Saturday, July 04, 2015

AMBISI YANG MENGHANCURKAN

Sabtu, 4 Juli 2005

Bacaan Alkitab hari ini
1 Samuel 18:6-30

Bacaan Alkitab satu tahun
Matius 3 ; Kejadian 7-9

Ayat Hafalan
1 Samuel 18:14, “Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN 
menyertai dia.“

Antonio Saleri, seorang komposer di abad ke-18 pernah berdoa seperti ini, “Tuhan, jadikanlah aku komposer besar. Biarkan aku merayakan kemuliaan-Mu melalui musik. Jadikan aku termasyur di seluruh dunia, sehingga setelah aku mati orang-orang mengenal namaku selama-lamanya lewat apa yang aku tulis. Sebagai balasnya akan kuberikan kepada-Mu 
kemampuan dan kehidupanku.” Doa yang ambisius ini terlontar dikarenakan 
sebenarnya ia iri dengan kehebatan Mozart. Tapi apa yang terjadi justru 
sebaliknya, hidupnya malah hancur.

Ia berpaling dari Tuhan dan karirnya tidak mencapai titik keberhasilan. Saleri selalu bermimpi dipakai Tuhan dengan cara yang istimewa demi kepentingannya sendiri. Ia lupa kalau sebenarnya kesuksesan dan 
kebahagiaan datang saat kita membiarkan Tuhan membentuk hidup kita menurut cara apa saja yang Ia inginkan untuk kemuliaan-Nya. Kalau kita 
merenungkan kisah raja Saul yang berambisi mengalahkan Daud, obsesi 
terbesarnya ingin melenyapkan Daud dan mengambil hati rakyatnya. Namun 
apa yang terjadi, Saul tidak membiarkan dirinya dipakai Tuhan dengan leluasa. Ia menolak cara-cara Allah dan memaksakan kehendaknya sendiri.  Akhirnya ia pun binasa.

Pokok Doa
Tuhan pakailah hidupku seperti yang Engkau mau, aku berserah sepenuhnya 
kepada-Mu.

Refleksi Diri
1. Apakah yang membuat Saul benci kepada Daud?
2. Apakah yang membuat Saul sadar pada akhirnya?

Kata - Kata Bijak
Hiduplah menurut cara yang Tuhan inginkan untuk kemuliaan-Nya.

Yang Harus Dilakukan
Renungkanlah kembali apakah yang kita lakukan atau jalani hari ini 
merupakan yang Ia mau.

No comments: