Monday, November 21, 2016

MEMILIKI IMAN YANG BENAR

Senin, 21 November 2016

Bacaan Alkitab hari ini
Roma 4:1-25

Bacaan Alkitab satu tahun
2 Korintus 9; 1 Tawarikh 16-18

Ayat Hafalan
Roma 4:18, Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.

Renungan Inspirasi
Kita pasti pernah mendengar perkataan: “Perkatakan Firman. Katakan aku telah sembuh, mujizat pasti terjadi.” Atau, “Percayalah bahwa ada sesuatu dalam dirimu yang jauh lebih besar daripadamu”. Walaupun kelihatan indah kata-kata ini tapi tidak sepenuhnya benar. Karena kita perlu mengarahkan iman kita pada seseorang yang harus sangat hebat, sangat luar biasa melampaui diri kita sendiri. Dan sosok itu adalah Tuhan kita Yesus Kristus. Beriman kepada Tuhan bukan berarti kita dapat mengatur Tuhan sesuai dengan kehendak kita, tapi beriman kepada Tuhan berarti rela menundukkan keinginan dan kepentingan diri sendiri dan lebih memilih kehendak Tuhan.

Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Abraham, seorang tokoh iman yang luar biasa. Ia mendapat sebutan sebagai bapa dari orang beriman. Suatu saat Allah pernah berjanji kepada Abram bahwa ia akan mempunyai banyak keturunan. Tapi ia menghadapi satu rintangan besar, ia sudah tua dan isterinya tidak mungkin mempunyai anak. Tapi Paulus mencatat bahwa Abraham pada akhirnya tetap percaya kepada perkataan Allah dibanding situasi yang sedang dia alami (ay. 22). Sebagai orang percaya kita perlu untuk memiliki iman yang benar. Artinya, segala sesuatu yang Tuhan perintahkan harus kita lakukan. Meski kadang diluar batas kemampuan kita. Hari ini, percayalah saat kita menyerahkah seluruh hidup kepada pengaturan Tuhan, maka Ia berjanji akan mencurahkan segala berkat dan kebaikan dalam hidup kita. Sudahkah Anda memiliki iman yang benar?

Refleksi Diri
1. Apakah yang dimaksud dengan iman yang benar dalam renungan ini?
2. Tindakan apa yang dilakukan Abraham saat Tuhan menjanjikan keturunan (ay. 22)?

Pokok Doa
Tuhan terima kasih telah mengajarkan aku mengenai iman yang benar. Biarlah aku senantiasa belajar untuk percaya kepada Engkau di dalam segala keadaan.

Kata - Kata Bijak
Iman yang benar adalah tetap percaya kepada Allah meski tanpa ada dasar untuk percaya.

Yang Harus Dilakukan
Milikilah iman yang senantiasa tertuju kepada perkataan Allah.

No comments: