Wednesday, September 14, 2011

Anak yang Hilang

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Kamis, 15 September 2011
Anak yang Hilang

Pengampunan Allah bukanlah semata-mata tindakan berdasarkan hukum dimana kita dibebaskan dari penghukuman. Bukan pula hal itu cuma pengampunan untuk dosa, melainkan mengubahkan hidup dari keadaan berdosa. Pengampunan itu adalah pencurahan kasih penebusan yang mengubahkan hati.

A4M.1. Menerima

Baca dan Renungkan: Lukas 15:11-32

11 Yesus berkata lagi: " Ada seorang mempunyai dua anak laki- laki
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi- bagikan harta kekayaan itu di antara mereka
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya foya
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah- limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba- hambanya Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari- tarian
26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu
27 Jawab hamba itu Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun- tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat- sahabatku
30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama- sama dengan pelacur pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama- sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu
32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

A4M.2. Merenungkan

1. Temukan sikap dan tindakan apa saja yang diambil oleh anak bungsu sebelum ia kembali kepada bapanya? (Ayat 17-19)

2. Bagaimana sikap bapa ketika melihat anak bungsunya kembali? (Ayat 20-23)

3. Pelajaran apa yang saudara dapatkan tentang sifat Bapa kita di sorga dari kisah ini?

A4M.3. Melakukan

Seringkali kita memaksakan kehendak diri sendiri dan tidak taat kepada kehendak Tuhan, sehingga akibatnya sangat fatal seperti yang terjadi pada anak bungsu. Evaluasi diri saudara apakah saudara juga sering melakukan hal yang sama?

A4M.4. Membagikan

Berikanlah kesaksian saudara berkaitan dengan Firman Tuhan hari ini di CORE saudara.

No comments: