Wednesday, March 23, 2016

SANJUNGAN DUNIA SEMU

Rabu, 23 Maret 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Kisah 14:8-20

Bacaan Alkitab satu tahun
Lukas 23:26-56 ; Pengkhotbah 10-12

Ayat Hafalan
Amsal 27:21, “Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya.”

Renungan Inspirasi
Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris, pernah ditanya, “Tidakkah Anda merasa tersanjung? Setiap kali Anda berpidato, orang datang berbondong- bondong sampai tidak kebagian tempat. Mereka sangat menyanjung Anda!” Sang perdana menteri menjawab: Tiap kali ingin berbangga, saya ingat satu hal. Seandainya saya kelak dihukum gantung, jumlah orang yang hadir pasti melonjak dua kali lipat!”

Sanjungan dunia semu sifatnya. Gampang berubah. Hal ini yang terjadi kepada Paulus, setelah menyembuhkan seorang lumpuh dengan kuasa Allah di Listra, penduduk terkesima. Dikiranya Pulus dan Barnabas adalah titisan dewa. Mereka berdua langsung dipuja-puja dan diberi aneka persembahan. Tetapi begitu orang Yahudi menghasut mereka, segera saja mereka berbalik melempari melempari Paulus dengan batu (ayat 19). Untunglah Paulus dan Barnabas tidak haus sanjungan. Paulus berusaha menjelaskan bahwa hanya Tuhan yang layak disembah. Pantang baginya untuk mencuri kemuliaan Tuhan bagi dirinya.

Pada umumnya, kita suka apabila menerima sanjungan. Sebetulnya tidak salah kalau kita merasa tersanjung saat dipuji orang. Yang salah kalau kita gila dengan sanjungan, hingga rela mengorbankan apa pun demi sanjungan. Sanjungan bisa menyesatkan, lagi pula cepat sirna. Lebih baik kita fokus untuk melakukan tugas sebaik mungkin, dan dengan hati yang terarah kepada Tuhan berkata, “Semua itu karena anugerah Tuhan semata.”

Refleksi Diri
1. Bagaimana sikap Paulus saat mendapat sanjungan?
2. Apa yang seharusnya Anda lakukan saat Anda disanjung?

Pokok Doa
Tuhan ajarlah aku untuk tidak tinggi hati ketika menerima sanjungan, karena semua hanya anugerah-Mu semata.

Kata - Kata Bijak
Jangan terlalu bangga dengan sanjungan, jangan terlalu jatuh saat dihina.

Yang Harus Dilakukan
Saat ini biarlah segala sanjungan diarahkan kepada Tuhan.

No comments: