Wednesday, February 22, 2017

CINTA MEMBERIKAN DORONGAN SEMANGAT

RABU, 22 FEBRUARI 2017

Bacaan Alkitab Setahun
Lukas 8:1-21; Mazmur 11-16

Ayat Hafalan
Mazmur 25:20, “Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.”

Renungan Inspirasi
Dalam pernikahan, kita berharap pasangan kita dapat memenuhi ekspektasi kita dan membuat kita bahagia. Ini adalah harapan yang nyaris mustahil dipenuhi oleh pasangan kita. Harapan yang tidak realistis akan berujung pada kekecewaan. Semakin tinggi harapan Anda pada pasangan Anda, semakin besar kekecewaan yang akan ditimbulkan oleh pasangan Anda. Anda harus memilih untuk hidup dengan dorongan semangat dibanding dengan harapan. Cinta menempatkan fokus pada tanggung jawab pribadi dan memperbaiki diri sendiri ketimbang menuntut lebih banyak dari orang lain.
“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu di matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Mat. 7:4-5).
Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah pasangan Anda merasa ia seperti hidup dengan pengawas selumbar? Apakah ia selalu tegang dan khawatir tidak dapat memenuhi pengharapan Anda? Pernahkah ia mengutarakan perasaannya karena lebih banyak menerima celaan dari Anda dibandingkan penerimaan Anda? Barangkali Anda akan menjawab bahwa masalahnya bukan pada diri Anda, tetapi memang pada pasangan Anda. Dan jika ia benar-benar memiliki banyak kekurangan di berbagai bidang, mengapa Anda yang dipersalahkan?
Masalahnya adalah hanya sedikit orang yang ampu memberi respon terhadap kritik dengan obyektifitas total. Ketika seseorang, khususnya pasangan Anda, menunjukkan ketidaksukaannya terhadap sikap Anda dan menyampaikannya baik secara langsung atau dengan sikap diamnya, sukar bagi Anda untuk tidak menanggapinya secara langsung. Selama hari-hari awal pernikahan, Anda mungkin cenderung lebih mendengarkan dan berusaha membuat perubahan. Tetapi ketika tahun demi tahun berlalu, celaan dari pasangan cenderung semakin mengepung Anda dan membuat Anda semakin terpojok.
Cinta memberi semangat. Cinta mengajarkan Anda untuk memberi pasangan Anda ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Anda harus menyadari dan memahami bahwa pernikahan adalah suatu hubungan yang harus dinikmati sepanjang waktu. Ini adalah sebuah hubungan yang unik yang dirancang oleh Tuhan sendiri, dimana dua orang hidup bersama dalam ketidaksempurnaan, tetapi mengatasinya dengan saling memberi semangat, bukan memadamkan semangat dengan saling menyalahkan.
Tidakkah Anda menginginkan kehidupan pernikahan Anda menjadi tempat untuk mengekspresikan diri Anda apa adanya, bertumbuh dalam lingkungan yang aman dan memberi semangat kepada Anda bahkan ketika Anda gagal? Pasangan Anda pun menginginkan hal yang sama. Apabila pasangan Anda mengatakan kepada Anda lebih dari sekali bahwa Anda membuat dirinya merasa terpukul dan kalah, Anda perlu merenungkan hal itu dengan sungguh-sungguh. Buatlah komitmen setiap hari untuk membuang harapan yang tidak realistis dan menjadi pemberi semangat terbesar bagi pasangan Anda, dan lihatlah bagaimana pasangan Anda mulai bertumbuh keyakinan dan cintanya untuk Anda.

Tantangan
Buanglah jauh-jauh harapan yang tidak realistis dari rumah Anda. Pikirkanlah satu hal di mana pasangan Anda pernah mengatakan bahwa Anda mengharapkan terlalu banyak, dan katakan padanya Anda menyesal karena menetapkan pengharapan yang begitu tinggi kepadanya. Berjanjilah kepadanya bahwa Anda akan berusaha mengerti dan yakinkan dia akan cinta Anda yang tanpa syarat.

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Ibrani 10:24

Jurnal Anda
Ketika Anda menaruh pengharapan yang tinggi atas pasangan Anda, sementara ia sendiri tidak termotivasi untuk mencapainya, apakah ini mempengaruhi hubungan Anda berdua? Tuliskan apa yang terjadi setelah Anda menjalani tantangan hari ini.

No comments: