Wednesday, July 01, 2015

THE POTTER AND THE CLAY

Rabu, 1 Juli 2015

Bacaan Alkitab hari ini
Yeremia 18

Bacaan Alkitab satu tahun
Maleakhi 1-4 ; Wahyu 22

Ayat Hafalan
Yeremia 18:4, “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di  tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.“

Proses pembuatan sebuah bejana dimulai dari sebongkah tanah liat yang kotor  dan tak berarti. Kemudian, sang penjunan akan memutar roda dan ‘mengerjakan’ tanah liat tersebut. Apabila terjadi kesalahan ataupun ditemukan kotoran atau batu kecil, maka penjunan akan menghancurkannya kembali dan mengerjakan dari awal. Saat tanah liat sudah terbentuk menjadi bejana, penjunan akan memasukkannya ke dalam perapian. Selang beberapa waktu, si penjunan mengambil dan mengeluarkan bejana tanah liat dari tempat pembakaran. Inilah saat tanah liat berubah menjadi bejana yang sempurna, indah dan berharga.

Alkitab menceritakan tentang kesetiaan sang penjunan kepada Yeremia dengan indah. Dia terus dan terus mengerjakan kembali tanah liat itu sampai menjadi bejana yang layak. Saat kita berontak dan bentuk kita menjadi buruk, tangan Allah yang sabar tidak pernah berhenti. Lewat semua detail perkara dalam hidup kita, Dia masih memegang kendali dan mengerjakan segala sesuatu dalam rencana-Nya untuk kebaikan kita. Kasih-Nya terlalu besar sehingga Ia terus menerus membentuk kita dengan tangan-Nya sendiri. Dengan kasih dan anugerah-Nya Ia membentuk kita, menjadi bejana yang indah dan bisa dinikmati oleh banyak orang.

Pokok Doa
Tuhan inilah hidupku, bentuklah aku seturut yang Kau mau. Jadikan aku bejana yang berguna bagi kerajaan-Mu.

Refleksi Diri
1. Apakah yang Tuhan perintahkan kepada Yeremia?
2. Pesan apakah yang ingin Tuhan sampaikan melalui kisah si tukang periuk?

Yang Harus Dilakukan
Tuhan menaruh saya di dalam pembentukan-Nya supaya saya dapat bersinar bagi-Nya.

Kata - Kata Bijak
Ijinkanlah Tuhan memproses kehidupan Anda, serahkanlah segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan.

No comments: