Sunday, December 18, 2011

Hati yang Berkobar-Kobar

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Minggu, 18 Desember 2011
Hati yang Berkobar-Kobar

A4M.1. Menerima

Berdoa agar Tuhan memberi hati yang lembut untuk menerima Firman dan hikmat untuk mengerti Firman. Baca dan renungkan Lukas 24:13-32.

13  Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

A4M.2. Merenungkan

1. Mengapa 2 murid tidak menyadari ketika Yesus berjalan bersama mereka? (Ayat 16)

2. Apakah yang sedang mereka percakapkan? (Ayat 19-24)

3. Mengapa Yesus berkata: Hai kamu orang bodoh dan lamban hati? (Ayat 25)

4. Menurut kitab suci, hal apakah yang harus dialami oleh Mesias? (Ayat 26-27)

5. Apa yang terjadi saat mereka mendengar penjelasan dari kitab suci? (Ayat 32)

Seringkali kita tidak mengalami dahsyatnya Firman Tuhan, karena perasaan kita terganggu dengan peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan. Setiap peristiwa yang terjadi pada kita dan mengecewakan kita, maka kita tidak mau melihat campur tangan Tuhan atas peristiwa tersebut. Padahal Firman Tuhan bekerja dengan dahsyat di dalam segala hal. Ketika kita membaca kisah ini, kita bertanya-tanya di dalam hati mengapa kedua murid Yesus tidak menyadari kehadiran Yesus. Karena mereka hanya memandang kepada masalah yang sedang terjadi dan lupa memperhatikan Firman Tuhan. Itulah sebabnya, Yesus menghardik mereka dengan keras. Hati kita harus siap untuk menerima benih Firman Tuhan kapan pun kalau hati kita haus dan lapar akan kebenaran. Kita harus selalu waspada ketika berdoa, karena bisa saja Tuhan muncul di saat kita berdoa, tetapi karena kita tidak percaya dan lamban hati, sehingga tidak menyadari kehadiran Tuhan. Hati kita harus siap sedia untuk menerima kunjungan Tuhan ketika peristiwa demi peristiwa terjadi dalam hidup kita. Roh kita dibangkitkan ketika perkataan Kristus menembus ke dalam jiwa kita. Akibatnya hati kita berkobar-kobar untuk melayani Tuhan.

A4M.3. Melakukan

1. Seberapa seringkah hati kita terganggu untuk mengalami dahsyatnya Firman?

2. Percayakah bahwa kuasa Firman Tuhan itu dahsyat atas semua persoalan kita?

3. Miliki kerinduan agar hati kita selalu berkobar-kobar untuk melayani Dia.

A4M.4. Membagikan

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh kepada orang lain (keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll.).

No comments: