Thursday, November 03, 2011

Tanda Kedewasaan

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Kamis, 3 November 2011
Tanda Kedewasaan

A4M.1. Menerima

Baca dan renungkan Ibrani 5:11-14 dengan hati yang haus sambil berdoa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan
12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras
13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil
14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang- orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat

A4M.2. Merenungkan

1. Apa yang menjadi kendala bagi Paulus untuk mengajarkan Firman Tuhan kepada jemaatnya? (Ayat 11)

2. Bagaimana kondisi kerohanian jemaat saat itu? (Ayat 12)

3. Apa tanda orang yang sudah dewasa rohani dengan yang belum dewasa rohani? (Ayat 13-14)

Film Lars and the Real Girl menyoroti perbedaan antara sikap kekanak-kanakan dan kedewasaan. Lars suatu saat menanyai Gusa, kakaknya, apa artinya menjadi laki-laki dewasa. Gus terbata-bata dan tertegun sejenak, tetapi akhirnya mendapatkan jawaban yang baguas: Menjadi laki-laki dewasa berarti melakukan perkara yang benar, meskipun untuk itu ia harus menderita; tidak berlaku curang terhadap istri; dan mau dengan jujur mengakui kesalahan.

Kedewasaan tidak otomatis bertumbuh seiring dengan pertumbuhan fisik atau penambahan umur. Kedewasaan ditentukan oleh perubahan sikap dan kesediaan untuk memikul tanggung jawab. Orang-orang percaya Ibrani ditegur karena tidak mengalami pertumbuhan yang semestinya di dalam iman mereka. Seharusnya mereka sudah cakap untuk mengajarkan prinsip-prinsip iman kepada orang lain, tetapi mereka bahkan belum menerapkannya di dalam hidup mereka sendiri. Akibatnya, iman mereka mandek, tidak bertumbuh apalagi berbuah. Sulit bagi mereka makan "makanan keras", memahami aspek-aspek iman yang lebih mendalam.

Pertumbuhan rohani menuntut ketekunan dan kerja keras. Kita perlu melatih hati nurani, pikiran, dan tubuh kita untuk belajar memisahkan yang baik dari yang jahat.

A4M.3. Melakukan

Berapa lama Anda menjadi orang Kristen? Adakah tanda-tanda kedewasaan pada diri Anda?

A4M.4. Membagikan

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).

No comments: