Sunday, December 04, 2011

Menjadi Murid Yesus Harus: Setia Sampai Akhir

Action for Miracle, GBI Nafiri Allah

Jumat, 2 Desember 2011
Menjadi Murid Yesus Harus: Setia Sampai Akhir

A4M.1. Menerima

Berdoa sebelum membaca Firman Tuhan, dan minta pimpinan Roh Kudus untuk memahami kebenaran hari ini. Bacaan Firman dari Yohanes 6:60:66.

60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" 61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? 62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? 63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. 65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." 66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

A4M.2. Merenungkan

1. Apa yang membuat murid-murid Yesus bersungut-sungut? (Ayat 60-61)

2. Bagaimana Firman atau perkataan Yesus bekerja bagi kita? (Ayat 63)

3. Apa sikap para muridNya, ketika mendengar perkataan Yesus? (Ayat 66)

Pernahkah Saudara melihat orang yang pernah melayani dengan begitu luar biasanya, pada akhirnya mundur dari pelayanannya bahkan meninggalkan Tuhan? Nampaknya mengejutkan, tapi hal ini sungguh-sungguh pernah terjadi atau mungkin sedang terjadi di sekitar kita, orang yang kita pikir setia karena telah melakukan pelayanan yang 'besar' bagi Tuhan, ternyata meninggalkan Tuhan. Saudara, ini bisa terjadi jika sebuah pelayanan dilakukan hanya berdasarkan 'kesetiaan' yang sesaat.

Bukan 'kesetiaan' sesaat yang Allah inginkan melainkan kesetiaan yang terus-menerus. Hal ini disadari oleh Paulus dalam menjalankan pelayanannya. Di dalam 2 Timotius 4:7, Paulus tanpa ragu-ragu mengatakan bahwa ia telah mengakhiri sebuah pertandingan yang baik. Kesetiaan Paulus bukan kesetiaan sesaat tetapi merupakan kesetiaan yang kontinyu.

A4M.3. Melakukan

Bagaimana respon Anda ketika mendengar firman yang keras? Apakah Anda rela menerima atau menolak?

A4M.4. Membagikan

Bagikanlah kebenaran yang Anda dapatkan hari ini kepada teman-temanmu di sekitar Anda atau di CORE.

No comments: