Monday, July 18, 2011

Pentingnya Pengajaran Firman Tuhan Sejak Dini

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Selasa, 19 Juli 2011
Pentingnya Pengajaran Firman Tuhan Sejak Dini

A4M.1. Menerima

Ayat Renungan: Matius 18:6-11

6 " Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak- anak kecil ini yang percaya kepada- Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya
8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal
9 Dan jika matamu menyesatkan engkau cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua
10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak- anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa- Ku yang di sorga
11 Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang ) "

A4M.2. Merenungkan

1. Pantasnya kita mendapat hukuman seperti apa, jika kita mengajarkan doktrin atau pengajaran yang salah kepada anak kecil? (Ayat 6-7)

2. Mengapa kita tidak boleh menganggap rendah atau sepele terhadap anak kecil? (Ayat 10)

3. Ayat 8-9 tidak boleh diartikan secara harafiah. Ini berbicara tentang hal-hal yang kita cintai seperti: hobi, pekerjaan, studi, dll. Jika hal-hal tersebut membuat kita sesat, apa yang harus kita lakukan? (Ayat 8-9)

A4M.3. Melakukan

1. Tuhan Yesus sangat menaruh perhatian yang besar kepada anak kecil dalam soal pengajaran Firman. Apakah saudara juga memiliki sikap yang sama dengan Yesus?

2. Mulai hari ini ambil komitmen untuk mengajarkan hal yang benar kepada anak-anak.

A4M.4. Membagikan

Bagikan kebenaran ini dengan pasangan (suami/istri) saudara atau kepada teman saudara.

No comments: