Wednesday, December 02, 2015

TUJUAN ALLAH MENJADI MANUSIA

Rabu, 2 Desember 2015

Bacaan Alkitab hari ini
Ibrani 1:1-4

Bacaan Alkitab satu tahun
Markus 4:1-20 ; 2 Tawarikh 17-18

Ayat Hafalan
Ibrani 1:2, “Pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.“

Renungan Inspirasi
Ketika kita berhadapan dengan bocah yang baru belajar bicara, maka kita akan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti olehnya. Tidak jarang percakapan kita itu menjadi perkara yang lucu bila didengarkan. Mengapa orang dewasa ketika berkomunikasi dengan anak kecil menggunakan bahasa kanak-kanak? Ya! Tentunya, agar si anak mengerti apa yang dimaksud oleh orang dewasa.

Demikian juga halnya dengan Bapa kita, Ia ingin dikenal oleh manusia. Ia tidak dapat menuntun manusia untuk menggunakan ‘bahasa’ Allah, Allah-lah yang “turun” menggunakan bahasa dan budaya manusia. Allah menggunakan berbagai cara agar manusia mengerti kehendak-Nya. Surat Ibrani 1:1 mencatat: “... pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi ....” Namun, tampaknya manusia tidak selalu memahami, apalagi melakukan kehendak-Nya. Apakah Allah menyerah dan menyudahi komunikasi-Nya kepada manusia? Ternyata tidak! Ibrani 1:2 mengatakan: “Maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya ....” Allah menjadi manusia, memasuki budaya manusia, merasa dan bergumul sebagai manusia, tujuannya tidak lain agar manusia mengerti bahasa cinta kasih-Nya.

Refleksi Diri
1. Bagaimanakah cara Allah agar dapat berbicara kepada manusia?
2. Seperti apakah Kristus digambarkan oleh penulis Ibrani?

Pokok Doa
Tuhan, aku bersyukur bahwa Engkau berkenan merendahkan diri supaya aku dapat mengerti bahasa cinta-Mu.

Kata - Kata Bijak
Allah ingin dikenal oleh manusia, itu sebabnya Ia menjadi sama dengan manusia.

Yang Harus Dilakukan
Berbicaralah dengan Allah, karena Ia senantiasa rindu berbicara dengan kita.

No comments: