Thursday, December 15, 2011

Angin dan Danau pun Taat

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Kamis, 15 Desember 2011
Angin dan Danau pun Taat

A4M.1. Menerima

Berdoa agar Tuhan memberi hati yang lembut untuk menerima Firman dan hikmat untuk mengerti Firman. Baca dan renungkanlah Markus 4:35-41.

35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

A4M.2. Merenungkan

1. Apa yang terjadi ketika Yesus dan murid-muridNya ada di perahu? (Ayat 37)

2. Dimanakah Yesus ketika perahu mereka mengalami taufan? (Ayat 38a)

3. Apa respon murid-murid ketika melihat perahu penuh dengan air? (Ayat 38b)

4. Setelah angin reda, apa kata Yesus kepada murid-muridNya? (Ayat 40)

Badai yang datang dalam kehidupan kita kadang-kadang membuat perkataan kita menjadi negatif. Kita kuatir dengan hidup kita. Murid-murid Yesus yang ada di dalam perahu saat mengalami taufan yang dahsyat dan ombak yang besar, justru mulai menyalahkan Tuhan dengan perkataan negatif mereka (ayat 38). Yesus ada bersama murid-muridNya di dalam perahu ketika taufan mengamuk, tapi respon Yesus begitu tenang bahkan Yesus tertidur di buritan. Ketenangan Yesus itu tidak berarti bahwa Ia tidak perduli dengan keadaan yang ada. Ketenangan Yesus itu menunjukkan bahwa Dia percaya kepada pemeliharaan Bapa-Nya. Yesus tahu kapan Ia harus berdiam diri dan menjadi tenang. Yesus tahu kapan Dia harus bertindak. Ketika tiba saatnya untuk bertindak, Ia berkata kepada danau itu, "Diam! Tenanglah!". Apa yang terjadi? Angin langsung reda dan danau pun tenang. Hal sebaliknya justru terjadi pada murid-murid Yesus yang mulai ketakutan dan berkata seorang kepada yang lain, "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?". Bagaimana dengan Anda?

A4M.3. Melakukan

1. Evaluasilah hidup Anda saat badai menerpa: apakah Anda panik, takut dan kuatir? Apakah perkataan Anda negatif atau positif terhadap orang, situasi, barang pada saat terjadinya badai?

2. Sudahkah Anda memiliki ketenangan walau badai menyerang hidup Anda?

3. Percayalah bahwa Tuhan sanggup menghentikan badai lewat perkataan-Nya.

A4M.4. Membagikan

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).

No comments: