Friday, June 12, 2015

PUJI-PUJIAN DI KALA TEKANAN MENDERA

Jumat, 12 Juni 2015

Bacaan Alkitab hari ini
2 Tawarikh 20:1-30

Bacaan Alkitab satu tahun
Hosea 9-11 ; Wahyu 3

Ayat Hafalan
2 Tawarikh 20:15, “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman  TUHAN kepadamu: Janganlah kamu  takut  dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan  kamu yang akan berperang melainkan Allah.”

Di hadapan jutaan penonton televisi, Nik Wallenda berjalan menyeberangi air terjun Niagara di atas seutas kabel sepanjang 550m dan berdiameter 12,7cm. Ia sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencegah kemungkinan yang bisa saja terjadi.  Selain menghadapi tantangan ketinggian yang mencekam dan derasnya air, ada kabut tebal yang menghalangi pandangan Nik, tiupan angin yang mengancam keseimbangannya dan cipratan air terjun yang mengganggu pijakannya. Di tengah-tengah tantangan tersebut, ia berkata bahwa ia banyak berdoa dan memuji Allah.

Dalam menghadapi tantangan bani Moab dan Amon, Raja Yosafat memerintahkan para pemuji untuk berbaris maju ke depan medan pertempuran. Ketika mereka memulai memuji, Tuhan membuat pasukan musuh saling menyerang dan menghancurkan satu sama lain. Menaikkan pujian kepada Allah di dalam tekanan, bukanlah perkara yang mudah. Kita cenderung akan membela diri, menyusun strategi dan merasa khawatir. Ketika kita menyembah Allah, kita dapat melindungi hati dari kegelisahan dan sikap mengandalkan diri sendiri. Pakailah bibir kita untuk menaikkan pujian di kala tekanan datang mendera.

Refleksi Diri
1. Situasi  apakah yang dihadapi Yosafat dan bangsa Israel?
2. Strategi apa yang diterapkan Yosafat dalam menghadapi musuh-musuhnya?

Pokok Doa
Tuhan ingatkanlah aku bahwa  dalam setiap peperangan dalam hidup ini, Engkaulah yang berperang.

Kata - Kata Bijak
Apapun yang ada di depan kita, Allah selalu mendukung kita dari belakang.

Yang Harus Dilakukan
Ambillah waktu untuk  memuji  Allah ketika  Anda sedang merasa tertekan.

No comments: