Saturday, March 11, 2017

JANGAN GOSIP

Sabtu, 11 Maret 2017

Bacaan Alkitab hari ini
2 Korintus 12:16-21

Bacaan Alkitab setahun
Lukas 16:19-31; Mazmur 76-78

AYAT HAFALAN
Imamat 19:16, Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.

RENUNGAN INSPIRASI
Ada sebuah kisah, tentang seorang yang suka bergosip yang akhirnya sadar bahwa tindakannya itu tidak benar. Ia datang kepada orang bijak untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kesalahannya itu. "Pergilah kepasar," kata orang bijak itu, "belilah kemoceng, kemudian dalam perjalanan pulang, cabuti bulu ayam di kemoceng dan buanglah satu persatu di sepanjang jalan pulang." Si penyebar gosip pun melakukan apa yang diperintahkan orang bijak itu kepadanya. Keesokan harinya dia melaporkan apa yang sudah dilakukannya. Orang bijak itu berkata lagi, "Sekarang pergilah dan kumpulkan kembali semua bulu ayam yang kau buang kemarin dan bawa kepadaku." Orang itu pun menyusuri jalan yang sama, tapi angin telah melemparkan bulu-bulu itu ke segala arah. Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali hanya dengan tiga potong bulu ayam. "Lihat 'kan?" kata orang bijak itu, "Sangat mudah melemparkannya, namun sulit untuk mengumpulkannya kembali. Begitu pula dengan gosip yang kita tebarkan. (dikutip: www.howchow.inspirasi)

Paulus menasihatkan kepada jemaat di Korintus pada penutup suratnya yang kedua, agar diantara mereka jangan ada yang suka menyebarkan berita yang belum tentu benar (gosip). Gosip dapat merusak hubungan sesama(ay. 20). Sebagai orang percaya, kadangkala tanpa sadar kitapun sering berlaku demikian. Saat ada berita baru yang bombastis tentang seseorang, kita pun langsung ingin menceritakan kepada orang lain. Padahal kita sendiri belum tahu secara pasti kebenarannya. Kalaupun itu benar, bijaknya kita tidak menyebarkan lagi ke banyak orang. Ingat, apabila ada orang yang menggosipkan orang lain kepada kita, maka suatu ketika orang itu juga akan menggosipkan diri kita kepada orang lain juga. Mari belajar untuk menjadi murid Tuhan yang dewasa dalam iman dan tindakan kita.

REFLEKSI DIRI
1. Mengapa sebagai orang percaya yang dewasa kita jangan bergosip?
2. Setelah membaca renungan ini, apakah Anda ingat kapan terakhir bergosip?

POKOK DOA
Tuhan Yesus, ajar aku menjadi orang Kristen yang dewasa dan bijak mengelola sebuah berita. Biarlah mulutku digunakan untuk menceritakan tentang perbuatan dan kebesaran-Mu kepada orang lain.

YANG HARUS DILAKUKAN
Jadilah bijak dengan tidak gampang meneruskan berita yang belumtentu itu benar.

No comments: