Tuesday, August 18, 2015

KEMERDEKAAN UNTUK MEMBERI

Selasa, 18 Agustus 2015

Bacaan Alkitab hari ini
Matius 6:1-4

Ayat Hafalan
Lukas 6:38, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Bacaan Alkitab satu tahun
Matius 28 ; Imamat 21-22

Renungan Inspirasi
Andrew Carnegie dianggap oleh sejarawan sebagai salah satu bangsawan terkaya pada permulaan abad ke-20. Dalam tahun-tahun terakhirnya, Carnegie bertanya kepada para akuntannya, “Berapa banyak yang sudah aku berikan?” Para akuntan menghitung sampai setiap sen yang sudah diberikannya sebanyak $ 324.657.399,- Carnegie terkejut bukan main dengan jumlah yang diberikan. Ia berseru, “Ya ampun, dari mana aku memperoleh semua uang itu?”

Menurut Stephen Covey, penulis buku The Seven Habits, orang yang memiliki pemikiran “kekurangan” yakin bahwa dalam hidupnya yang ada hanyalah persedian terbatas. Itu sebabnya, mereka mati-matian mempertahankan miliknya, bahkan mereka tidak berbagi dengan sesama. Sementara orang dengan pemikiran “kelimpahan” meyakini bahwa terdapat banyak persediaan dari segalanya. Kalau uang mereka berkurang karena memberi, mereka percaya Tuhan akan mengembalikan dengan cara yang ajaib. Jadi, mereka tidak pernah takut untuk berbagi. Salah satu cara terbaik untuk dicatat dalam sejarah dan menjadi kenangan baik bagi orang lain adalah menjadi pribadi yang diingat karena murah hati. Prinsip kerajaan Allah pun menyatakan, “Berilah supaya kita pun diberi oleh Bapa di surga”.

Pokok Doa
Tuhan ajarlah aku untuk memiliki hati yang mau memberi dan percaya pada pemeliharaan-Mu

Refleksi Diri
1. Kewajiban agama apakah yang Yesus maksudkan agar tidak dilakukan di hadapan orang?
2. Prinsip apakah yang Yesus ajarkan mengenai memberi?

Kata - Kata Bijak
Memberi merupakan sikap hati yang percaya pada kedaulatan Allah.

Yang Harus Dilakukan
Mintalah kepada Tuhan hati yang mau memberi dan ketika Tuhan berbicara taatilah perintah-Nya.

No comments: