Monday, February 29, 2016

MEMBAGIKAN ANUGERAH ALLAH

Senin, 29 Februari 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Matius 9:9-13

Bacaan Alkitab satu tahun
Lukas 12:1-34 ; Mazmur 129-131

Ayat Hafalan
Matius 9:13, “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan Inspirasi

Tahun 2014 yang lalu kita dikejutkan akan sebuah pemberitaan yang menyatakan bahwa sebuah gereja besar di Australia “mendukung” pernikahan sejenis. Meski pernikahan sejenis itu tidak berkenan, isu ini berkembang luas sehingga banyak orang Kristen yang lupa akan esensi gereja yang sesungguhnya, yaitu membawa anugerah Allah kepada mereka yang berada di dalam kegelapan menuju terang Kristus yang ajaib.

Ketika Yesus menerima undangan Matius si pemungut cukai untuk makan di rumahnya, para pemimpin agama mengecamnya karena ia makan atau bergaul dengan orang berdosa. Mendengar pembicaraan orang Farisi itu, Yesus menjawab: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Yesus, Sang Tabib Agung datang dalam kehidupan kita di saat-saat yang paling dibutuhkan. Apa yang tidak layak kita terima, Ia berikan dengan cuma-cuma. Dengan melakukan kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan, kita dapat meneruskan anugerah Allah kepada sesama dan memandu kehidupan mereka yang dalam kegelapan untuk datang kepada terangnya Tuhan.

Refleksi Diri
1. Teguran apakah yang diberikan orang Farisi kepada Yesus?
2. Apakah kehendak Tuhan atas umat manusia?

Pokok Doa
Tuhan, aku bersyukur ketika aku merasa tak berdaya, ada Anugerah dan kekuatan yang Engkau berikan. Aku rindu membagikannya juga kepada mereka yang belum pernah merasakan Anugerah-Mu

Kata - Kata Bijak
Jika Anda pernah mengalami anugerah Allah, maka Anda akan rindu juga untuk membagikannya.

Yang Harus Dilakukan
Bagikanlah anugerah Allah melalui perbuatan baik kepada sesama.

No comments: