segala hal
o Untuk umat Tuhan secara spesifik : Allah memberikan visi spesifik bagi tiap pribadi sebagai panggilan hidupnya.
Ex : Daniel, Yusuf, Yesaya, Samuel, Musa, Yosua dll mereka lahir di zamannya sebagai bagian dari rencana Tuhan untuk mengerjakan sesuatu yang spesifik sebagai panggilan hidupnya.
Kis 18:26 ---------- now Allah punya panggilan spesifik dalam hidup umatnya, tugas kita bukan untuk menciptakan panggilan tersebut tapi menemukan dan tinggal di dalamnya sampai seluruh rencanaNYA tergenapi dlm hidup kita.

HOW???





Umat Tuhan harus menemukan wakil Allah dibumi sebagai tempat penggembalaan yang telah ditetapkan Tuhan dalam menemukan rencana hidupnya.
(Gereja Lokal pilihan Allah)


- Bergaul dengan orang-orang yang memiliki visi serupa dengan kristus
- Bergaul dengan orang-orang yang lebih dari kita, yang membuat kita ditarik, diregangkan lebih lagi.

2. Melupakan apa yang ada dibelakang dan mengarah pada hal-hal yang didepan
Masa lalu dapat menjadi penghalang yang besar untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Masa lalu ada dua:
- Baik  keberhasilan, kemenangan
- Buruk  masa lalu yang menyakitkan, pahit, negative, kegagalan, kekalahan
Namun keduanya dapat menjadi penghalang untuk menjadi yang lebih baik.
- Baik  nyaman, puas.
- Buruk  takut nanti waktunya banyak tersita, takut tidak boleh ini-itu, takut dijauhi teman, takut gagal, merasa tidak mampu dll

Mengarah pada hal-hal yang didepan disebut motivasi. Musuh kita adalah comfort spirit  sudah mapan, nyaman, tenang dan aman. Jangan pernah puas kalau sudah sponsor, fas, penilik. Terus maju.
Bila kita tetap mempertahan comfort spirit  kita menjadi stagnasi dan tidak berkobar-kobar lagi.
Lihat kedepan, jangan lihat apa yang suda kita capai. Batasnya adalah serupa dengan Kristus. Mari kita menjadi seperti Dia.

3. Berlari-lari memperoleh tujuan untuk memperoleh hadiah.
Pelari marathon tidak akan hanya sekedar tahu tujuannya dan mengarahkan dirinya pada hal-hal yang didepan, namun ia berlatih supaya ia dapat berlari-lari berlomba kepada tujuan untuk memperoleh hadiah.
Berlatih perlu konsistensi.

Cara yang paling mudah untuk memenangkan pertandingan bagi seorang marathon ketika berlomba adalah dengan berlatih.
Cara yang paling sulit untuk memenangkan pertandingan adalah berlari tanpa pernah berlatih.

Cara yang paling mudah menjadi serupa dengan Kristus adalah meniru gaya hidupnya.
Cara yang paling sulit menjadi serupa dengan kristus adalah dengan berusaha meniru karakter-Nya tanpa meniru gaya hidup-Nya

Aplikasi: berikan dirimu dilatih dalam kedisiplinan rohani.

No comments: