Thursday, April 24, 2008

GSM baru di Jakarta: Axis

Setelah sekian lama tertunda, PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) akhirnya merilis layanan seluler dengan merek Axis di Jakarta, Rabu (23/4). Jabotabek merupakan wilayah ketiga yang menjadi sasaran layanan Axis setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Layanan Axis pertama kali dirilis 27 Maret 2008 di Surabaya dan menyusul Bandung. Axis menyediakan layanan berbasis GSM dan 3G/WCDMA.

"Kami berharap dua juta pelanggan sampai akhir tahun ini," ujar Erik Aas, Presiden Direktur dan CEO PT Natrindo Telepon Seluler, optimistis. Ia mengatakan kesiapan Axis memasuki pasar seluler di Indonesia didukung kekuatan modal dan pengalaman Saudi Telecom dan Maxis Malaysia , dua operator asing yang kini menguasai saham Axis.

Saat ini jaringan Axis didukung 330 BTS (base station transceiver) di Jawa Timur, 200 BTS di Jawa Barat, dan 700 BTS di Jabotabek. Dalam 3 bulan ke depan, cakupan layanan Axis juga akan diperluas hingga Sumatera Utara dengan 400 BTS, Jawa Tengah dengan 250 BTS, dan Bali-Lombok dengan 120 BTS.

"Sampai akhir tahun 2008 kita akan membangun 3700 BTS dan sampai akhir 2009 bisa nation wide," ujar Edwan Anwar, Head of Sales and Distribution PT NTS.

Selain dari perluasan jaringan, Axis menarik pelanggan baru dengan menerapkan tarif yang kompetitif. tarif dasarnya dibuat sederhana dengan biaya SMS Rp. 60 baik sesama Axis maupun ke operator lain, tarif bicara Rp. 60 permenit ke sesama Axis, dan Rp. 600 permenit ke operator lain. Meski hitungan tarif per menit, biaya panggilan dihitung dengan pembulatan per 15 detik atau Rp. 150. Tarif video call melalui jaringan 3G sama dengan tarif bicara.

Khusus untuk program promosi, Axis memberikan akses data cuma-cuma kepada pelanggan baru sebesar 100 MB perbulan. Kartu perdana Axis dijual seharga Rp. 6000 berisi pulsa Rp. 6000.

"Saat membuat produk, kita tidak fokus ke golongan orang kaya atau kelas tertentu, namun harus dapat menjangkau semua lapisan masyarakat," ujar Erik menjelaskan strategi yang dilakukan Axis. Hal tersebut sesuai pengalamannya memimpin Grameenphone di Bangladesh yang berhasil meningkatkan pelanggan dari 2 juta menjadi 15 juta hanya dalam waktu 3 tahun dari November 2004 hingga Oktober 2007.

Sumber: Kompas, Rabu, 23 April 2008 | 16:01 WIB

No comments: