Friday, September 04, 2015

BELAJAR DARI ISTRI AYUB

Jumat, 4 September 2015

Bacaan Alkitab hari ini
Ayub 2:1-10, 42:7-17

Bacaan Alkitab satu tahun
Kisah Para Rasul 10:1-23 ; Bilangan 34-36

Ayat Hafalan
Ayub 2:10b, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi  tidak mau menerima yang buruk?”

Renungan Inspirasi
Kitab Ayub tidak banyak mengupas tentang kehidupan istri Ayub, kisahnya diangkat sesaat setelah Ayub mengalami kondisi yang buruk. Apa yang dilakukan oleh istri Ayub? Ia mendatangi suaminya dan berkata, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” Apa reaksi kita, ketika menghadapi masalah keluarga seperti yang Ayub alami?

Petiklah pelajaran dari istri Ayub; sikapnya dalam menghadapi penderitaan suaminya memang tidak patut ditiru. Tapi, jika kita perhatikan di akhir kitab Ayub, rupanya ia menyadari kesalahannya. Tidak dicatat Ayub menikah kembali, artinya istri yang pernah mencerca suami dan Tuhannya ternyata masih setia mendampinginya. Kita mungkin pernah jatuh dalam kesalahan, tetapi jangan biarkan kita terpuruk disana. Masih ada kesempatan untuk berubah dan bertobat, kasih karunia Allah masih tersedia bagi kita hingga saat ini.

Refleksi Diri
1. Apa respons istri Ayub ketika  menghadapi situasi yang dialami  oleh suaminya?
2. Apa yang membuat keluarga Ayub dipulihkan?

Pokok Doa
Tuhan tolonglah aku agar  dapat keluar dari perasaan bersalah dan kesalahanku di masa lalu, aku mau menyongsong masa depan bersama-Mu.

Kata - Kata Bijak
Jangan biarkan kesalahan masa lalu membuat diri kita terpuruk.

Yang Harus Dilakukan
Jangan biarkan dirimu terpuruk dalam kesalahan masa lalu.

No comments: