Sunday, August 07, 2016

BEBAS DARI BELENGGU SAKIT HATI

Minggu, 7 Agustus 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Mazmur 10:12-18

Bacaan Alkitab satu tahun
Matius 23:23-39; Keluaran 39-40

Ayat Hafalan
Mazmur 10:14, Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang  lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

Renungan Inspirasi
Tahun 1960-an di kota New York seorang pemuda melakukan kejahatan sadis. Ia menikam seorang pria yang sedang duduk di taman sebanyak 120 kali. Ketika polisi menangkapnya, ia ditanyai motif tindakannya. “Kamu kenal siapa orang ini?” Jawabnya, ” Aku tidak tahu”.

Polisi bertanya lagi, “Nah, apa yang ia perbuat kepadamu?” “Tidak ada.” “Apa yang telah ia katakan padamu?” “Tidak ada”. “Jadi apa maksudmu mendatangi orang yang tidak kamu kenal dan membunuhnya?” “Karena Ibuku selalu membanggakan kakakku, lalu aku membayangkan akan terkenal dengan cara lain. Aku memikirkan kemungkinan terburuk yang dapat kulakukan, sebab itu aku keluar dan melakukannya, sehingga setidak-tidaknya ibuku akan mengingatku sekarang”. Pemuda ini ternyata korban dari rasa sakit hati terhadap ibunya. Tidak dapat dipungkiri, hari ini ada banyak orang yang terbelenggu dengan sakit hati, yang mendorongnya untuk balas menyakiti bahkan kepada siapapun yang ada di sekitarnya.

Daud pernah mengalami sakit hati karena difitnah, dihina, serta ditindas, namun ia menyerahkan perkaranya kepada Tuhan. Tuhan mengambil kesusahan serta sakit hati ke dalam tangan-Nya (ay. 14). Banyak orang percaya yang tidak bisa bertumbuh imannya karena hidup dengan sakit hati yang terus disimpan. Entah itu kepada orang tua, anak, atasan di kantor, rekan kerja atau siapapun itu. Mari serahkan kepada Tuhan semua perasaan sakit hati kita. Percayalah tidak ada luka yang terlalu dalam yang tidak bisa disembuhkan oleh Tuhan.  Jika Anda saat ini sedang sakit hati, datanglah kepada Tuhan dan serahkan segala perkara Anda kepada Tuhan. Tuhan akan menjadi pembela perkara kita.

Refleksi Diri
1. Pengalaman apa yang dialami  Daud saat ia tertindas dan sakit hati (ay. 14)?
2. Hal apa yang harus Anda lakukan saat merasa sakit hati?

Pokok Doa
Tuhan terima kasih  buat kasih-Mu yang membebaskanku dari sakit hati.

Kata - Kata Bijak
Menyimpan sakit hati sama halnya dengan mengaktifkan sebuah bom waktu yang pasti

Yang Harus Dilakukan
Serahkan segala perkara yang Anda alami kepada Tuhan, jangan biarkan sakit hati.

No comments: