Saturday, February 04, 2017

CINTA BERPIKIR BIJAKSANA

Sabtu, 4 Februari 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Titus 1; Amsal 16

Ayat Hafalan
“Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya,  itu lebih banyak dari pada pasir.” – Mazmur 139:17-18

Renungan Inspirasi
Cinta ≠ perasaan. Cinta = keputusan, dan untuk memutuskan seseorang harus berpikir. Pikiran akan mendahului perbuatan. Saat Anda jatuh cinta, wajah orang yang Anda cintai itu seakan tidak dapat hilang dari benak Anda. Membayangkan apa yang sedang dilakukannya dan mengulang-ulang hal-hal berkesan yang dikatakannya atau kenangan indah bersamanya, adalah hal yang tidak pernah bosan Anda lakukan. 

Namun, bagi kebanyakan pasangan, segalanya mulai berubah setelah memasuki pernikahan. Perburuan sudah berakhir dan pengejaran  sudah selesai. Percikan api romantisme mulai menjadi bara api kelabu. Anda mulai terfokus pada pekerjaan, anak-anak, teman-teman, masalah, keinginan pribadi dan diri Anda sendiri. Setelah sekian lama, tanpa disadari Anda mulai mengabaikan kebutuhan pasangan Anda. Jika Anda tidak belajar untuk memikirkan pasangan, maka Anda akan menyesal telah kehilangan kesempatan untuk mengekspresikan cinta Anda. Ini adalah musuh tersembunyi dalam sebuah pernikahan.

Mari kita jujur pada diri kita sendiri. Pria memiliki pergumulan yang lebih dalam hal ini dibandingkan dengan wanita. Fokus pria yang bagaikan sinar laser, hanya tertuju pada satu hal dan mengabaikan yang lainnya, di satu sisi memang menguntungkan pria. Sebaliknya, wanita lebih dapat membagi fokusnya pada beberapa hal sekaligus. Wanita dapat berbicara lewat telepon, memasak, mengasuh anak-anak, dan juga bertanya-tanya dalam hatinya mengapa suaminya tidak membantunya. Wanita dapat melakukan hal-hal tersebut sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Pria cenderung berpikir secara gambaran besar dan mengatakan persis seperti apa yang mereka maksudkan. Wanita berpikir dan berbicara secara tersirat. Wanita cenderung memberi isyarat. Pria harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dimaksud.

Pasangan yang gagal memahami perbedaan-perbedaan ini, akan dengan mudah jatuh ke dalam pertengkaran demi pertengkaran. Pria akan frustrasi dan terus bertanya-tanya mengapa wanita berbicara penuh teka-teki dan tidak terus terang. Wanita akan frustrasi dan bertanya-tanya mengapa pria begitu tidak berperasaan dan tidak bisa menarik kesimpulan dari fakta yang ada. Di dalam benaknya wanita berpikir, “Aku tidak perlu menjelaskan kepadanya. Ia seharusnya dapat melihat keadaan dan mengetahui apa yang sedang terjadi.” Pada saat yang sama, pria merasa tertekan karena ia tidak dapat membaca pikiran wanita dan bertanya-tanya mengapa ia dihukum untuk kesalahan yang ia tidak ketahui. Seorang suami harus belajar mendengarkan istrinya dan memperhatikan maksud hatinya yang tidak terucapkan. Ini adalah kunci untuk membantunya merasa dicintai. Istri harus belajar menyampaikan secara terus terang dan tidak penuh dengan teka-teki.

Cinta memerlukan pikiran yang bijaksana, yang membangun jembatan melalui kesabaran, keramahan dan ketidakegoisan. Cinta memerlukan kompromi, saling menghormati dan menghargai cara berpikir pasangan Anda yang unik. Cinta berpikir sebelum berbicara.

Tantangan
Hubungi pasangan Anda di sela-sela kesibukan Anda hari ini. Jangan mempunyai agenda apa pun selain menanyakan bagaimana kabarnya. Ajaklah berbicara dan dengarkan dia, apakah ada sesuatu yang Anda dapat lakukan untuknya.

“Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.” Filipi 1:3

Jurnal Anda
Apa yang terjadi ketika Anda melakukan tantangan ini? Apa yang dapat Anda pelajari tentang diri Anda atau pasangan Anda melalui tantangan hari ini? 

Bagaimana ini dapat menjadi bagian yang alami, rutin dan benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup Anda?

No comments: