Saturday, April 08, 2017

SUBJEK PERBANDINGAN YANG BENAR

Sabtu, 8 April 2017

Bacaan Alkitab hari ini
2 Korintus 10:1-18

Bacaan Alkitab setahun
Yesaya 22-24; Ibrani 10:1-18

AYAT HAFALAN
2 Korintus 10:12 (BIS), Tentu saja kami tidak berani membandingkan atau menempat- kan diri kami sederajat dengan orang-orang yang menganggap dirinya tinggi. Alangkah bodohnya mereka! Mereka membuat ukuran sendiri dan menilai diri sendiri dengan ukuran itu.

RENUNGAN INSPIRASI
Dunia kita saat ini tengah mengalami perubahan di dalam segala aspek. Hal ini sangat terasa terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar. Perubahan ini membuat manusia harus memiliki jiwa kompetitif yang tinggi. Hingga akhirnya sifat suka membandingkan diri menjadi hal biasa. Fakta ini pernah dibahas dalam tulisan BBC dengan judul: “Stop Comparing Yourself With Other.” Sebuah survei yang dilakukan Paris School Of Economics, kepada 19.000 orang responden di 24 negara maju, menemukan bahwa 97% responden yang terus membandingkan dirinya dengan orang lain ternyata kehidupan mereka tidak mengalami kebahagiaan. Kita mungkin pernah membandingkan diri kita dengan orang lain. Dalam batasan yang wajar hal ini tidak akan membawa masalah. Namun, bila kita hanya sibuk membandingkan diri dengan orang lain terus menerus, maka ini berpotensi membawa masalah yang cukup serius.

Dalam Alkitab, kita dapat belajar dari kehidupan Rasul Paulus. Prestasi pelayanan Paulus yang begitu luar biasa, tidak membuatnya bermegah dengan semua itu. Ia mengerti bahwa semua itu karena Kristus yang turut bekerja melalui kehidupannya. Ia tidak membandingkan dirinya dengan orang lain (ay. 12). Sebaliknya, ia justru membandingkan dirinya yang masih jauh dari sempurna dengan karakter Kristus (Bdg. Flp. 3:12-15). Paulusmemiliki subjekperbandinganyangbenar dalamhidupnya. Itusebabnya, saat iamengalami kelimpahan, ia tidak bermegah diri. Saat dalam penderitaan pun, Paulus tidak kehilangan sukacita (Bdg. Flp. 4:11-12). Bila kita berlomba-lomba untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan dapat keluar dari jebakan suka membanding-bandingkan ini. Apakah Anda sudah mulai melakukannya?

REFLEKSI DIRI
1. Bagaimana caranya agar Anda tidak terus membanding- kan diri dengan orang lain?
2. Apa yang dimaksud dengan “subjek perbandingan yang benar” dalam renungan ini?

YANG HARUS DILAKUKAN
Berlomba-lombalah untuk melakukan kehendak Tuhan dalam hidup Anda dan jadikan standar kebenaran Firman sebagai subjek pembanding yang benar bagi hidup kita.

POKOK DOA
Aku perlu punya fokus yang lebih baik, Tuhan. Tolonglah aku untuk tidak terus menerus membandingkan diri dengan orang lain, melainkan hanya mengarahkan pandanganku kepada-Mu dan belajar memperbaiki diri sesuai dengan Firman-Mu.

No comments: