Tuesday, February 21, 2017

CINTA BERTANGGUNG JAWAB

SELASA, 21 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 7:31-50; Mazmur 7-10

Ayat Hafalan
Roma 2:1b BIS, “Sebab kalau Saudara menyalahkan orang lain, padahal Saudara sendiri melakukan perbuatan yang sama seperti mereka, maka Saudara menjatuhkan hukuman atas diri sendiri juga.”

Renungan Inspirasi
Tanggung jawab pribadi adalah sesuatu yang kita sepakati bersama harus dimiliki oleh semua orang, sekalipun mungkin kita sendiri pun bergumul untuk hal ini. Kita semua perlu melihat ke dalam cermin, apakah kita begitu cepat membenarkan perbuatan kita, menangkis kritik, bahkan cepat dalam mencari-cari kesalahan orang lain, khususnya pasangan kita. Kita semua cenderung percaya bahwa pemikiran, perkataan dan perbuatan kita benar, atau setidaknya lebih benar daripada pasangan kita. Sejauh itu menyangkut kepentingan kita, kita melakukan yang terbaik semampu yang kita dapat lakukan.
Cinta tidak akan melemparkan kesalahan dengan begitu mudah atau membenarkan motif tindakan yang egois. Cinta tidak memedulikan keadaannya sendiri, namun kebutuhan dan kepentingan orang lain juga. Ketika cinta bertanggung jawab atas perbuatannya, ini bukan untuk membuktikan betapa mulianya Anda, tetapi untuk mengakui semua yang harusnya Anda lakukan. Cinta tidak mencari-cari alasan.
Apa yang mungkin terjadi di dalam hubungan Anda apabila Anda lebih dahulu mengakui kesalahan dan tidak menyalahkan pasangan Anda? Apakah Anda menerima tanggung jawab untuk pribadi yang Anda pilih sendiri sebagai cinta dalam hidup Anda? Apakah selama ini Anda memikul tanggung jawab atas kesalahan Anda sendiri? Apakah Anda pernah mengatakan atau melakukan kesalahan kepada pasangan Anda?
Cinta akan memampukan Anda untuk memikul tanggung jawab untuk pasangan Anda dalam pernikahan. Cinta merindukan hubungan yang benar dengan Allah dan pasangan. Memang dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk benar-benar memiliki hati yang diubahkan. Kesombongan menolak tanggung jawab, tetapi kerendahan hati dan kejujuran di hadapan Allah dan pasangan Anda sangat penting bagi hubungan yang sehat.
Ini sama sekali bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Juga bukan menuntut Anda agar menjadi pihak yang selalu mengalah. Namun, bila ada sesuatu yang tidak benar di antara Anda dan Tuhan, atau antara Anda dan pasangan Anda, maka itu harus menjadi prioritas utama Anda untuk segera dibereskan. Akuilah dosa-dosa Anda lebih dahulu. Hidup berkenan di hadapan Allah bukan berarti tidak pernah tersandung dan jatuh, tetapi Anda mengakui saat Anda gagal dan memohon pengampunan-Nya.
Pasangan Anda mungkin mengatakan bahwa Anda telah melakukan kesalahan dan melukai mereka dalam beberapa hal. Bertanggung jawab berarti mengakui ketika Anda salah dan meminta pengampunan. Inilah waktunya bagi Anda berdua untuk saling merendahkan diri, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Ini adalah tindakan cinta. Allah tidak menghendaki ada persoalan yang belumdibereskan di antara Anda berdua.
Untuk melakukan hal ini dengan tulus, Anda berdua harus mengubur dalam-dalam kesombongan Anda dan saling meminta pengampunan dari pasangan Anda apa pun responnya. Ia memang harus mengampuni Anda, tetapi tanggung jawab Anda tidak terletak pada keputusannya.  Mengakui kesalahan Anda adalah tanggung jawab Anda. Mintalah Tuhan untuk memperlihatkan kepada Anda di mana Anda telah gagal dalam melakukan tanggung jawab Anda, lalu bereskan itu di hadapan Tuhan terlebih dahulu. Setelah itu, Anda perlu melakukannya di hadapan pasangan Anda. Jika Anda tulus, Anda akan mengalami kuasa kasih karunia dan kekuatan yang Tuhan berikan kepada Anda, pasangan Anda dan pernikahan Anda.

Tantangan
Sediakan waktu untuk berdoa bersama-sama dihadapan Tuhan. Mintalah pengampunan dari Tuhan untuk kesalahan dan kelalaian yang pernah Anda berdua lakukan, kemudian dengan rendah hati akuilah itu kepada pasangan Anda. Lakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh. Mintalah pengampunan dari pasangan Anda, tanpa mempedulikan bagaimana dia meresponi pengakuan Anda. Pastikan Anda masing-masing menjalankan tanggung jawab Anda dengan penuh cinta.

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.” Galatia 6:4

Jurnal Anda
BagaimanaresponpasanganAndaterhadappengakuanAndakepadanya?Apakahiapercayabahwa pengakuan yang Anda lakukan itu lebih dari sekedar kata-kata? Apa yang Anda lakukan?

No comments: