Saturday, February 18, 2017

CINTA ITU SETIA

SABTU, 18 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 6:1-26; Amsal 30

Ayat Hafalan
Amsal 20:6, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”

Renungan Inspirasi
Dari seluruh perintah yang diberikan oleh Tuhan, perintah terbesar yang diberikan-Nya adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Luk. 10:27)
Cinta kita kepada orang lain akan membuat orang tersebut tahu bahwa kita adalah murid-murid Kristus (Yoh. 13:35). Kasih atau Cinta adalah dasar dari seluruh keberadaan kita sebagai orang percaya (Ef. 3:17), dan kita harus menyatakan hal ini dengan sungguh-sungguh dan bersemangat (1 Pet. 4:8). Ini adalah kualitas yang harus kita miliki dengan berkelimpahan (1 Tes. 3:12) dan semakin hari harus semakin berakar di dalamnya.
Jika kita diciptakan untuk membagikan cinta, apa yang akan Anda lakukan ketika cinta Anda ditolak? Bagaimana bila pasangan Anda berhenti menerima cinta Anda, padahal Anda telah menyerahkan seluruh hidup Anda untuknya? Kisah tentang nabi Hosea adalah salah satu kisah yang paling luar biasa di dalam Alkitab. Menentang segala logika dan akal sehat kita, Allah memerintahkan Hosea untuk menikahi seorang pelacur kondang pada masa itu. Tuhan ingin pernikahan Hosea menjadi suatu demonstrasi akan cinta Allah yang tanpa syarat itu. Pernikahan Hosea dengan Gomer membuahkan tiga orang anak, namun tetap saja wanita ini meninggalkan suami dan anak-anaknya untuk kembali menjajakan dirinya. Hosea mencintai wanita ini, tetapi Gomer menolak cintanya. Allah memerintahkan kepada Hosea untuk pergi menjemput Gomer dan menegaskan kembali cintanya, walaupun berkali-kali Gomer tidak setia kepadanya. Ini adalah gambaran akan cinta Tuhan yang tetap setia, meskipun telah mengalami penolakan dan pengkhianatan.
Anda mungkin tidak pernah bermimpi, bahwa orang yang Anda nikahi dapat menjadi “musuh” dalam kehidupan Anda, namun tetap Anda harus berkorban untuk mencintainya. Ini adalah titik kritis dalam pernikahan Anda. Bahkan hubungan itu bisa sedemikian merosotnya hingga ke titik pengkhianatan atau ketidaksetiaan. Beberapa ada yang merespon dengan melangkah menuju perceraian. Ada pula yang lebih melindungi reputasi dan nama baik dibanding kebahagiaan mereka sendiri dan memutuskan untuk terus hidup dalam kepura-puraan. Mereka tidak berniat untuk saling mencintai kembali, namun juga terlalu menjaga harga diri masing-masing untuk memperbaiki hubungan mereka.
Ini bukanlah cinta yang diajarkan dan diteladankan oleh Yesus. Sebagai murid-Nya, Anda harus memiliki cinta yang sama seperti cinta-Nya. Anda harus terus mencintai pasangan Anda tanpa syarat dengan berulang-ulang dan terus menerus tanpa henti, walaupun mungkin cinta Anda tidak ditanggapi, atau bahkan bila pasangan Anda telah berubah setia.
Mintalah kepada Yesus agar memenuhi hati Anda dengan cinta-Nya dan kemudian bertekadlah untuk memberikan cinta itu kepada pasangan Anda dengan penuh ucapan syukur dan tanpa syarat. Itulah kuasa kesetiaan.

Tantangan
Cinta adalah keputusan bukan perasaan. Cinta adalah tindakan yang direncanakan, bukan reaksi emosi yang spontan. Putuskanlah hari ini untuk tetap mencintai walaupun mungkin pasangan Anda telah kehilangan minat untuk menerima cinta Anda. Katakan padanya hari ini: “Aku mencintaimu. TITIK. Aku memilih untuk mencintaimu walaupun kamu tidak membalas cintaku.”

“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.” Amsal 3:3

Jurnal Anda
Bagaimana Anda mengatakan perkataan dalam tantangan hari ini? Bagaimana respon pasangan Anda ketika Anda melakukan tantangan hari ini? Adakah pasangan Anda melihat kesungguhan dalam diri Anda ketika Anda menyatakan bahwa Anda mencintainya?

No comments: