Tuesday, October 06, 2015

MARI MEMUJI TUHAN

Selasa, 6 Oktober 2015

Bacaan Alkitab hari ini
Mazmur 40:1-18

Bacaan Alkitab satu tahun
Roma 4 ; 1 Samuel 4-6

Ayat Hafalan
Mazmur 40:4, “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.“

Renungan Inspirasi
Pagi terasa sangat indah dengan hadirnya suara burung-burung. Mereka berkicau riang bagai penyanyi yang bersukacita menyambut datangnya hari yang baru. Begitu merdu, hingga sukacita mereka mampu membawa perasaan bahagia dan damai dalam hati. Secara naluri burung bernyanyi guna menarik perhatian pasangannya dan untuk mempertahankan teritori mereka. Tapi lebih dari fungsi burung bernyanyi ini, apa yang kita dengar adalah lebih dari itu. Tuhan-lah yang membuat mereka berkicau riang hingga terdengar indah di telinga kita.

Jika Tuhan menaruh kicauan bak lagu di dalam hati burung, hal yang sama sebenarnya juga diberikan Tuhan pada kita. Dengan jelas Alkitab mengatakan bahwa Tuhan sendiri yang memberi inspirasi pada kita, meletakkan nyanyian baru dalam mulut kita untuk kembali dipakai memuji-Nya. Menyanyikan puji-pujian bagi-Nya itu jauh lebih baik daripada kita hanya mengisi mulut kita dengan keluh kesah, umpatan atau hal-hal negatif lainnya. Selain itu, pujian dan ucapan syukur dapat meneguhkan semangat kita dan membuat kita penuh sukacita. Allah kita adalah Allah yang luar biasa dan sangat mengasihi kita. Dia layak mendapatkan persembahan pujian-pujian yang terbaik lewat nyanyian yang penuh sukacita. Teruslah bernyanyi dan muliakanlah Tuhan.

Refleksi Diri
1. Apa yang dapat membuat orang lain percaya kepada Tuhan melalui hidup kita?
2. Apa saja yang akan kita peroleh ketika kita menaikkan syukur dan doa?

Pokok Doa
Tuhan, aku mau mempersembahkan puji- pujian sebagai ungkapan syukurku kepada-Mu ya Allah yang hidup.

Kata - Kata Bijak
Let’s sing for joy at the work of His hands.

Yang Harus Dilakukan
Naikkanlah puji-pujian kepada Allah sebagai persembahan ucapan syukur kita kepadaNya.

No comments: