Monday, November 07, 2011

Istri Sebagai Penolong

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Selasa, 8 November 2011
Istri Sebagai Penolong

A4M.1. Menerima

Berdoa mohon pimpinan Roh Kudus dalam pembacaan Firman Tuhan hari ini dari Ayub 2:1-13, agar Anda dapat mengerti isi hati Tuhan dan memahami rencana-Nya dalam hidup Anda.

1 Pada suatu hari datanglah anak- anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN
2 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: " Dari mana engkau? " Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: " Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.
3 Firman TUHAN kepada Iblis: " Apakah engkau memperhatikan hamba- Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan. "
4 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: " Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya
5 Tetapi ulurkanlah tangan- Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan- Mu.
6 Maka firman TUHAN kepada Iblis: " Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya. "
7 Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya
8 Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk garuk badannya, sambil duduk di tengah- tengah abu
9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: " Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu Kutukilah Allahmu dan matilah! "
10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: " Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? " Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya
11 Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing- masing, yakni Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia.
12 Ketika mereka memandang dari jauh, mereka tidak mengenalnya lagi. Lalu menangislah mereka dengan suara nyaring. Mereka mengoyak jubahnya, dan menaburkan debu di kepala terhadap langit.
13 Lalu mereka duduk bersama- sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorangpun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya

A4M.2. Merenungkan

1. Apa permintaan iblis untuk kedua kali kepada Tuhan untuk menghancurkan kehidupan Ayub? (Ayat 1-8)

2. Bagaimana respons istri Ayub terhadap masalah yang menimpa suaminya? (Ayat 9). Apakah ini sikap seorang istri sebagai penolong yang baik?

3. Bagaimana juga respon sahabat-sahabat Ayub (Ayat 11-13; bandingkan pasal 4-5).

Rasanya penderitaan Ayub tidak berhenti di situ saja (Pasal 1). Kali ini ia harus mengalami penderitaan yang lebih berat lagi. Pada saat itu, secara manusia satu-satunya kebahagiaan yang masih tersisa dari Ayub hanyalah istrinya, sehingga kehadiran dan dukungan dari istrinya sangat dibutuhkan. Namun sayang, apa yang menjadi harapan Ayub ternyata salah. Kata-kata istrinya menambah beban penderitaan bagi Ayub. Namun kesetiaan Ayub kepada Tuhan tetap tidak dapat dihancurkan, dengan semua ide dan perkataan istrinya. Ayub berkata: "Engkau berbicara seperti perempuan gila" (Ayat 10). Dalam keadaan yang normal, itu memang bukan perkataan yang pantas dari seorang suami kepada istrinya. Tetapi kita setuju kalau ide, sikap dan perkataan istri Ayub melebihi batas. Seseorang akan terlihat aslinya pada saat ia tertekan. Baik oleh penyakit, penderitaan ataupun persoalan hidup yang berat. Apakah ia kristen imitasi ataukan Kristen murni.

A4M.3. Melakukan

Bagaimana sikap Anda jika penderitaan datang dalam keluarga? Apakah Anda menolong dan saling menguatkan pasangan Anda atau sebaliknya meninggalkan dia?

A4M.4. Membagikan

Bagikanlah kebenaran yang Anda terima hari ini kepada orang lain. Biarlah kesaksian Anda menjadi berkat bagi mereka.

No comments: