Saturday, February 24, 2018

Menjadi Dewasa dalam Pernikahan

Jumat, 23 Februari 2018

BACAAN NDC BIBLE STUDY
Lukas 10

AYAT HAFALAN
1 Korintus 13:11

RENUNGAN INSPIRASI
Salah satu penyebab terbesar dari perselisihan yang terjadi dalam pernikahan adalah kurangnya kedewasaan. Allah menginginkan kita menjadi dewasa dan dapat menjaga pernikahan dan keluarga. Kedewasaan tidak ada hubungannya dengan usia. Setiap kita pasti menjadi tua, tetapi untuk menjadi dewasa adalah sebuah pilihan dan keputusan. Orang yang dewasa mau berubah. Perubahan datang dari keinginan, dan ketika Anda ingin pernikahan dan keluarga Anda menjadi lebih baik, Anda harus mengusahakannya. Orang yang tidak dewasa tidak akan menemukan kebahagiaan dalam pernikahan mereka karena keegoisan mereka. Kita hidup dalam zaman dimana banyak pasangan bersedia mengorbankan anak-anak mereka di atas meja pengadilan perceraian hanya untuk memuaskan ego mereka. Mereka berkata, “Lupakan anak-anak. Yang penting adalah apa yang saya rasakan dan yang terjadi atas hidup saya.”
Orang yang dewasa akan berkata, “Sayalah yang bersalah. Mohon maafkan saya.” Sementara orang yang tidak dewasa akan berkata, “Saya akan memaafkannya bila dia meminta maaf terlebih dahulu.” Orang yang dewasa akan berkata, “Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki keadaan ini?” Beberapa orang mungkin tidak berani menyampaikan pertanyaan ini, karena takut pada jawaban yang akan mereka terima! Tetapi ingatlah, Allah tidak memberikan Anda roh ketakutan. Orang yang dewasa akan dapat menyelesaikan perbedaan dan konflik tanpa amarah dan kekerasan. Kedewasaan akan memungkinkan Anda duduk bersama, berbicara dan berdiskusi mencari solusi serta memikirkan hal-hal yang baik di masa yang akan datang. (HS)

HIKMAT HARI INI
Dalam setiap perselisihan yang terjadi dalam pernikahan Anda, ingatlah hal ini: Pasangan Anda adalah partner, bukan musuh Anda. Anda hanya akan menang bersama-sama atau kalah bersama-sama. – Dave Willis

No comments: