Thursday, April 28, 2011

Santapan Harian Minggu, 24/04/2011

Santapan Harian
Minggu, 24/04/2011
Lukas 24:1-12

Judul: Kubur terbuka!
Perempuan-perempuan itu memang tidak ambil bagian dalam penguburan Yesus yang dilakukan oleh Yusuf dari Arimatea (Luk. 23:50-53). Namun mereka memperhatikan dengan baik proses penguburan mayat Yesus. Mereka mencoba mengingat baik-baik dimana tepatnya Yesus dikuburkan.

Karena keesokan harinya adalah hari Sabat, baru pada hari berikutnya para perempuan itu bisa mengunjungi kubur Yesus, yaitu pada hari ketiga. Mereka datang dengan membawa rempah-rempah. Namun apa yang terjadi? Kubur sudah terbuka! Dua orang yang berpakaian berkilauan memberitahu mereka bahwa Yesus tidak ada lagi di sana karena Ia telah bangkit. Kedua orang itu menegur para perempuan karena tidak mengingat perkataan Yesus mengenai penyaliban dan kebangkitan-Nya (5-7, bdk. Luk. 9:22). Perkataan kedua orang itu kemudian membangkitkan ingatan para perempuan tentang perkataan Yesus yang telah Dia ucapkan sebelumnya, jauh sebelum kematian-Nya. Para perempuan itu kemudian dapat melihat bahwa kematian dan kebangkitan Yesus adalah nubuat yang telah digenapi. Karena itu, mencari mayat Yesus di dalam kuburan merupakan tindakan tidak beriman. Yesus telah hidup dan telah mengalahkan kematian!

Lalu bagaimana reaksi murid-murid mendengar laporan para perempuan itu? Bagi mereka, kisah para perempuan itu terlalu berlebihan dan tidak masuk akal. Mereka tidak percaya (11). Petrus pun pergi untuk membuktikan laporan para perempuan itu. Namun bukti nyata yang dia lihat malah membingungkan dia (12).

Jika kita tahu hidup dan pengajaran Yesus, kita tahu pula bahwa kebangkitan berarti hutang dosa manusia telah dibayar lunas. Kita juga jadi tahu bahwa peperangan antara kasih Allah dan dosa manusia dimenangkan oleh kasih Allah. Karena Yesus bangkit, kita akan dibangkitkan bersama dengan Dia kelak. Selamat Paskah.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/04/24/

Santapan Harian.
diambil dari sabda.org

No comments: