Friday, December 09, 2011

Dosa Tidak Berkuasa Atas Orang Yang Hidup Dalam Kasih Karunia

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Sabtu, 10 Desember 2011
Dosa Tidak Berkuasa Atas Orang Yang Hidup Dalam Kasih Karunia

A4M.1. Menerima

Ucapkanlah syukur senantiasa atas kasih karunia yang Anda terima sepanjang minggu ini. Bacaan Firman Tuhan hari ini: Roma 6:1-14.

1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4  Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. 6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. 10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. 11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. 13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. 14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

A4M.2. Merenungkan

1. Pengalaman apa yang harus kita alami ketika kita dibaptis? (Ayat 3-6)

2. Bagaimanakah caranya kita memandang hidup kita setelah dibaptis? (Ayat 11)

3. Apa yang harus kita serahkan pada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran? (Ayat 13)

Kasih karunia Allah diberikan kepada kita bukan supaya kita hidup dalam dosa, tetapi supaya kita menang atas dosa. Kita tidak perlu berjuang dengan kekuatan kita untuk mengalahkan dosa, sebab Kristus telah melakukannya bagi kita ketika Ia dipakukan di atas kayu salib demi setiap dosa kita. Kematian Yesus di atas kayu salib adalah kematian terhadap dosa kita. Ia membayar lunas segala dosa kita dengan berkata di atas kayu salib, "Sudah Selesai". Kata "Sudah Selesai" berarti dosa sudah dikalahkan bahkan upah dosa yaitu maut pun sudah dikalahkan lewat kematian dan kebangkitan Yesus. Hal utama yang harus kita percayai dengan segenap hati dan jiwa saat kita dibaptis adalah bahwa kita sudah menerima kuasa kebangkitan Yesus. Melalui kebangkitan Yesus inilah, maka kasih karuina akan turun atas kita dan memampukan kita untuk menang terhadap dosa. Untuk mengalami kuasa firman ini, maka kita perlu mendapatkan suatu pencerahan tentang arti baptisan. Ketika kita mendapatkan pemahaman yang benar tentang kuasa kebangkitan Yesus, maka kita akan menyerahkan diri kita beserta dengan semua anggota tubuh kita untuk dipakai sebagai senjata-senjata kebenaran.

A4M.3. Melakukan

1. Untuk mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Yesus, maka renungkanlah kembali masa-masa ketika kita dibaptis untuk mendapat rhema khusus tentang baptisan. Hal ini akan membuat kita memiliki iman dalam kuasa kebangkitan Yesus.

2. Menyerahkan semua anggota tubuh kita setiap saat kepada Tuhan untuk dipakai sebagai senjata kebenaran.

A4M.4. Membagikan

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).

No comments: