Tuesday, September 13, 2011

Mengampuni Itu Tidak Terbatas

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Rabu, 14 September 2011
Mengampuni Itu Tidak Terbatas

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan dan ingin sekali diampuni kesalahannya. Akan tetapi, apabila ada orang yang berbuat kesalahan kepada dirinya biasanya agak sulit untuk mengampuni kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Apapun kesalahan yang dilakukan oleh orang lain selalu dianggap lebih besar daripada kesalahan yang dilakukannya sendiri, sehingga tak mudah baginya untuk mengampuni. Disinilah letak keegoisan manusia, dimana selalu ingin untuk diampuni, namun sangat sulit untuk mengampuni kesalahan orang lain.

A4M.1. Menerima

Baca dan Renungkan: Matius 18:21-35

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: " Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku. Sampai tujuh kali? "
22 Yesus berkata kepadanya: " Bukan! Aku berkata kepadamu. Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali
23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba- hambanya
24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta
25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya
26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan
27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya
28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu
29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan
30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya
31 Melihat itu kawan- kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau
34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya
35 Maka Bapa- Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing- masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu. "

A4M.2. Merenungkan

1. Berapa kali Petrus harus mengampuni? (Ayat 22). Angka 7 dan 70 x 7 dalam ayat ini tidak bisa diartikan secara harafiah. Pengampunan yang kita berikan harus terus menerus.

2. Hamba yang manakah yang paling banyak hutangnya; hamba pertama atau kedua? Bagaimana sikap hamba pertama ketika ia bertemu dengan hamba kedua yang belum membayar hutangnya? (Ayat 24-30)

3. Ketika raja mendengar perbuatan hamba pertama itu, apa yang dilakukan raja? (Ayat 31-34)

4. Apa tujuan dan maksud dari perumpamaan ini? (Ayat 35)

A4M.3. Melakukan

Dosa saudara yang besar itu telah diampuni oleh Tuhan Yesus. Bersediakah juga saudara mengampuni kesalahan orang lain yang menyakiti saudara?

A4M.4. Membagikan

Bagikanlah berkat Firman Tuhan hari ini dan pergumulan dalam hal mengampuni kepada teman, sahabat rohani dan teman CORE saudara! Mintalah mereka mendoakan saudara agar saudara bisa mengampuni dengan tulus!

No comments: