Saturday, May 14, 2011

Santapan Harian Minggu, 15/05/2011

Santapan Harian
Minggu, 15/05/2011
Mazmur 18:1-20

Judul: Allah Penyelamatku
Saat kehidupan mencapai puncak kejayaan, siapakah yang menjadi kebanggaannya? Diri sendiri atau Tuhan? Mazmur 18 hampir sepenuhnya sejajar dengan 2 Samuel 22. Dalam konteks 2 Samuel, mazmur ini dimengerti sebagai perayaan puncak keberhasilan Daud sebagai raja karena penyertaan Tuhan. Namun konteks Mazmur 18 lebih spesifik, luputnya Daud dari musuhnya (1) karena pertolongan Tuhan.

Mazmur 18 adalah mazmur syukur atas pertolongan Tuhan. Daud mengalami Tuhan sebagai sandaran yang benar-benar dapat diandalkan. Serangkaian sinonim, seperti gunung batu, kota benteng, kubu pertahanan, dst. yang menggambarkan keandalan Tuhan itu diungkap di ayat 2-3. Namun, Tuhan lebih dari gambaran pasif sesuatu yang besar, kuat, kokoh, dan tak tergoyahkan. Dalam ayat 8-20 Tuhan digambarkan sebagai aktif dalam kemahakuasaan-Nya menyelamatkan Daud. Sejarah Israel menyaksikan Allah hadir dalam bentuk gejala alam yang dahsyat (lihat Kel. 19) bahkan mengendalikan alam untuk sebagai sarana penyelamatan umat-Nya (lihat Kel. 15). Allah bukan hanya mengendalikan alam, tetapi juga menunggangi makhluk surgawi untuk menyatakan kekuasaan-Nya yang tak terbatas (11). Kerub adalah malaikat yang dipahatkan pada tutup pendamaian di tabut perjanjian (Kel. 25:17-22).

Bagi Daud dikejar-kejar hendak dibunuh Saul yang pada waktu itu adalah raja Israel, ataupun di kemudian hari dikudeta dan hendak dibunuh juga oleh putranya sendiri, Absalom, adalah pengalaman nyata yang menakutkan. Pengalaman tersebut memperlihatkan kedahsyatan Tuhan yang telah meluputkan dirinya dari tangan para musuh. Malah Tuhan menjanjikan Daud dan keturunannya kelak akan ada terus menerus di takhta kerajaan Israel. Kita sebagai anak-anak Tuhan pun bisa mengalami hal-hal yang menunjukkan bahwa Tuhan kita bisa diandalkan karena hanya Dialah penyelamat kita.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/05/15/

Santapan Harian.
diambil dari sabda.org

No comments: